Current Issues

Efek Samping Ini Paling Sering Dialami Remaja Saat Divaksin Covid-19

Dwiwa

Posted on May 20th 2021

Selain protokol kesehatan, vaksin Covid-19 telah menjadi salah satu senjata ampuh dalam melawan virus SARS-Cov-2. Tidak heran jika berbagai negara di dunia berlomba-lomba untuk menjadi yang tercepat memvaksinasi warganya.

Tetapi tentu saja, sebagai zat yang asing bagi tubuh, ada beberapa efek samping yang bisa terjadi ketika vaksin Covid-19 disuntikkan. Pada umumnya, efek samping yang dirasakan ini hanya ringan, meskipun pada kasus sangat jarang, gejala yang lebih parah juga dapat terjadi.

Vaksin Covid-19 ini pun tidak lagi hanya untuk orang-orang dewasa. Remaja dan anak-anak di atas 12 tahun juga sudah diperbolehkan untuk mendapatkan vaksinasi. Di Amerika Serikat dan Kanada, vaksin Pfizer kini sudah mendapat izin untuk digunakan pada anak berusia 12 sampai 15 tahun, setelah sebelumnya hanya diperuntukkan bagi mereka yang berusia 16 tahun ke atas.

Dilansir dari Business Insider, meski sama-sama menimbulkan efek samping, tetapi rupanya ini lebih sering muncul pada remaja dibanding dengan orang dewasa. Tampaknya hal tersebut disebabkan karena sistem imun anak-anak bekerja dengan sangat baik untuk segera bangkit.

Dr Sharon Nachman, kepala penyakit menular pediatrik di Rumah Sakit Anak Stony Brook mengatakan kepada Insider jika munculnya rasa kelelahan dan demam menjadi pertanda jika tubuh membuat respon kekebalan yang hebat.

Lalu, apa saja sih efek samping yang paling umum dialami oleh remaja maupun dewasa muda? Hasil uji coba yang dilakukan Pfizer terhadap remaja (12-5 tahun) dan dewasa muda (16-25 tahun) menunjukkan jika sebagian besar efek samping ini tidak terlalu beda dari yang tercatat terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

Pada remaja, efek samping paling sering dirasakan adalah nyeri di tempat suntikan yang dirasakan hampir 91 persen pada anak berusia 12 sampai 15 tahun. Kemudian disusul dengan kelelahan sebanyak 78 persen dan 76 persen melaporkan sakit kepala.

Hampir setengah remaja juga melaporkan menggigil setelah satu dosis suntikan Pfizer, sementara 42 persen melaporkan nyeri otot. Deman dan nyeri sendi tak lazim juga dilaporkan dirasakan para remaja dengan masing-masing 24 persen dan 20 persen.

Secara umum, hampir semua efek samping vaksin lebih umum di kalangan remaja daripada orang dewasa. Sekitar 84 persen orang berusia 18 tahun ke atas dalam uji klinis Pfizer melaporkan nyeri di tempat suntikan dan 63 persen melaporkan kelelahan. Sebanyak 55 persen melaporkan sakit kepala, 38 persen nyeri otot, 32 persen menggigil, 24 persen nyeri sendi, dan 14 persen demam.

Kalau melihat hasil studi ini, rasanya sudah tidak ada alasan lagi untuk takut divaksin Covid-19. Jadi kalau nanti sudah tiba gilirannya mendapat jadwal vaksinasi Covid-19, jangan ragu untuk datang ya. Lagi pula, ada banyak alasan mengapa meskipun kalian masih muda dan sehat, tetapi tetap membutuhkan vaksin Covid-19.(*)

Related Articles
Current Issues
Vaksin Covid-19 Akan Segera Tersedia untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Current Issues
Berbagai Reaksi Remaja di AS Ketika Akhirnya Bisa Vaksinasi Covid-19

Current Issues
Antibodi Usai Vaksinasi Mungkin Tidak Terbentuk pada Pasien Autoimun