Hobi

Riset: Selain Olahraga, Bermain Game juga Menyehatkan untuk Lansia

Ahmad Redho Nugraha

Posted on May 30th 2021


(istockphoto)

Workout memang penting dalam menjaga fungsi anggota badan seseorang. Namun seiring dengan waktu, seseorang akan menyadari jika sama seperti badan, otak juga memerlukan workout-nya sendiri. Dan siapa mengira jika latihan untuk otak, termasuk bagi lansia, dapat dilakukan lewat bermain video game.

Tracy Kolbe-Alexander dari Universitas Southern Queensland’s School of Health and Wellbeing mencoba menjelaskan hal tersebut. Kolbe-Alexander mengumpulkan para warga pensiunan dan meminta mereka untuk memainkan game olahraga interaktif, seperti boxing, bowling, sepak bola, tenis meja dan voli pantai selama 12 pekan.

"Pertanyaan yang ingin kami jawab adalah: jika kita memasukkan unsur kognitif ke dalam aktivitas fisik, apakah akan ada manfaat lebih yang diperoleh dibandingkan hanya melakukan aktivitas fisik saja?" ujar Kolbe-Alexander via The New Daily.

Penelitian yang dilaksanakan oleh Udhir Ramnath, mahasiswa doktoral dari University of Cape Town tersebut mengukur performa kognitif, fungsi fisik, dan kebugaran dari 45 orang dewasa. Mereka rata-rata berusia 72 tahun.

Mereka yang diteliti melakukan serangkaian tes sebelum dan setelah 12 pekan masa uji coba. Semua peserta sampel penelitian itu disebutkan memiliki masalah ingatan ringan.

Sebanyak 23 orang peserta sampel ikut serta dalam dua sesi bermain video game interaktif. Di mana masing-masing berdurasi satu jam setiap pekannya. Sementara ada 22 peserta lain yang hanya mengikuti latihan fisik ringan, termasuk latihan kekuatan dan keseimbangan.

Nah hasil penelitian itu menunjukkan jika game yang dimainkan para lansia itu -menggunakan konsol X-Box 360- ternyata meningkatkan kemampuan berpikir dan mengingat. Para peneliti menemukan jika para peserta yang bermain video game mencatatkan peningkatan skor yang signifikan pada ujian kognitif di akhir penelitian, dibandingkan kelompok lainnya. Hal tersebut secara parametrik membuktikan jika performa kognitif para peserta tersebut meningkat.

Di saat yang sama, mereka mengalami peningkatan performa jasmani, dengan peningkatan signifikan dalam keempat tipe ujian fungsi jasmani. Keempat ujian jasmana tersebut adalah berjalan selama enam menit, keseimbangan dinamis, duduk dan berdiri bolak-balik, serta functional reach yang mengukur kelenturan anggota tubuh atas.

Dalam ujian berjalan enam menit, kedua kelompok peserta sampel penelitian mengalami peningkatan signifikan. Namun grup yang bermain game lebih unggul dalam semua ujian jasmani, dibandingkan kelompok yang tidak bermain game.

Saat ditanya tentang apa pengaruh faktor kesenangan bermain game dalam menentukan hasil penelitiannya, Kolbe-Alexander mengatakan jika mereka tidak melakukan pengukuran pada variabel tersebut.

"Kami tidak mengukurnya. Tapi kami menggunakan XBox dalam penelitian sebelumnya, dan semua peserta penelitian sangat menikmatinya," ujar Kolbe-Alexander.(*)

Related Articles
Hobi
Gamer "Ninja" Akhirnya Kembali ke Platform Twitch

Hobi
Pria Ini Buat Game Roleplay Tentang Tahun Terburuk di dalam Kehidupannya

Current Issues
83 Persen Penyintas Covid-19 Lebih Kebal dari Infeksi, tapi Masih Tularkan Virus