Tech

Selain Elon Musk, Ternyata Tiongkok Turut Bikin Mata Uang Kripto Jatuh

Jingga Irawan

Posted on May 20th 2021

Pemerintah Tiongkok melarang bank dan perusahaan pembayaran untuk menyediakan layanan yang terkait dengan transaksi mata uang kripto. Kebijakan itu menandai tindakan keras baru terhadap mata uang digital.

Dilansir dari BBC pada Kamis (20/5), kebijakan tersebut mengikuti penurunan Bitcoin (BTC) lebih dari 10 persen setelah Tesla mengatakan tidak lagi menerima kripto sebagai pembayaran. Sementara itu, mata uang digital lainnya seperti Ethereum (ETH) dan Dogecoin (DOGE) masing-masing kehilangan sebanyak 22 persen dan 24 persen.

Tiga asosiasi industri keuangan Tiongkok sendiri -yang termasuk bank dan perusahaan pembayaran online- sejak Selasa (17/5) sudah tidak menawarkan layanan terkait kripto. Baik pembukaan akun, pendaftaran, perdagangan, kliring, penyelesaian, dan asuransi. Larangan tersebut sebenarnya sudah ada sejak 2017. Dan sejak itu sebenarnya transaksi mata uang kripto di Tiongkok termasuk ilegal. Meskipun demikian, orang-orang masih dapat berdagang mata uang seperti Bitcoin secara online. Namun mereka mendapat perhatian keras pemerintah.

Dibandingkan dengan larangan sebelumnya yang dikeluarkan pada 2017, aturan baru tersebut sangat memperluas cakupan layanan yang dilarang. Pemerintah menilai bahwa mata uang digital tidak didukung oleh nilai riil apa pun.

Cakupan larangan yang ditetapkan Tiongkok misalnya lembaga di sana tidak boleh menerima mata uang kripto, atau menggunakannya sebagai alat pembayaran. Lembaga keuangan juga tidak dapat menyediakan layanan pertukaran antara mata uang kripto dan yuan, bahkan mata uang asing.

Bank dan perusahaan pembayaran juga didesak untuk meningkatkan pemantauan aliran uang yang terlibat dalam perdagangan kripto. Serta, berkoordinasi dengan Pemerintah Tiongkok dalam mengidentifikasi risiko tersebut.

Pemerintah juga tidak akan memberikan perlindungan pada konsumen jika mereka mengalami kerugian dari transaksi investasi mata uang kripto. Pemerintah menganggap bahwa naik turunnya mata uang baru-baru ini secara serius melanggar keamanan aset masyarakat dan mengganggu tatanan ekonomi dan keuangan normal.

"Tiongkok untuk beberapa waktu telah memberikan tekanan pada ruang kripto, tetapi ini menandai intensifikasi, negara lain mungkin mengikuti sekarang karena bank sentral membuat langkah menuju mata uang kripto mereka sendiri,” ucap ahli ekonomi Neil Wilson dari Markets.com dikutip dari BBC.

"Hingga saat ini, regulator (negara-negara) Barat telah cukup santai tentang Bitcoin, tetapi ini mungkin akan segera berubah,” tambahnya.

Keterlibatan Elon Musk dan Tesla

Sebelum adanya pengetatan aturan oleh Pemerintah Tiongkok, Elon Musk dan Tesla sudah membuat harga Bitcoin remuk terlebih dahulu.

Bulan lalu, Elon Musk mengumumkan bahwa Tesla mengizinkan pelanggan membeli mobil menggunakan Bitcoin. Hal itu membuat orang-orang tertarik berinvestasi pada mata uang kripto, terutama Bitcoin.

Tetapi minggu lalu, Musk banting setir. Mereka melarang pembelian kendaraan memakai Bitcoin. Alasannya masalah lingkungan yang ditimbulkan transaksi Bitcoin di pusat data komputer raksasa. Di mana hal itu sangat bergantung pada listrik yang dihasilkan dengan bahan bakar fosil, terutama batu bara.

Sebelumnya, Tesla juga membeli aset Bitcoin sebesar USD 1,5 Miliar. Meskipun Tesla tidak lagi menggunakan Bitcoin sebagai transaksi, pembuat mobil listrik itu tidak berniat menjual Bitcoin-nya. Hal itu mereka maksudkan untuk memulihkan transaksi mata uang kripto setelah beralih menggunakan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Meskipun mata uang digital tidak dapat diperdagangkan di Tiongkok, lebih dari 75 persen penambangan dan pengelolaan transaksi Bitcoin di seluruh dunia dilakukan di Tiongkok.

BBC menyebut naik turunnya mata uang kripto -terutama Bitcoin dan Dogecoin- baru-baru ini sebagai peristiwa acak. Dengan tweet Elon Musk yang menarik perhatian, orang-orang berbondong-bondong membeli mata uang kirpto. Kemudian peristiwa acak lainnya terjadi yang membuat nilai mata uang kripto jatuh lagi. (*)

Baca juga: Kripto Jatuh, Elon Musk Nge-Tweet Emoji Tangan Berlian. Apa Maksudnya?

 
Related Articles
Tech
Jaringan Bioskop AS AMC Theaters Akan Terima Bitcoin untuk Pembayaran Tiket Film

Tech
Dilarang Pemerintah, Penambang Bitcoin Tiongkok Bakal Pindah ke Amerika Utara

Tech
El Salvador Tambang Bitcoin Pakai Energi Panas dari Gunung Berapi