Sport

Aji: Sejak Awal Persebaya Siap dengan Sistem Degradasi

Mainmain.id

Posted on May 29th 2021

AJI Santoso menyambut hangat keputusan PSSI yang tetap memberlakukan promosi dan degradasi di kompetisi Liga 1 serta Liga 2 musim ini. Sedari awal, pelatih Persebaya itu memang tak sepakat bila degradasi dihilangkan. Ia menganggap, spirit kompetisi itu ada di sistem degradasi dan promosi. ”Kalau dihilangkan, kan menjadi tidak menarik. Kompetisi kehilangan ruhnya,” ujarnya.

Keputusan PSSI tersebut diyakini Aji Santoso bisa membuat jalannya kompetisi berlangsung menarik dan ketat. Semua tim pasti akan memaksimalkan setiap laga yang dijalani. Tak ingin ada poin lepas.

”Ini yang akan menarik. Pada akhirnya juga berimbas ke semangat juang pemain. Setiap pertandingan dilewati dengan kesungguhan. Tak ada main mata dan sebagainya. Sebab, hasil pertandingan konsekuensinya menyangkut posisi tim. Kalau lengah dan terus kalah, bisa dikirim ke Liga 2,” jelasnya. 

Bagaimana dengan kesiapan Persebaya sendiri? Keputusan adanya degradasi itu sudah  diinformasikan dan ditekankan kepada seluruh pemain. Termasuk gambaran sistem kompetisi nanti. Yang sangat mungkin Persebaya tak bermain di kandang, Stadion Gelora Bung Tomo. Semua pertandingan bisa jadi dijalani di luar kandang. ”Artinya apa? Saya minta anak-anak untuk tampil all-out di mana pun bertanding. Mereka harus punya mental pemenang dan petarung,” tandasnya.

Sejauh ini, Aji melihat doktrin tersebut mampu tertanam baik. Penguatan mental itu dilakukan berbarengan dengan latihan fisik berat. ”Intensitas terus meninggi. Sangat menguras energi. Tetapi, saya minta mereka untuk melawan rasa lelah itu. Harus dilawan. Itu salah satu cara membentuk mental pemenang,” bebernya.

Sementara itu, terungkap adanya campur tangan AFC dan FIFA di balik keputusan PSSI tetap memberlakukan promosi degradasi musim ini. Padahal, awalnya, PSSI hampir sejalan dengan  usulan sebagian besar klub dan keputusan Exco PSSI, yakni sepakat musim ini tak ada degradasi. Namun, FIFA sepertinya campur tangan.

Anggota Exco PSSI Hasani Abdulgani membenarkan hal tersebut. Hasani sendiri termasuk yang sepakat dan mendukung peniadaan degradasi. Itu kemudian ditindaklanjuti exco lewat keputusan resmi pada 3 Mei 2021. 

''Jadi, saat rapat exco kemarin, Pak Ketum dan Pak Waketum sebelumnya menyurati AFC dan FIFA. Menurut Sekjen FIFA, kalau bisa jangan diubah trah kompetisi, kecuali memang ada kejadian yang sangat luar biasa,'' kata Hasani. Menurut AFC dan FIFA, penyelenggaraan Liga 1 musim ini tidak termasuk kategori darurat. ”Jadi, kalau bisa, kata FIFA, dilakukan kompetisi secara reguler saja,'' lanjut Hasani.

Dari keputusan FIFA itu, kata Hasani, keputusan dilempar kembali ke forum exco. ”Lantaran FIFA sudah menginstruksikan demikian, tak ada opsi lain. Harus diikuti," tegasnya. (Gunawan Sutanto/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Artikel Terkait
Sport
Pelatih Persebaya Fokus Kembalikan Kondisi Fisik Pemain

Sport
Ada Wacara Pengurangan Pemain Asing, Persebaya Tahan Belanja

Sport
Aji Santoso Jajal Mantan Pemain Timnas U-22