Sport

Terapkan Sistem Kluster, Persebaya Tak Bisa Berkandang di GBT

Lusa, Polri Keluarkan Izin Kompetisi

Mainmain.id

Posted on May 25th 2021

KABAR baik akhirnya datang untuk sepak bola Indonesia. Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim ini dipastikan bergulir. Jaminan itu diberikan langsung oleh Asisten Operasi  Polri Irjen Imam Sugianto seusai rapat koordinasi di Kantor Kemenpora, Jakarta, kemarin (24/5). Pertemuan yang difasilitasi Menpora Zainudin Amali itu juga dihadiri Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Dirut LIB Akhmad Hadian Lukita.

Polri, kata Imam Sugianto, menjanjikan paling lambat surat izin tersebut bakal keluar Kamis (27/5). ”Saat ini masih ada yang perlu dilengkapi, termasuk persyaratan dan rekomendasi, terutama untuk wilayah yang akan menjadi penyelenggara Liga 1 dan Liga 2,” kata Imam setelah mengikuti rapat koordinasi.

Salah satu faktor yang membuat Polri tak ragu mengeluarkan izin adalah kesuksesan Piala Menpora yang digelar Maret lalu. Turnamen pramusim tersebut dinilai cukup berhasil menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, kekhawatiran bahwa sepak bola bakal menjadi kluster persebaran Covid-19 bisa dihindari.

Nah, kisah sukses itulah yang akan diteruskan di kompetisi nanti. Iriawan memastikan hal itu. Salah satunya, kembali menerapkan sistem bubble-to-bubble. Yakni, pergerakan tim, pemain, dan ofisial dibatasi di area tertentu.  Semua tim Liga 1 akan berkandang di Jawa.

Lalu, seperti apa formatnya? Kabar yang diterima Harian Disway, kompetisi akan digelar dengan model kluster. Mirup-mirip sirkus begitu. Sebanyak 18 tim akan diboyong untuk bertanding di suatu area. Mudahnya, Pulau Jawa akan dibagi dalam tiga sampai empat kluster.  Misalnya, kluster Jakarta Raya, Jateng + Jogja, dan Jawa Timur.

Secara bergantian, 18 tim akan berkompetisi di kluster tersebut. Menyelesaikan beberapa pertandingan, sebelum berpindah ke kluster berikutnya. Seperti halnya di Piala Menpora, tim kota asal tidak bisa bertanding di kandang sendiri. Mislanya, Persebaya. Bila nanti kompetisi digelar di area Jatim, Persebaya tidak bisa berkandang di Stadion Gelora Bung Tomo.  

Format itu menempatkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memegang penuh penyelenggaraan pertandingan. Langkah itu dinilai cukup efektif untuk penerapan protokol kesehatan sekaligus antisipasi munculnya temuan Covid-19 di sepak bola. Seperti halnya di Piala Menpora lalu. (Gunawan Sutanto)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Related Articles
Sport
Kongres PSSI: Tarik Ulur Jumlah Tim Degradasi, Bisa Tiga Atau Empat Tim

Sport
Persebaya Usulkan Kompetisi Digelar di Jawa

Sport
Liga 1 dan Liga 2 Resmi Ditunda Hingga 29 Mei