Current Issues

Juli Kembali Sekolah Tatap Muka, Kapankah Remaja Indonesia Divaksinasi?

Dwiwa

Posted on May 31st 2021

Amerika Serikat telah memberikan lampu hijau bagi vaksin Pfizer-BioNTech untuk diberikan kepada remaja berusia 12-15 tahun. Keputusan ini diambil setelah vaksin berbasis mRNA itu terbukti aman digunakan kepada remaja.

Di Indonesia pun, wacana untuk memberikan vaksinasi kepada orang berusia di bawah 18 tahun juga sudah mulai didengungkan. Apalagi, pada tahun ajaran baru mendatang tepatnya pada Juli, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim sudah mengumumkan rencana pembelajaran tatap muka.

Meski sudah ada wacana tentang pemberian vaksin kepada remaja, tetapi kapan ini akan direalisasikan masih belum ditentukan. Dilansir dari Antara, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut jika penentuan kapan vaksin diberikan masih menunggu rekomendasi dari pihak-pihak terkait.

Pihak yang dimaksud meliputi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Selain itu, Kementerian Kesehatan juga masih menunggu izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bagi kelompok usia tersebut.

Dalam upaya untuk menyediakan vaksin yang aman bagi anak-anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari jenis hingga ketersediaan vaksin bagi kelompok umur tersebut. Apalagi, saat ini berbagai negara tengah berlomba untuk memperebutkan vaksin yang jumlahnya masih terbatas ini.

"Kita tidak membuat timeline karena kita tidak mau memberikan sesuatu seperti keburu-buruan untuk menilai pelaksanaan dan kajian penggunaan vaksin pada anak-anak," ujarnya kepada Antara. Siti Nadia mengatakan, pemerintah tak mau melakukan itu karena pemberian vaksin ini menyangkut keselamatan generasi penerus bangsa.

Siti Nadia menambahkan, mekanisme pemberian vaksin untuk pelajar sebelum proses pembelajaran tatap muka sudah disiapkan. Dalam hal ini, tingkat kerentanan, risiko kesakitan, dan kematian berdasarkan golongan umur menjadi prioritas utama pemberian vaksin. Faktor tersebut nantinya akan ditentukan dari kajian ITAGI dan IDAI.

Saat ini, baru ada dua vaksin Covid-19 yang sudah melakukan uji coba kepada remaja dan mengumumkan hasilnya ke publik. Selain vaksin Pfizer-BioNTech yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat di Amerika Serikat. Dan, vaksin Moderna yang juga berbasis mRNA telah mengumumkan jika suntikan mereka aman untuk para remaja. Sementara beberapa produsen lain seperti Johnson & Johnson dan AstraZeneca pun sedang dalam tahap uji coba vaksin Covid-19 mereka kepada remaja.(*)

 
Related Articles
Current Issues
Vaksin Johnson & Johnson Diklaim Bisa Lindungi dari Varian Baru Covid-19

Current Issues
WHO Setujui Vaksin Sinovac Biotech untuk Penggunaan Darurat Lawan Covid-19

Current Issues
Warga AS yang Sudah Divaksin Boleh Lepas Masker, Bagaimana dengan Indonesia?