Lifestyle

Jangan Remehkan, Ini Dampak Buruk yang Bisa Kalian Dapat Jika Obesitas

Dwiwa

Posted on May 24th 2021

(Pixabay)

Jumlah kasus obesitas di Indonesia telah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terbaru pada 2018, ada sekitar 21,8 persen masyarakat Indonesia yang mengalami obesitas. Angka ini meningkat cukup banyak jika dibandingkan data Riskesdas 2013 sebesar 14,8 persen.

Padahal jika dibiarkan, obesitas memiliki banyak sekali dampak buruk bagi kesehatan kita. Tingginya indeks masa tubuh (IMT) ini bisa meningkatkan risiko kerusakan organ yang mengarah pada munculnya diabetes, penyakit sendi, bahkan menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan virus.

Dilansir dari Eat This, Not That!, sebuah studi baru bahkan mengungkap dampak buruk lain dari obesitas. Para ilmuwan di The Irish Longitudinal Studi on Aging (TILDA) di Trinity College Dublin menemukan jika kelebihan berat atau obesitas secara signifikan menurunkan aliran darah ke otak.

Kondisi yang disebut dengan “hipoperfusi serebral” ini yang dianggap sebagai mekanisme awal dalam demensia vaskular dan penyakit Alzheimer.

Para peneliti menyelidiki tiga ukuran obesitas yang berbeda pada orang dewasa di atas 50 tahun – IMT, rasio pinggang-pinggul dan lingkar pinggang, serta aktivitas fisik. Kemudian aliran darah otak diukur dengan pemindaian MRI untuk mengidentifikasi hubungan antara obesitas dan peningkatan aliran darah.

Hasilnya, aliran darah otak biasanya menurun seiring bertambahnya usia. Namun, pengaruh negatif obesitas terhadap aliran darah otak lebih besar daripada usia. Tetapi efek negatif ini diidentifikasi peneliti bisa dihilangkan dengan olahraga.

Peningkatan aktivitas fisik terbukti meningkatkan atau bahkan meniadakan penurunan aliran darah. Para peneliti menyarankan untuk melakukan setidaknya 1,5 hingga dua jam aktivitas sedang sepanjang hari yang mendorong pernapasan lebih keras dari biasanya – seperti bersepeda atau berjalan cepat.

Pasokan darah yang sehat dan konsisten ke otak merupakan hal yang penting guna memastikan otak mendapat cukup oksigen dan nutrisi untuk berfungsi dengan benar.

"Jika aliran darah otak terganggu, hal itu dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seiring bertambahnya usia, seperti meningkatkan risiko demensia dan penyakit Alzheimer," ujar dr Silvin Knight, peneliti TILDA dan penulis utama.

Studi tersebut mengungkapkan hubungan yang jelas antara obesitas dan penurunan suplai darah ke otak pada populasi yang lebih tua. Selain itu, ini juga menunjukkan pentingnya untuk menjadi aktif secara fisik terutama bagi yang kelebihan berat badan atau obesitas. Pasalnya, hal ini dapat membantu melindungi berkurangnya aliran darah ke otak serta mengurangi dampak buruk kesehatan yang ditimbulkan.

Wah, bisa jadi peringatan serius nih buat kita semua untuk menjaga berat badan agar tetap ideal. Jika ada yang mengalami kelebihan berat badan atau mungkin obesitas, sudah waktunya nih untuk mengubah gaya hidup. Mulailah untuk serius menerapkan pola makan yang lebih sehat dan perbanyak aktivitas fisik agar terhindar dari dampak buruk kesehatan yang mungkin terjadi.(*)

Artikel Terkait
Lifestyle
Awas, Diet Yo-Yo Berbahaya Bagi Kesehatan Loh

Lifestyle
Survei: Hampir Setengah Umat Manusia Makan Terlalu Banyak atau Terlalu Sedikit

Lifestyle
Ini Alasan Utama Orang Gagal Jalani Gaya Hidup Sehat, Kamu Juga?