Lifestyle

Sulit Banget Menyelesaikan Tugas, Sebenarnya Depresi atau Malas? Nih Bedanya

Dari gejalanya, sekilas mirip.

Kezia Kevina Harmoko

Posted on May 25th 2021


(Ilsutrasi: pch.vector/Freepik)

Kalian pasti pernah merasakan perasaan nggak pengin mengerjakan sesuatu karena satu dan lain hal -atau sering kita sebut malas. Kemalasan ini sering dianggap sebagai sifat yang aib dan buruk banget dan harus dilawan dengan kerajinan. Harus produktif pokoknya kalau mau jadi sukses! Oh, no.

Sayangnya, stigma negatif terhadap kemalasan ini bikin beberapa gejala gangguan mental jadi tersembunyi. Sebut saja depresi. Salah satu gejala depresi adalah kehilangan dorongan untuk melakukan sesuatu atau apa pun itu, bahkan hal dasar seperti makan dan mandi. Terlihat mirip kan sama malas?

Sekarang pertanyaannya, gimana nih cara membedakan antara kemalasan dan depresi? Nih, cek beberapa poin pentingnya.

Sulit menyelesaikan apa pun atau beberapa hal aja?

Dilansir dari Psychology Today, salah satu gejala depresi adalah sulit sekali mengumpulkan tenaga hanya untuk bangun tidur karena merasa tak punya harapan, muram, dan sedih. Sama sekali nggak punya dorongan untuk melakukan sesuatu layaknya manusia umumnya. Nothing matters. Kehilangan makna akan hidup.

Kalau malas, kita merasa tidak termotivasi melakukan suatu hal karena kurang paham betapa pentingnya hal tersebut buat kita. Kemalasan juga situasional, misalnya pas disuruh buang sampah terus enggan karena lagi histeris menonton drakor, nah kemungkinan itu malas.

Selalu dirasakan atau situasional?

Malas itu hanya muncul pas ada kegiatan tertentu yang nggak kita nikmati untuk lakukan. Wajar. Kalau depresi, rasa tidak ingin melakukan apa-apa karena hampa dan gak punya tenaga… bisa berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Kita bisa jadi malas karena kelelahan. Misal kemarin sibuk latihan ini itu buat perform, terus hari ini capek banget dan gak ingin melakukan apa-apa. Kalau depresi, kemungkinannya adalah kita selalu merasa tidak punya tenaga sebanyak apa pun waktu istirahat yang sudah kita ambil.

Hidup bagai zombie atau masih peka dengan sekitar?

Poin menarik tentang kemalasan dan depresi dikemukakan oleh Psych Central. Kalau kita malas, kita dengan gampang memilih. Misal kita mau bersih-bersih kamar karena sudah lumayan kotor, kita bisa bilang, "Ah, besok aja deh."

Beda lagi kalau depresi. Kita justru gak akan sadar kalau kamar kita kotor. Nggak aware sama diri sendiri. Pikiran kita nggak akan sempat fokus ke kebersihan atau apa pun itu, tapi terjebak di perasaan negatif terus-menerus.

Kalau dari tiga poin di atas semua jawabanmu masuk ke pernyataan kiri, bisa jadi apa yang kamu rasakan adalah gejala depresi. Namun, jangan ambil diagnosis sendiri. Kalau kamu sudah merasa nggak baik-baik aja selama beberapa minggu tanpa henti bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan ke tenaga profesional seperti psikolog atau psikiatri.(*)

Related Articles
Lifestyle
Kamu Termasuk Orang yang Susah Bilang Tidak? Ini 5 Cara Stop Jadi People Pleaser

Lifestyle
10 Ide Hal yang Bisa Kita Syukuri Meski Situasi Lagi Teramat Sulit

Lifestyle
4 Tanda Kalau Circle Pertemananmu Gak Suportif dan Harus Dihindari