Current Issues

Mata-Mata Inggris: Teori Covid-19 Bocor dari Laboratorium di Wuhan Masuk Akal

Dwiwa

Posted on May 31st 2021

(Pixabay)

Mata-mata Inggris percaya teori bahwa Covid-19 bocor dari laboratorium di Tiongkok. Mereka menyebut teori itu masuk akal. Laporan dari The Sunday Times menurunkan laporan itu dengan menyebut bahwa mata-mata Inggris tengah merekrut sumber di darknet saat menyelidiki klaim tersebut.

Seorang sumber mengatakan jika meskipun intelijen Inggris pada awalnya sangat skeptis terhadap teori bahwa penyakit tersebut lolos dari Institut Virologi Wuhan. Tetapi sekarang mereka percaya jika teori tersebut masuk akal.

Laporan tersebut juga mengatakan jika agen intelijen memiliki sedikit sumber informasi di Tiongkok. Jadi mereka mencoba merekrut di darknet, dimana orang dapat berbicara secara anonim tanpa takut akan ada balas dendam.

Dilansir dari Business Insider, dalam beberapa pekan terakhir memang telah muncul informasi yang menunjukkan bahwa virus, yang telah menyebar ke seluruh dunia  dan menewaskan lebih dari 3 juta ini mungkin tidak berkembang dari alam. Seperti yang diyakini para ilmuwan sebelumnya. Banyak orang lalu percaya dengan teori kebocoran laboratorium yang sebelumnya digaungkan oleh Presiden Donald Trump.

Aawalnya teori ini dianggap sebagai teori konspirasi oleh banyak orang. Investigasi yang dilakukan oleh tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama para ilmuwan Tiongkok juga mengatakan jika mustahil virus lolos dari laboratorium.

Banyak ilmuwan percaya bahwa virus menular dari hewan, kemungkinan kelelawar melalui spesies lain, ke manusia di pasar di Wuhan. Namun para pembela teori kebocoran laboratorium telah menunjukkan bahwa lembaga virologi Wuhan adalah salah satu pusat penelitian terkemuka di dunia tentang virus corona kelelawar.

Laboratorium Wuhan tidak jauh dari tempat kasus Covid-19 pertama yang dicatat pada November. The Wall St Journal telah melaporkan bahwa para ilmuwan dari laboratorium tersebut jatuh sakit karena suatu penyakit dan dirawat di rumah sakit pada November 2019, beberapa minggu sebelum kasus resmi pertama.

Dengan perdebatan baru tentang kemungkinan sumber virus, Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga telah memerintahkan intelijen di negara tersebut untuk melakukan peninjauan 90 hari tentang asal-usul virus corona.

Sebuah sumber intelijen barat yang mengetahui penyelidikan intelijen Inggris mengatakan kepada Times bahwa mereka tidak percaya asal-usul virus akan dapat ditentukan secara meyakinkan. Penyebabnya karena kerahasiaan Tiongkok yang sangat tertutup rapat.

"Mungkin ada sekantong bukti yang membawa kita ke satu arah dan bukti baru yang membawa kita ke arah lain. Tiongkok akan berbohong dengan cara apapun. Saya rasa kita tidak akan pernah tahu," kata sumber tersebut.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Ilmuwan: Mengungkap Asal Covid-19 Penting untuk Cegah Pandemi di Masa Depan

Current Issues
Hati-Hati, Covid-19 Mudah Menyebar di Keluarga

Current Issues
Tiap Tahun, Ratusan Ribu Orang Mungkin Telah Terinfeksi Virus Corona Kelelawar