Tech

Tesla: Data Pengguna Tiongkok Ada di Data Center Shanghai

Mainmain.id

Posted on May 26th 2021

TESLA akhirnya buka suara soal data pengguna mobilnya yang ada di Tiongkok. Mereka mengaku data pengguna Tesla di Tiongkok tidak ditaruh di data center di luar negeri, termasuk juga tidak ditaruh di Amerika Serikat. Tesla menyebut data tersebut tersimpan di data center mereka di Shanghai.

”Kami telah mendirikan pusat data di Shanghai untuk menyimpan secara lokal semua data yang dikumpulkan dari pelanggan di Tiongkok,” tulis keterangan Tesla lewat akun media sosialnya di Weibo, Selasa (25/5). 

Tesla memang belakangan ini terus men-counter informasi-informasi negatif terkait mobil listriknya. Berbagai kritik dan tudingan miring langsung direspons. Termasuk kekhawatiran para pejabat setempat bahwa Tesla mengirim data pengguna Tiongkok ke server di Amerika Serikat (AS).

Mungkin sebagian orang akan bertanya, data apa yang dikhawatirkan para pejabat di Tiongkok itu? Jawabnya, banyak. Terutama terkait citra digital dan pemetaan lokasi yang bisa didapat dari kamera-kamera dan perangkat lunak di dalam mobil listrik Tesla.

Ya, begitulah memang faktanya tentang mobil listrik modern. Seperti yang selama ini disampaikan Dahlan Iskan, mobil listrik modern sejatinya seperti sebuah smartphone atau personal computer yang bisa dikendarai. Ada banyak data yang bisa diproses di dalamnya. Ketika ada sebuah proses pengolahan data, tentu di dalamnya juga ada proses penyimpanan data.

Itulah yang dikhawatirkan Tiongkok. Mereka khawatir data-data pengguna di Tiongkok itu disimpan Tesla di sebuah pusat data di AS. Saking curiganya, pejabat setempat melarang para pengguna Tesla menggunakan dan memarkir kendaraannya di area militer. Kini larangan itu bahkan meluas di area gedung-gedung pemerintahan.

Ketegangan hubungan Tiongkok dan AS yang terjadi sejak beberapa tahun belakangan memang membuat kedua negara saling curiga. AS melakukan hal yang sama terhadap produk-produk teknologi asal Tiongkok. Huawei, Tencent, sampai produsen drone, DJI, turut masuk daftar kecurigaan AS.Nah, Tesla tak mau menjadi korban kecurigaan itu. 

Sebenarnya aturan terkait kewajiban menyimpan data pengguna di server Tiongkok sudah lama diberlakukan. Sejak 2017, Tiongkok punya undang-undang yang mengatur hal tersebut. Perusahaan asing yang punya pelanggan di sana wajib menaati aturan itu. Belakangan penerapan undang-undang tersebut ditingkatkan.

Perusahaan raksasa seperti Apple pun tak kuasa melawan itu. Mereka akhirnya harus membangun pusat data di Guizhou, barat daya Tiongkok. Pusat data di sana sebagai hosting untuk akun iCloud pengguna di Tiongkok.

"Penanganan data adalah masalah serius yang dihadapi perusahaan teknologi terkemuka dunia yang beroperasi di Tiongkok," kata Yale Zhang kepada SCMP. Zhang adalah direktur pelaksana Automotive Foresight sekaligus seorang peneliti industri di Shanghai.(*)

Related Articles
Tech
Siap Saingi Apple dan Tesla, Baidu dan Geely Kolaborasi Luncurkan Mobil Listrik

Tech
Apple Coba Gandeng Produsen Tiongkok untuk Produksi Baterai EV

Tech
Penjualan EV Global: Tesla Masih Memimpin, Hyundai Merosot ke Posisi 6