Lifestyle

Pengen Jaga Body? Hindari 5 Jenis Diet Ini Yaaaa

Dwiwa

Posted on May 23rd 2021

Apa kalian tahu bagaimana cara menentukan diet yang tepat? Caranyagampang kok, jika kalian merasa nyaman dan senang melakukannya, itu tandanya diet yang dijalani sudah pas.

Dilansir dari Eat This, Not That!, menurut Amy Helms, LMSW, MS, CEDRD-S, RD, LD, diet yang harus dihindari adalah yang tidak berkelanjutan. Ini termasuk diet yang terlalu banyak mengurangi karbohidrat atau rencana yang tidak cocok dengan gaya hidup kalian.

“Pengaturan yang terlalu membatasi kalori akan merugikanmu dalam jangka panjang. Tubuh kita beradaptasi untuk berfungsi dengan lebih sedikt kalori, membuat berat badan kembali tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Pengurangan kalori yang besar juga menjadi penyebab utama makan berlebihan. Dia menambahkan, dalam beberapa kesempatan, ini dapat menyebabkan diet gagal dan sementara untuk yang lain menjadikan makan jadi tidak teratur.

Nah, biar kalian nggak salah pilih, berikut 5 diet yang tidak disarankan para ahli untuk dicoba.

 

1. Diet Atkins

Menurut Allen Conrad, BS, DC, CSCS dari Motgomery County Chiropractic Center, meskipun diet daging tanpa karbohidrat ini mungkin membantu menurunkan berat, tetapi ini bisa berdampak negatif pada kesehatan kalian secara keseluruhan.

Menurutnya, Diet Atkins ini berfokus pada makanan tinggi lemak dan daging merah sebagai komponen utama dalam makanan. Konsepnya adalah, kalian dapat menurunkan berat badan dengan cara ini.

“Masalahnya adalah konsentrasi daging merah dan lemak tak jenuh yang tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung dan kolesterol tinggi,” jelasnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa diet tinggi daging merah dan lemak trans harus dihindari karena masalah kesehatan jangka panjangnya.

 

2. Diet Ketogenik

Keto adalah diet yang paling digemari di tahun 2019. Namun menurut dr Conrad,  diet yang bertujuan menurunkan berat badan ini akan memberikan beban lebih besar pada organ internal, terutama yang membutuhkan karbohidrat untuk bekerja.

Pasalnya, konsep dari diet ini adalah membuat tubuh berada dalam keadaan ketosis dengan maksud agar tubuh menyimpan lebih sedikit lemak dan bisa menurunkan berat badan. Conrad juga menyebut jika sebuah penelitian mengungkan bahwa diet rendah karbohidrat yang berkepanjangan berbahaya dan dapat menyebabkan kematian diani.

 

3. Snake Diet

Snake Diet alias Diet Ular ini merupakan diet iseng yang terdiri dari dua periode puasa berkepanjangan (dua periode puasa awal adalah 48 jam dan 72 jam) dengan karbohidrat rendah, makanan berlemak tinggi dikonsumsi diantara periode puasa.

Diet ini merebak di media sosial pada 2019 dengan klaim para pengikutnya mendapatkan penurunan berat badan yang drastis. Tetapi para peneliti berharap jika popularitas diet ini tidak bertahan lama.

“Keamanan dan efek jangka panjang tidak diketahui seperti kasus kebanyakan diet iseng, yang bagaimanapun juga, hanya iseng-iseng, berumur pendek dan tanpa dasar ilmiah,” ujar Ania Jastreboff, MD, Ph.D, endokrinologis Yale Medicine dan direktur Manajemen Berat & Pencegahan Obesitas.

 

4. Diet telur rebus

Para pengikut diet ini mengklaim jika mereka bisa kehilangan 24 pounds atau sekitar 10,8 kg dalam dua minggu hanya dengan makan telur rebus sepanjang hari. Melissa Nieves, RD dari Helathy Meals Supreme mengatakan jika diet ini memangkas banyak jenis makanan dan membatasi pilihan makanan kalian, dan terbatas pada telur.

Meskipun mengikuti diet ini, yang sangat rendah karbohidrat dan tinggi protein, dapat membantu menurunkan berat badan berlebih, pada dasarnya ini hanya untuk jangka pendek.

“Banyak orang kesulitan mempertahankan diet ini, sebagian besar karena rasa bosan,” jelasnya. Dia juga menunjukkan bahwa ini bukan rencana diet yang harus diikuti oleh individu dengan diabetes, masalah kolesterol, atau masalah jantung.

 

5. Diet Alkaline

Campbell mengatakan jika banyak diet iseng tidak memiliki sains yang ditinjau oleh rekan sejawat untuk mendukungnya sama sekali, salah satunya seperti menghindari makanan asam untuk Diet Alkaline atau menggunakan suplemen atau minuman untuk menghilangkan racun dari tubuh.

Dia menjelaskan, orang yang memiliki sistem organ yang sehat dan berfungsi, sudah mempunyai detoksifikasi yang memadai.

“Salah satu cara untuk mendukung kemampuan alami tubuh untuk membuang racun adalah dengan fokus pada kebiasaan sehat seperti minum cukup air, makan setidaknya setengah piring dari buah dan sayuran, dan makan sumber protein tanpa lemak yang cukup,” ujarnya.

Jadi nih, sebelum kalian memutuskan untuk melakukan satu jenis diet tertentu, ada baiknya untuk mempelajari lebih dahulu bagaimana pola makan ini dijalankan.

Kalau perlu, konsultasikan dulu kepada ahli gizi tentang pilihan diet yang ingin kalian coba apakah cocok atau tidak. Tapi yang jelas, para ahli tidak menyarankan diet yang terlalu ekstrim dalam membatasi jenis dan jumlah makanan. Selain itu jangan lupa untuk rutin berolahraga ya. (*)

 

Related Articles
Lifestyle
Diet Paleo Vs Diet Keto, Mana Pilihan yang Lebih Sehat?

Lifestyle
Tidak Ingin Mengalami Penuaan Dini? Hindari Terlalu Banyak Mengonsumsi Bahan Ini

Lifestyle
Awas, Diet Yo-Yo Berbahaya Bagi Kesehatan Loh