Sport

Liga Europa 2020/2021: Nyanyian Sunyi Ole Gunnar Solskjaer

Mainmain.id

Posted on May 28th 2021

 

VILLARREAL merebut trofi Liga Europa 2020/2021 setelah menang secara dramatis 11-10 atas Manchester United di Gdansk, Polandia, Kamis (27/5) dini hari WIB.

The Yellow Submarine alias Si Kapal Selam Kuning itu kini mencatat sejarah. Itulah trofi pertama mereka di arena antarklub Eropa meski hanya trofi kelas dua. Itulah kali keempat pelatih Unai Emery merebut piala yang sama. Terakhir, Emery merebut trofi liga malam Jumat ini saat menangani Sevilla pada 2014.

Sebelum laga berjalan, MU adalah favorit kuat. Materi pemain dan sejarah klub yang bergelimang gelar membuat orang menunjuk klub berjuluk Setan Merah itu hebat.

Namun, Paul Scholes dan Rio Ferdinand langsung kehilangan optimisme begitu tahu final harus diselesaikan dengan tos-tosan dua belas pas.

Kenapa? Keduanya sudah tahu persis rekor penalti David de Gea. Sudah lebih dari lima tahun terakhir, De Gea tak pernah bisa menebak tendangan lawan. Di luar tendangan adu penalti pula, sudah 25 kali gawang David de Gea kebobolan dari titik penalti. Semua algojo memang melakukan tugas dengan mulus hingga skor berakhir 10-10.

Kalau saja tendangan De Gea masuk, nasib final itu harus dilakukan dengan tos-tosan berikutnya, yaitu undian langsung. Pemenangnya ditentukan lewat undian itu. Namun, undian tersebut tidak terjadi. De Gea adalah satu-satunya pemain yang gagal menjalankan tugasnya. Tendangan De Gea diblok kiper Villarreal Geronimo Rulli yang sempat memperkuat Manchester City.

Kali ini dua kritikus MU itu lebih menyalahkan taktik pelatih Ole Gunnar Solskjaer. Lihat saja, saat terjadi adegan menegangkan itu, Ole berdiri sangat jauh dari area teknisnya. Ole nyaris bersembunyi dengan gugup di barisan belakang pemainnya yang kelelahan. Bahkan, orang lebih melihat jelas Amad Diallo yang berlutut dan berdoa ketimbang Ole.

Eksesnya, tidak ada trofi pertama Ole sebagai manajer MU. Tidak ada akhir yang gemilang untuk musim ini selama 22 tahun sejak kemenangannya yang penting di Liga Champions di Barcelona. Tidak ada pot untuk menunjukkan semua kemajuan yang telah dilakukan Ole di Old Trafford.

''Maaf. Kami tidak bisa memberikan gelar yang sudah berada di depan mata,'' ucap Ole seperti dikutip Sport BT kemarin (27/5).

Prestasi Ole di MU berjalan lebih dalam daripada statistik sederhana. Namun, faktanya, itu adalah pertandingan ke-151 sebagai pelatih dan hanya Dave Sexton yang bertahan lebih lama tanpa trofi di Old Trafford di era pascaperang.

Sekali lagi MU-nya gagal. Empat kekalahan semifinal dan sekarang ini adalah kegagalan paling menyakitkan dari semuanya.

MU datang ke pertandingan sebagai favorit melawan klub yang finis di urutan ketujuh di La Liga musim ini dan berada dua tempat di bawah Real Sociedad yang dibekap MU dengan agregat 4-0 di babak 32 besar.

Sociedad terlalu terbuka. Emery memastikan Villarreal tetap kompak dan berjuang untuk setiap bola, membuat MU kekurangan ruang. Mereka memimpin melalui Gerard Moreno sebelum Edinson Cavani menyamakan kedudukan untuk MU dalam permainan yang sangat minim peluang.

Di pengujung malam, dua klub yang pernah empat kali berhadapan dalam sejarah tanpa mencetak gol telah membobol gawang sebanyak 23 kali.

Bisakah Ole berbuat lebih banyak untuk memberikan keseimbangan bagi MU? Aneh bahwa ia menunggu sampai waktu tambahan untuk melakukan pergantian pemain. Sementara itu, Emery mengganti lima pemain dalam waktu 90 menit. Pergantian tersebut membuat timnya lebih segar.

Apa boleh buat. Ole Gunnar Solskjaer kini hanya bisa menyesali nasibnya yang kurang beruntung. Adu penalti memang sama statusnya dengan adu keberuntungan. Tetapi, itu hanya ingatan sesaat. Dalam data sejarah, tertera tulisan autentik, Villarreal menang atas Manchester. Tidak ada embel-embel catatan menang karena adu tendangan penalti. Dan, Ole tahu persis itu.(Max Wangge/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Related Articles
Sport
Biar Rebut Piala Liga Europa, MU Beri Bruno Vitamin Khusus

Sport
Siapa Pemenang Liga Europa? MU atau Villarreal?

Sport
Demi Final Pertama Solskjaer untuk Manchester United di Europa League