Tech

Dilarang Pemerintah, Penambang Bitcoin Tiongkok Bakal Pindah ke Amerika Utara

Jingga Irawan

Posted on June 1st 2021


Ilustration: Dado Ruvic/REUTERS

Penambang Bitcoin di Tiongkok sedang mencari solusi setelah larangan kegiatan cryptocurrency diperketat oleh pemerintah. Menyumbang dua per tiga kegiatan penambangan global, penambang asal Tiongkok mempertimbangkan operasi secara diam-diam atau memindahkan kegiatan ke luar negeri. Pemindahan ini kemungkinan menuju lokasi dengan harga listrik yang jauh lebih mahal.

Dilansir dari South China Morning Post pada Selasa, (1/6) beberapa operator besar telah menghentikan operasi di Tiongkok dan berencana memindahkan proyek pertambangan ke Amerika Utara atau Asia Tengah. Sedangkan, penambang skala kecil yang hanya menggunakan beberapa komputer di rumah, memilih tetap beroperasi secara rahasia.

Provinsi di Tiongkok seperti Inner Mongolia, Xinjiang, dan Sichuan tidak lagi menjadi surga bagi operasi penambangan. Dulu, mereka mendirikan bisnis di lokasi-lokasi ini karena biaya listrik yang relatif rendah, mengingat penambangan kripto butuh pasokan listrik yang besar.

Sayangnya, Inner Mongolia telah mengeluarkan perintah untuk menutup semua lokasi penambangan, dan Sichuan diperkirakan akan segera mengikutinya.

Jiang Zhuoer, pendiri layanan penambangan BTC.TOP, mengatakan kepada South China Morning Post bahwa ia berpikir untuk memindahkan mesin perusahaannya ke Amerika Utara dan Asia Tengah.

"Amerika Utara memiliki lingkungan keamanan dan politik terbaik untuk pertambangan, tetapi biayanya tinggi. Sementara Asia Tengah dekat dengan Xinjiang," kata Jiang, dikutip dari South China Morning Post.

Memindahkan operasi keluar dari Tiongkok tidak hanya memakan biaya lebih besar. Karena kudu mematikan mesin, mereka kehilangan waktu sekitar dua hingga empat minggu untuk menambang lebih banyak cryptocurrency.

Menurut Indeks Konsumsi Listrik Bitcoin Universitas Cambridge, Xinjiang menyumbang hampir 36 persen dari global bitcoin hash rate, ukuran dari total daya komputasi pada jaringan bitcoin global. Sementara, Sichuan dan Inner Mongolia masing-masing berada di urutan kedua dan ketiga, memberi Tiongkok 65 persen dari global hash rate.

Pertengahan Mei lalu, Komite Stabilitas dan Pengembangan Keuangan Tiongkokm mengatakan, pemerintah Tiongkok akan menindak penambangan bitcoin dan perilaku perdagangan, dan dengan tegas mencegah pengalihan risiko ke masyarakat. Pengumuman tersebut datang sebagai tanggapan terhadap harga cryptocurrency yang mudah berubah dan tak dapat diprediksi.

Penambang besar di Tiongkok, BTC.TOP, Huobi dan HashCow, telah menghentikan semua atau sebagian dari operasi penambangan di negara tersebut. Seorang perwakilan Huobi mengatakan bahwa penghentian layanan pertambangan membuat mereka fokus memperluas kehadirannya di luar negeri. Sedangkan HashCow belum menanggapi pertanyaan tentang rencana masa depan. (*)

Related Articles
Tech
Bos Twitter Jack Dorsey Mengaku sedang Mencoba Menambang Bitcoin

Tech
Jaringan Bioskop AS AMC Theaters Akan Terima Bitcoin untuk Pembayaran Tiket Film

Tech
Kripto Jatuh, Elon Musk Nge-Tweet Emoji Tangan Berlian. Apa Maksudnya?