Sport

Pep Guardiola Butuh Lionel Messi untuk Juarai Liga Champions

Mainmain.id

Posted on May 31st 2021

PEP Guardiola merupakan salah seorang pelatih terbaik di dunia. Semua sepakat akan hal itu. Arsitek asal Spanyol tersebut telah memenangi kompetisi domestik dan berbagai piala lainnya di Spanyol, Jerman, dan Inggris. Ia juga membawa Barcelona menjadi tim superior dengan koleksi 2 gelar Liga Champions, 2 trofi UEFA Super Cup, serta 2 titel Piala Dunia Antarklub.

Dini hari kemarin (30/5) waktu Indonesia, Guardiola berkesempatan menambah koleksi Si Kuping Lebar, sebutan untuk trofi Liga Champions. Namun, mimpi tersebut sirna karena Manchester City, klub yang diasuh Guardiola, kalah di tangan Chelsea dengan skor tipis 0-1. Gelandang serang asal Jerman Kai Havertz mencetak satu-satunya gol di pertandingan yang berlangsung di Estadio do Dragao, Porto, Portugal, itu.

"Saya telah melakukan yang terbaik dengan pemain pilihan saya. Saya mencoba untuk memilih pilihan terbaik untuk memenangkan pertandingan. Melawan lini pertahanan Chelsea adalah pekerjaan yang tidak mudah. Kami sedikit kesulitan dengan umpan-umpan panjang dan bola-bola kedua yang mereka peragakan. Pada saat itu Anda membutuhkan inspirasi untuk memecah kebuntuan," kata Guardiola seperti dilansir laman resmi UEFA.

City sedikit mendominasi pertandingan pada babak pertama. Namun, mereka minim peluang. Hanya ada tiga kesempatan dan satu sepakan on target. Chelsea lebih agresif dengan menciptakan 5 tembakan, 2 tepat sasaran, dan 1 berbuah gol Havertz pada penghujung babak pertama. City tampil lebih agresif pada paruh kedua. Ada empat peluang tercipta. Namun, tak ada satu pun yang tepat sasaran.

"Kami telah mencoba memenangkan pertandingan. Terlihat dari cara bermain kami di babak kedua. Sedangkan Chelsea punya satu kesempatan dari serangan balik Christian Pulisic. Mereka tim yang sangat bagus, tetapi kami bersaing dengan sempurna melawan mereka. Kami sepatutnya mencetak gol pada babak kedua, tapi kami tak bisa melakukannya," jelas eks pelatih Bayern Munchen itu.

Final Liga Champions musim 2020/2021 melawan Chelsea adalah laga final kedua yang gagal ia menangkan sepanjang karier kepelatihannya. Sebelumnya, Guardiola yang saat itu masih berstatus pelatih Barcelona kalah di final Copa del Rey musim 2010/2011 melawan Real Madrid yang diasuh Jose Mourinho dengan skor 1-0. Gol semata wayang diceploskan Cristiano Ronaldo.

"Saya ingin mengatakan ini adalah musim yang luar biasa bagi kami di Manchester City. Sayang, kami tidak bisa memenangkan final Liga Champions ini. Kami sudah mencoba, tapi kami tidak bisa melakukannya. Kami akan bekerja lebih keras dari sini," ungkap mantan pemain AS Roma dan Brescia tersebut.

Kegagalan di final Liga Champions 2020/2021 makin menegaskan anggapan bahwa Guardiola tidak bisa merajai Eropa tanpa bantuan Lionel Messi. Ketika juara di Eropa pada musim 2008/2009 dan 2010/2011, ia beruntung karena ada Messi di skuadnya. Sebaliknya, Messi tak butuh Guardiola untuk juara Liga Champions. Kapten tim nasional Argentina itu telah membuktikannya saat Barcelona juara Liga Champions 2014/2015.

Oleh sebab itu, Guardiola sangat berharap Messi datang ke City pada musim panas nanti. Tetapi, harapan itu tak akan terwujud. Sebab, Messi santer dikabarkan akan bertahan lebih lama di Catalan. Justru City yang kehilangan striker Sergio Aguero yang akan menjadi tandem Messi di Barcelona pada musim depan.

"Saya ingin pulang ke keluarga saya. Sudah lama sekali saya tidak bertemu mereka. Setelah itu, saya akan kembali ke klub. Klub ini (City) bakal menjadi yang terbaik di dunia dalam beberapa tahun berikutnya," koar Guardiola. (Muhammad Syafaruddin/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Artikel Terkait
Sport
Di Mana Ada Bola, di Situ Ada Kante

Sport
Final Liga Champions: Kesempatan Thomas Tuchel Gasak, Geser, dan Gusur Mentor

Sport
Jelang Final Liga Champions, Siang Malam Ederson Asah Tendangan Penalti