Tech

Indonesia Bakal Bangun Pabrik Baterai EV Senilai Rp 17 Triliun Bareng LG

Jingga Irawan

Posted on May 25th 2021

Kabar gembira datang dari Menteri Investasi sekaligus Ketua BPKM Bahlil Lahadalia. Menurut laporan Reuters, Selasa (25/5) Menteri Investasi menyebutkan Indonesia Battery Coorporation (IBC) dan konsorsium LG Korea Selatan akan membangun pabrik baterai baru senilai USD 1,2 miliar (sekitar Rp 17,2 triliun), dengan kapasitas 10 gigawatt hour (GWh).

Pabrik tersebut akan dibangun dekat Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Yang merupakan bagian dari kesepakatan senilai USD 9,8 miliar (sekitar Rp 140 Triliun) antara LG dan Indonesia yang ditandatangani tahun lalu.

Bahlil Lahadalia dalam sebuah pernyataan tak merinci jangka waktu untuk targetnya pabrik itu. Namun ia menyampaikan bahwa pabrik itu akan dibangun dalam waktu dekat. "Pembangunan tahap pertama akan memiliki kapasitas produksi 10 GWh, yang nantinya akan digunakan untuk EV dari Hyundai," tambahnya.

Konsorsium LG terdiri dari banyak unit yang berbeda, termasuk LG Chem, LG Energy Solution, LG International, ditambah pembuat baja Korea Selatan POSCO. Serta perusahaan kobalt Tiongkok, Huayou Holdings, yang memegang andil besar dalam produksi kendaraan listrik global.

Reuters juga memberitakan awal bulan ini bahwa LG Energy Solution sedang mencari cara membangun sel baterai canggih untuk Tesla Inc pada 2023. LG Energy Solution sedang mempertimbangkan lokasi produksi potensial di Amerika Serikat dan Eropa.

Sementara itu, masih menurut laporan Reuters, produsen nikel terkemuka Indonesia kini memiliki rencana ambisius untuk mulai memproses pasokan bijih nikel lateritnya yang kaya dan akan digunakan dalam baterai lithium. Indonesia menargetkan untuk memproduksi baterai senilai 140 GWh pada 2030.(*)

Related Articles
Tech
Xiaomi Dikabarkan Segera Produksi Mobil Listriknya Sendiri

Tech
Agar Mobil Listrik Murah, Hyundai Jualan Tanpa Baterai. Gantinya Sistem Sewa

Tech
Volkswagen Mulai Bangun Pabrik Baterai EV Tahun Depan