Current Issues

Akun Sosial Media Tiongkok Minta Maaf ke Tesla Atas Konten Rem Rusak Tanpa Bukti

Jingga Irawan

Posted on May 18th 2021

Wall Street Journal

Di tengah perbincangan hangat antara Tiongkok dan Tesla, kabar mengejutkan datang dari sebuah akun sosial media yang membahas soal otomotif di Tiongkok. Dilansir dari Teslarati, Selasa (18/5), akun sosial media tersebut mengeluarkan permintaan maaf terkait konten mereka tentang Tesla. Terutama tentang dugaan insiden "kerusakan rem" perusahaan, yang dilaporkan secara intens dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan permintaan maaf dari akun sosial media tersebut, laporan tentang insiden kerusakan rem Tesla di Tiongkok hanyalah rumor, dan tidak didukung oleh bukti apapun. 

Kabar ini menguatkan pandangan bahwa Tesla mungkin melakukan upaya serius untuk memerangi laporan yang menyesatkan terkait mobilnya. Menariknya lagi, akun sosial media tersebut juga mendesak media lain untuk menghapus artikel yang mengutip pada kontennya terkait Tesla. Akun itu juga berjanji untuk berhenti menyebarkan rumor tidak berdasar di masa depan.

Dalam sebuah perbincangan di Twitter, seseorang turut membantu menerjemahkan tentang permintaan maaf dalam bahasa Mandarin itu. Menurut seseorang dengan akun @DrHodling, akun yang bersalah menyebarkan kabar palsu terkait Tesla itu bernama 60秒懂车. Jika diartikan, "60 seconds know cars". Akun itu punya 250 ribu lebih follower.

Nah, media-media mainstream yang turut mengutip unggahan 60秒懂车 akhirnya juga meminta maaf. Termasuk media yang turut menerbitkan konten tentang dugaan Tesla meninggalkan pasar domestik dampak dari hadirnya mobil pintar Huawei. Konten itu juga ternyata tanpa dilengkapi fakta.

Adanya sejumlah permintaan maaf yang disertai pencabutan konten itu membuat berbagai komunitas kendaraan listrik mulai berspekulasi. Banyak dari mereka menduga bahwa Tesla di Tiongkok mungkin mengambil tindakan keras terhadap pemberitaan palsu media setempat.

Tesla memang terus dihantam badai pemberitaan negatif beberapa minggu belakangan. Bahkan terkesan sporadis. Dimulai dari protes seorang wanita pemilik Tesla Model 3 pada Shanghai Auto Show. Wanita tersebut mengklaim bahwa rem Model 3 miliknya rusak dan menyebabkan kendaraannya kecelakaan.

Sejak saat itu perhatian luas dari seluruh dunia menyoroti Tesla di Tiongkok. Apalagi di saat yang sama juga terjadi kecelakaan Tesla di Texas. Kecelakaan itu menyebabkan kebakaran hebat. Dan, menyebabkan dua penumpangnya tewas. 

Dampak dari kabar mengenai "rem rusak" Tesla itu sangat panjang. Bahkan beberapa pemilik Tesla di Tiongkok melaporkan bahwa mereka dilarang memasuki beberapa tempat umum. Misalnya, parkiran mall. Banyak penjaga keamanan dan parkir di mall melarang Tesla masuk karena khawatir menyebabkan kecelakaan.

Pemberitaan palsu dan merosotnya penjualan di Tiongkok mungkin telah mendorong Elon Musk membatasi perkembangan Tesla di Tiongkok. Namun, setelah permintaan maaf ini dan kesalahpahaman fakta, kemungkinan Tesla bakal melanjutkan rencana besar. Terutama soal Gigafactory di Shanghai.(*)

Related Articles
Current Issues
Tiongkok Keluarkan Aturan untuk Cegah Penyalagunaan Data Pengguna Mobil Pintar

Current Issues
Elon Musk Pastikan Pengguna Tesla di Tiongkok Tak Dibagikan ke AS

Current Issues
Protes Berlanjut, Zhang Yazhou Gugat Tesla Karena Pencemaran Nama Baik