Tech

Elon Musk Pertimbangkan Buka Pabrik Tesla di Rusia

Jingga Irawan

Posted on May 22nd 2021

Elon Musk dalam sebuah acara di Rusia (Russia Beyond)

Setelah mengungkapkan rencana pembangunan Gigafactory di Jerman, Elon Musk rupanya ingin memperluas bisnis kendaraan listriknya ke Eropa Timur. Dilansir dari Wall Street Journal, Sabtu (22/5), Musk sedang mempertimbangkan membuka pabrik Tesla di Rusia dengan tujuan memperluas fasilitas produksinya secara global.

Dalam monolog di sebuah acara di Rusia melalui tautan video, Musk mengatakan perusahaan tersebut telah memiliki lokasi produksi di Tiongkok dan Amerika Serikat, tetapi sedang mempertimbangkan untuk membuka fasilitas produksi di wilayah lain.

"Saya pikir kami semakin dekat untuk membangun kehadiran Tesla di Rusia, itu akan luar biasa,” kata Musk, Jumat (21/5). Disusul dengan pernyataan bahwa ia juga melihat potensi ekspansi ke bekas negara Soviet seperti Kazakhstan, dan negara tetangga lainnya.

"Seiring waktu, kami akan mencari pabrik di bagian lain dunia," tambahnya.

Pernyataan itu diungkapkan Musk saat berbicara di sebuah festival forum edukasi yang menampilkan wirausahawan sains serta teknologi. Di forum itu ia menyinggung segala hal tentang masa depan. Mulai dari eksplorasi Mars hingga kepercayaan dan kehidupan umat manusia.

Tidak hanya Musk, Co-founder Apple Inc. Steve Wozniak juga dijadwalkan untuk berbicara di forum tersebut.

Musk juga menyerukan dialog antara AS dan Rusia diperbaiki saat hubungan antara kedua negara telah memburuk ke posisi terendah pasca Perang Dingin. "Ada banyak bakat dan energi di Rusia. Harus ada lebih banyak dialog dan komunikasi antara Rusia dan Amerika Serikat," kata Musk.

Menanggapi pernyataan Musk yang sedang heboh diperbincangkan, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia mengundang Musk ke Rusia.

"Elon Musk yang terhormat, kami sangat senang mengetahui bahwa Anda mempertimbangkan untuk membangun pabrik di Rusia. Ngomong-ngomong, kami memiliki sejumlah langkah dukungan negara untuk OEM (Produsen Peralatan Asli). Kunjungi kami, kita akan bicara tentang itu :),” katanya akun Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia di media sosial dalam bahasa Inggris, dikutip dari Reuters.

Menurut penyedia data Autostat, pasar Rusia untuk mobil listrik telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada awal 2021, ada sekitar 11.000 mobil penumpang listrik yang terdaftar di Rusia. Namun hanya 700 di antaranya yang merupakan produk Tesla. Sementara model kendaraan paling populer di Rusia adalah Nissan Leaf. Jumlahnya sekitar 9.000.

Sejauh ini kurangnya infrastruktur pengisian daya adalah salah satu masalah utama yang menahan mobil listrik di Rusia. Saat ini hanya ada sekitar 400 stasiun pengisian daya di seluruh wilayah Negeri Beruang Merah tersebut.

Meskipun demikian, jumlah mobil listrik yang terdaftar di Rusia telah tumbuh 71 persen selama setahun terakhir, terutama karena penghapusan bea masuk mobil listrik dari negara-negara terdekat.

Rusia tidak memiliki proyek mobil listrik besar. Menteri Perindustrian dan Perdagangan Denis Manturov mengatakan pada Maret bahwa pembuat mobil listrik Zetta sedang merancang model eksperimental dan berencana untuk meluncurkan produksinya pada 2021.

Sebelumnya, Bos Tesla dan SpaceX itu sempat mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengobrol di aplikasi media sosial Clubhouse. Tapi tampaknya, Musk hanya bercanda ketika itu.(*)

Related Articles
Tech
Tidak Hanya Komplek Militer, Tesla Juga Dilarang Parkir di Gedung Pemerintahan

Current Issues
Elon Musk Tiba-Tiba Puji Produsen EV Tiongkok, Ada Apa Nih?

Tech
"EV Boom" Bikin Dunia Butuh Lebih Banyak Listrik