Tech

Tiongkok Perkuat 12 Universitas Top di Negaranya untuk Saingi Teknologi AS

Jingga Irawan

Posted on May 28th 2021


Presiden Tiongkok Xi Jinping (tengah) mengunjungi Universitas Tsinghua, di Beijing, Tiongkok, pada 19 April 2021. (Xinhua)

Amerika Serikat dan Tiongkok tampaknya masih terjebak dalam perang inovasi dan teknologi. Dilansir dari South China Morning Post pada Jum’at, (28/5) Tiongkok dikabarkan memperkuat 12 universitas terbaik di negara tersebut untuk membangun sekolah teknologi masa depan. Tujuannya sebagai pembangkit tenaga sains dan teknologi global.

Dua universitas bergengsi di Beijing, Universitas Peking dan Universitas Tsinghua adalah bagian institusi pendidikan tinggi yang dipilih oleh Kementerian Pendidikan untuk mendirikan sekolah baru yang berfokus pada membangun keunggulan Tiongkok dalam teknologi perbatasan, menurut pernyataan Kementerian pada hari Rabu (26/5).

Sekolah teknologi baru akan ditugaskan untuk melakukan penelitian dan pengembangan teknologi mutakhir, revolusioner, dan menarik dalam 10-15 tahun mendatang. Harapannya kampus-kampus itu bisa menumbuhkan pemimpin inovasi masa depan, dan mengubah reputasi negara dari "Made in China” menjadi "Created in China".

Dalam rencana lima tahun negara, teknologi dan inovasi menjadi prioritas utama Pemerintah Tiongkok. Sebagai bagian dari strateginya untuk berubah menjadi kekuatan terkemuka dunia pada 2035, di tengah meningkatnya tekanan perdagangan dan teknologi dari AS.

Menurut, kepala peneliti di Akademi Ilmu Sosial Shanghai, Li Yi, Tiongkok dengan sekolah barunya tersebut berharap dapat bersaing dengan universitas global terkemuka di dunia. Seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT), yang sangat terkenal dan Universitas Stanford di AS.

“Di masa lalu kami dapat melakukan perjalanan keliling dunia untuk mempelajari tentang perbatasan ilmiah baru, tetapi Barat, terutama AS, semakin membatasi saluran studi dan komunikasi di luar negeri (untuk siswa Tiongkok). Itu yang membuat Tiongkok lebih mendesak untuk membangun institusi kita sendiri yang berpengaruh,” kata Li.

Setiap universitas yang dipilih oleh Pemerintah Tiongkok memiliki fokus pengembangan teknologi yang berbeda.

College of Future Technology di Universitas Peking, yang didirikan September lalu, akan fokus pada kehidupan dan teknologi kesehatan yang berbasis di sekitar dua bidang interdisipliner modern. Yakni dalam hal teknik biomedis dan kedokteran molekuler.

Sementara, South China University of Technology mengatakan sekolah barunya segera membuka program sarjana pada September ini, dan akan menerima siswa dalam dua jurusan: Artificial Intelligence (AI), serta ilmu data dan teknologi data besar. Sekolah akan bekerja sama dengan rekan globalnya, termasuk University of Cambridge di Inggris dan MIT, dalam proyek bersama untuk teknologi perbatasan.

Sementara itu, Universitas Beihang, yang sebelumnya dikenal sebagai Universitas Aeronautika dan Astronautika Beijing, telah ditugaskan membangun sekolah untuk teknologi kedirgantaraan masa depan. Mengingat kemampuan Tiongkok dalam penerbangan berkembang pesat.

Namun menurut para ahli, Tiongkok masih harus menempuh jalan panjang sebelum dapat secara efektif menyaingi pendidikan dan lembaga penelitian AS. "Kami akan membutuhkan perubahan besar dalam sistem pendidikan, yang saat ini tidak revolusioner untuk mengejar universitas ternama seperti MIT. (Semoga) sekolah baru ini akan menjadi langkah ke arah itu,” kata Li. Bagaimana berminat melanjutkan studi ke Tiongkok?(*)

Artikel Terkait
Tech
Cabut Larangan Trump, Biden Bikin Aturan Baru Soal TikTok, Alipay, dan WeChat

Current Issues
Lawan Tiongkok, Senat AS Loloskan RUU Pengembangan Sains dan Teknologi

Current Issues
Belum Melunak, Joe Biden Malah Tambah Daftar Hitam Perusahaan Tiongkok