Korea

After the Finale:Mouse: Ba-reum Bukan Lagi Monster

Mainmain.id

Posted on May 23rd 2021

Bukan happy ending. Bukan sad ending juga. Tapi fair ending. Episode pemungkas Mouse yang tayang Kamis lalu (20/5) menjadi penutup yang komplet dari tiga bulan perjalanan Jung Ba-reum. Semua kepingan puzzle jatuh ke tempatnya. Semua teka-teki terjawab. Dan semua mendapatkan apa yang pantas didapatkan. Perfect.

---

JUNG BA-REUM sukses membuat kita menangis tak henti-henti pada episode ke-20 Mouse. Namun bukan melulu karena sedih. Sebaliknya. Penonton ikut lega melihat akhir perjalanannya. Ketika ia terbebas dari segala derita dan siksaan sebagai psikopat.

Tak seorang pun memaafkannya. Termasuk Go Moo-chi (Lee Hee-joon), yang sudah menganggap ia sebagai adik sendiri. Juga Oh Bong-yi (Park Ju-hyun), yang pernah sangat mencintainya. Ketika seluruh dunia memusuhinya, Ba-reum pergi ke kapel penjara. Mencari perlindungan Tuhan. Yang pernah sangat ia benci.

Ia melihat Jae-hoon duduk di bangku panjang. Didengarnya bocah lugu itu berdoa. ’’Kata orang-orang, aku terlahir sebagai monster. Tolong. Jangan biarkan aku menjadi monster. Kumohon,’’ katanya lirih. Kedua tangannya terkatup rapat.

Ba-reum duduk. Menjajari anak itu. ’’Tuhan mendengar doa-doamu,’’ ia berkata dengan tenang. Ditatapnya Jae-hoon. ’’Kamu bukan lagi seorang monster.’’ Bibir si bocah bergetar. Air mata mengalir ke pipi. Ba-reum memeluknya.

Ketika semua orang membencinya, Ba-reum memilih memaafkan dirinya sendiri. Berdamai dengan masa lalu. Memberi penghiburan pada batinnya. Membebaskan segala perasaan bersalah. Dan dengan cara itulah ia mati. Tanpa keluarga maupun teman. Namun ia pergi dengan tenang. Seperti yang ia katakan kepada Jae-hoon. Ia bukan lagi monster. Dan kita percaya itu.

Tanpa Plot Hole

Tak diragukan lagi. Mouse menjadi salah satu drama terbaik sepanjang tahun ini. Meskipun jalan ceritanya rumit, melibatkan begitu banyak tokoh yang namanya sulit diingat, dan setiap episodenya menghadirkan plot twist, ceritanya istimewa. Rumit, yes. Karena mengandung banyak layer. Mbulet, tidak. Hanya memang menutut konsentrasi tinggi saat menonton.

Karena setiap kejadian, setiap detail, menuju pada penyelesaian yang gemilang. Setelah 19 episode yang penuh pertanyaan dan memicu diskusi hangat di kalangan fans, akhirnya semua terjawab pada finale. Tanpa plot hole. Tidak mengherankan kalau episode terakhir lalu mencatat rating 6,246 persen di Korea. Tertinggi di slot tayangnya.

Sebelumnya, fans deg-degan menunggu finale. Di media sosial dan forum-forum diskusi, mereka khawatir ada kejutan yang mengada-ada. Seperti, menimpakan kesalahan seluruhnya kepada OZ. Padahal organisasi rahasia ini baru muncul pada episode ke-17. Atau—misalnya, yang lebih konyol lagi—bahwa dalang dari semua ini adalah orang yang kita kenal baik.

Tapi ternyata tidak. Terima kasih kepada penulis Choi Ran, dia membuat semuanya tetap masuk akal. Kita tidak terkejut ketika mengetahui bahwa otak proyek OZ adalah Choi Young-shin (Jung Ae-ri). Sang sekjen istana kepresidenan. Toh sejak awal hingga pertengahan serial, sudah banyak petunjuk menuju ke sosok perempuan kharismatis itu.

Dia sudah terlibat dalam pembahasan undang-undang yang mengatur legalisasi aborsi janin yang diketahui memiliki gen psikopat. Gara-gara penelitian Daniel Lee (Jo Jae-yoon) pada 1994. Dia mengikuti kasus pembunuhan berantai si Predator, yang tak lain adalah Ba-reum. Dan ketika Ba-reum menderita cedera otak, dia yang memohon agar polisi polos itu diselamatkan.

Kalau penonton tidak terkejut, misterinya gagal dong. Siapa bilang? Meski kita sudah menduga bahwa Choi Young-shin terlibat, pengungkapan motif dan metode yang dia lakukan tetap mind-blowing.

Dan betapa motif Choi bisa menjadi bahan diskusi baru. Apakah kita harus melakukan kejahatan untuk menghapuskan kejahatan yang lebih besar? Apakah untuk menciptakan tatanan dunia yang utopis, harus ada collateral damage yang mengerikan? Choi memimpikan dunia tanpa psikopat. Tapi cara yang dia lakukan justru membuktikan bahwa dia adalah psikopat paling berbahaya.

 

Applaus Buat Lee Seun-gi

Melihat akting Lee Seung-gi di Mouse, wajar saja kalau Airen (sebutan fans Seung-gi, Red) marah-marah. Gara-gara aktor 33 tahun itu tidak masuk nomine Aktor Terbaik Baeksang Arts Awards 2021 pekan lalu. Bagaimana tidak? Ia memainkan salah satu karakter paling kompleks dalam sejarah K-drama, dengan sangat mengagumkan.

Ketika serial ini baru mulai, kita mengenal Ba-reum sebagai polisi polos yang lembut hati. Ia rajin membantu warga senior, penyayang binatang, dan ramah kepada siapa saja. Padahal aslinya ia pembunuh berdarah dingin. Setelah mendapatkan transplantasi otak dari Sung Yo-han (Kwon Hwa-woon), ia jadi punya emosi dan empati. Ia tetap membunuh. Tapi setiap pembunuhan jadi terasa sangat menyakitkan.

’’Yang paling susah itu justru saat memerankan Ba-reum sebagai anak baik,’’ kata Lee Seung-gi dalam episode spesial Mouse: The Last, yang tayang Jumat lalu (21/5). ’’Sebagai penjahat, aku lebih mudah menyampaikan kepada penonton, siapa itu Ba-reum. Padahal, tugas utamaku adalah membuat orang percaya bahwa ia anak baik-baik di awal serial,’’ paparnya.

Pada tujuh episode pertama—hingga sebelum operasi otak—Seung-gi harus melakoni dua set syuting. Yakni sebagai anak baik. Serta sebagai psikopat. Untuk edisi spesial Mouse: The Predator. Yang tayang setelah episode 15. Dalam dua episode khusus itu, ia benar-benar harus mengubah ekspresi dan bahasa tubuh dalam hitungan detik.

Seung-gi melakukannya dengan sangat mulus. Seolah ada tombol on/off pada aktingnya. Sesaat menjadi Jung Ba-reum si Putra Nasional yang lembut hati. Dan sedetik kemudian menjadi si Predator. Jika Lee Seung-gi tidak mendapatkan gelar Aktor Terbaik dalam acara awards apa pun, mungkin ia dikalahkan oleh Jung Ba-reum, si aktor terhebat. (Retna Christa/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id) 

Artikel Terkait
Korea
Ketika Plot Twist Mouse Semakin Liar, Kru Produksi pun Kewalahan

Korea
Comeback! Ku Hye-sun Menulis dan Sutradarai Film Sendiri

Korea
First Impression Spring Camp: Curhat Jae-hyun di Perkemahan Musim Semi