Current Issues

Vietnam Deteksi Ada Mutasi Kombinasi Varian Covid-19 India dan Inggris

Dwiwa

Posted on May 31st 2021

Pihak berwenang Vietnam telah mendeteksi adanya varian virus corona baru yang merupakan kombinasi dari varian Covid-19 India dan Inggris. Dilansir dari Reuters, Menteri Kesehatan setempat mengatakan jika virus ini bisa menyebar dengan cepat melalui udara.

Setelah berhasil menekan sebagian besar penularan virus tahun lalu, Vietnam kini bergulat dengan peningkatan infeksi sejak akhir April. Di mana kasus baru kini telah lebih dari setengah dari total 6.856 kasus yang tercatat. Sementara itu jumlah kematian telah terjadi sebanyak 47 kasus.

"Vietnam menemukan varian Covid-19 baru yang menggabungkan karakteristik dari dua varian yang pertama kali ditemukan di India dan Inggris,” jelas Menteri Kesehatan Nguyen Thanh Long. Ia menambahkan jika varian India yang mutasi awalnya milik varian Inggris sangat berbahaya.

Negara yang terletak di Asia Tenggara tersebut sebelumnya telah mendeteksi tujuh varian virus B.1.222, B.1.619, D614G, B.1.1.7 (yang dikenal dengan varian Inggris), dan B.1.351, A.23.1, dan B.1.617.2 (yang dikenal dengan varian India).

Long mengatakan Vietnam akan segera mempublikasikan data genom dari varian yang baru diidentifikasi, yang katanya lebih dapat ditularkan daripada jenis yang diketahui sebelumnya.

Selama ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi empat varian SARS-Cov-2 yang menjadi perhatian global. Ini termasuk varian yang pertama kali muncul di India, Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

"Saat ini kami belum melakukan penilaian terhadap varian virus yang dilaporkan di Vietnam. Kantor negara kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan di Vietnam dan kami mengharapkan lebih banyak informasi segera," ujar Maria Van Kerkhove, Kepala Teknis WHO untuk Covid-19 dalam pernyataan melalui email.

Berdasarkan pemahaman WHO saat ini, varian yang terdeteksi di Vietnam adalah varian B.1.617.2 atau yang lebih dikenal sebagai varian India. Namun kemungkinan memang telah terjadi mutasi tambahan.

"Kami akan memberikan lebih banyak informasi segera setelah kami menerimanya," tambah Van Kerkhove.

Long mengatakan, pengkulturan di laboratorium menunjukkan jika virus varian baru menunjukkan bahwa virus bisa menggandakan dirinya dengan sangat cepat. Hal ini mungkin bisa menjawab pertanyaan mengapa belakangan begitu banyak kasus baru muncul di berbagai bagian negara dalam waktu singkat.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Sempat Disebut Kesalahan Lab, Ini Fakta Varian Deltacron yang Kini Diakui WHO

Current Issues
WHO Klasifikasikan Varian Virus Corona India Sebagai “Perhatian Global”

Current Issues
Bukan Hanya Delta, Para Ilmuwan Juga Waspada Varian Gamma