Sport

Balada 5 Kasih Tak Sampai La Dea

Mainmain.id

Posted on May 19th 2021

Atalanta BC yang ambisius bertemu kembali dengan Juventus. Kali ini, bukan di Serie A, melainkan di final Coppa Italia. Keduanya bertarung di Stadion Mapei, Sassuolo, pukul 02.00 dini hari nanti.

Kalau bisa bawa pulang piala ke Turin, inilah piala ke-14. Piala ini tentu saja menjadi hiburan setelah gelar Serie A dilucuti Inter Milan. Buat Atalanta yang karib dengan julukan feminim La Dea atau Sang Dewi, inilah momen bersejarah. Membawa pulang piala itu ke Bergamo akan menjadi catatan sejarah yang sudah diinginkan sejak 60 tahun silam. Artinya, sejak enam dasawarsa lalu, belum sekalipun Sang Dewi meraih prestasi monumental. Tidak heran kalau pelatih Gian Piero Gasperini begitu bernafsu ingin menggondol piala itu.

Saat turun ke lapangan yang ada di benak pemain Atalanta adalah mengubah puja-puji menjadi sesuatu yang lebih solid dan riil. Sudah lima kali tampil di final, Sang Dewi tak kunjung mampu merebutnya.

Membawa trofi kembali ke Bergamo setelah 18 bulan yang traumatis di kota Lombardian tidak hanya menjadi momen puncak bagi tim berbakat Gian Piero Gasperini, tetapi juga mengonfirmasi bahwa mereka sudah saatnya masuk ke panggung besar.

Musim ini Sang Dewi membangun reputasi baru sebagai sebuah tim yang mengalir bebas ke segala arah dengan lesakkan 90 gol di Serie A. Sayang, produktivitas itu hanya mendapatkan ganjaran sebagai pengiring pengantin atau runner-up semata untuk mendampingi Inter Milan di singgasana scudetto. Tampil tiga kali berturut-turut di Liga Champions adalah sebuah prestasi sensasional untuk La Dea.

Sang Dewi datang ke medan laga setelah memastikan diri lolos ke zona Liga Champions usai meringkus Genoa 4-3. Bandingkan dengan Bianconeri yang masih pusing setengah mati mengejar zona elite itu. Juve kini berada di peringkat lima. Pasukan Andrea Pirlo harus berebut tiket itu pada 23 Desember mendatang.

Juventus harus waspadai betul dengan nafsu Atalanta mencetak gol demi gol ke gawang lawan. Klub berjuluk La Vecchia Signora atau Si Nyonya Tua ini harus waspada terhadap Luis Muriel.

Muriel adalah pencetak 25 gol. Ia top skorer klub musim ini. Padahal, ia jarang menjadi starter. Ada lagi figur lain yang harus diwaspadai, yaitu bek sayap Robin Gosens yang sudah mencetak 12 gol. Sejak 2021, Atalanta mencetak total 62 gol. Inilah sebuah prestasi istimewa.

Artinya, Atalanta membawa skuad yang penuh percaya diri dan serba bisa ke Emilia-Romagna untuk final ini. Setelah mengalahkan Napoli 3-1 di semifinal dan mengalahkan Lazio di delapan besar, mereka bisa mengurangi prestasi serupa pada 1963.

Menyusul kemenangan dalam Derby d'Italia yang kontroversial Minggu lalu, kampanye suram dengan standar tinggi Juventus sekarang bisa berakhir gembira atau pil pahit. Juve masih berharap maskotnya Cristiano Ronaldo tampil epik untuk membawa pulang piala pelipur lara itu ke Turin.

Pasukan Andrea Pirlo tidak hanya berusaha meredam agresivitas anak-anak Bergamo, mereka juga membutuhkan bantuan Atalanta untuk menghentikan Milan di kompetisi liga agar bisa mendapat tempat di empat besar.

Salah satu kelemahan elementer tim asuhan maestro Pirlo ini adalah pertahanan. Juve selalu kebobolan dalam 14 pertandingan terakhir. Keadaan serupa pernah terjadi pada Juventus pada tahun 1955. Dalam dua pertemuan terakhir, Atalanta berada di atas angin. Di Serie A, Juve-Atalanta berakhir imbang 1-1 dan bulan lalu Atalanta unggul 1-0. Inilah keuntungan psikologis Sang Dewi dari lawannya.

Namun, siapa pun tahu, Juventus sangat lengket dengan DNA juara. Di luar itu, inilah penampilan terakhir penjaga gawang ikonik Gianluigi Buffon. Kemenangan di Coppa Italia akan mewakili akhir karier yang cocok untuk pria berusia 43 tahun itu. Buffon akan beraksi di depan 4000 penonton. Juve akan tampil tanpa bek sayap Alex Sandro gara-gara akumulasi kartu kuning. Selebihnya, they are ready to use. Semuanya siap pakai.

Namun, bek sayap Alex Sandro menerima kartu kuning keduanya pada kompetisi tersebut karena pelanggaran terhadap Achraf Hakimi selama semi piala kedua klub, sehingga akan absen di final sebagai akibatnya.

Juve tetap mengandalkan sang capocannoniere (pencetak gol terbanyak) Cristiano Ronaldo yang kini sudah mencetak 100 gol bersama Paulo Dybala.

Di atas kertas, kedua tim praktis turun dengan pasukan lengkap. Gian Piero Gasperini dari Atalanta sudah mengonfirmasi bahwa Bergamaschi siap menendang Juventus.

Bek internasional Italia, Rafael Toloi kembali ke tim pada akhir pekan. Sementara pencetak gol terbanyak Luis Muriel mengatasi masalah pahanya sendiri untuk tampil dari bangku cadangan melawan Genoa. La Dea siap menghancurkan Juve dengan konsep bermain 3-4-2-1.

Di depan, Muriel berharap mulai mendukung rekan senegaranya Duvan Zapata. Tetapi Ruslan Malinovskyi yang sedang dalam performa terbaiknya sulit digeser ke bangku cadangan. (Max Wangge/Harian Disway) 

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Artikel Terkait
Sport
Sesekali Biarlah Cristiano Ronaldo Turun Kelas

Sport
Vai Para Onde, Cristiano Ronaldo?

Sport
Raih Juara Coppa Italia Bukti Juventus Tak Pernah Mati