Lifestyle

Stres dan Gangguan Kecemasan Itu Mirip Tapi Beda, Cek Nih Penjelasannya!

Kezia Kevina Harmoko

Posted on May 28th 2021

(Ilustrasi: Freepik)

Stres. Satu kata yang rasanya nggak bisa lepas dari kehidupan kita. Stres pasti kita temui pas kebanjiran deadline atau diberondong tanggal ujian yang seakan gak ada habisnya. Wajar kok sering dihampiri stres, dia memang respons alamiah manusia yang nggak bisa dihindari.

Namun, pernah nggak sih terus-menerus merasa stres dalam waktu lama? Sampai rasanya stres ini bukan stres lagi… tapi lebih serius. Gangguan kecemasan (anxiety disorder) mungkin? Dilansir dari Psychology Today, stres memang bisa jadi salah satu gejala dari gangguan kecemasan umum.

Biar nggak bingung membedakannya, nih sederet poin-poin penting tentang stres dan gangguan kecemasan.

Ada stresor atau tidak?

Dilansir dari APA, stres dan kecemasan adalah respons emosi. Bedanya, stres muncul karena ada pemicu dari luar (stresor). Misal orang terdekat sakit dan harus operasi, gagal meraih target, pokoknya sesuatu yang jelas terjadi.

Kecemasan adalah perasaan khawatir berlebihan akan suatu hal yang tidak hilang walaupun stresor sudah tidak ada lagi. Khawatir akan skenario-skenario liar yang kita buat sendiri di kepala. Hal-hal yang sebenarnya tidak nyata. Ciri-ciri stres dan cemas memang mirip, kita bisa merasakan gejala seperti menjadi lebih sensitif, otot tegang, sulit konsentrasi, kelelahan, hingga sulit tidur.

Situasional atau selalu dirasakan?

Stres umum dirasakan ketika kita menghadapi sesuatu yang tidak kita harapkan. Artinya, stres hanya muncul di momen-momen tertentu aja, gak selalu kita rasakan. Dilansir dari Bridges To Recovery, orang dengan gangguan kecemasan bisa jadi merasa stres terhadap hal-hal normal atau sehari-hari dilakukan.

Jika kita merasa tertekan sampai sulit buat beraktivitas secara normal atau bahkan merasakan serangan panik, bisa jadi gangguan kecemasan menjadi penyebabnya. Sangat perlu buat konsultasi ke tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater kalau kondisi yang dirasakan sudah memengaruhi keseharian kita secara drastis.

Kalau dari dua poin di atas jawabanmu masuk ke pernyataan kanan, bisa jadi apa yang kamu rasakan adalah gejala gangguan kecemasan. Ada beberapa jenis gangguan kecemasan yang umum ditemui, ini beberapa di antaranya dilansir dari APA.

Gangguan kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD): Merasa khawatir berlebihan hampir setiap hari selama lebih dari enam bulan. Hal yang dikhawatirkan bisa berubah-ubah dan kadang dibarengi dengan gejala fisik.

1. Gangguan panik: Serangan kekhawatiran secara tiba-tiba yang bikin seseorang bisa pusing, keringat dingin, atau sesak nafas.

2. Fobia spesifik: Yup, fobia akan hal tertentu masuk di gangguan kecemasan. Misalnya fobia terbang, ketinggian, dan lain-lain.

3. Fobia sosial atau kecemasan sosial atau social anxiety disorder (SAD): Ketakutan berlebihan pada hubungan sosial, bisa jadi karena takut dipermalukan atau menyinggung orang lain.

4. Re-entry anxiety: Rasa khawatir karena kegiatan mulai normal setelah pandemi.

Nah, itu dia sekilas tentang stres dan gangguan kecemasan. Jangan ragu buat mencari bantuan tenaga profesional kalau memang membutuhkan ya! (*)

Related Articles
Lifestyle
5 Cara Memanfaatkan Kecemasan untuk Kebaikan Diri, Bisa Banget!

Lifestyle
Lagi Susah Menemukan Hal Untuk Disyukuri? Ini Waktunya Bikin Gratitude Journal

Lifestyle
Yang Lain Susah Saat Pandemi, tapi Kita Merasa Baik-Baik Saja? Wajar kok...