Current Issues

Warga AS yang Sudah Divaksin Boleh Lepas Masker, Bagaimana dengan Indonesia?

Dwiwa

Posted on May 17th 2021

Panduan baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah mengizinkan orang-orang yang sudah divaksinasi penuh di negara tersebut untuk tidak memakai masker. Baik saat berada di luar ruang maupun di dalam ruangan pada sebagian besar kondisi.

Baca: Orang Amerika yang Sudah Divaksin Bisa Lepas Masker tapi Dengan Syarat Ini...

Pedoman baru dari CDC ini tentu menjadi angin segar bagi orang-orang yang sudah lelah dengan berbagai protokol kesehatan yang harus dilakukan selama setahun terakhir. Meski begitu, aturan ini masih belum bisa diterapkan di Indonesia.

Loh, memangnya kenapa? Kan di Indonesia juga sudah banyak orang yang divaksinasi. Jumlah kasusnya juga terus menurun setiap hari. Jadi kenapa kita yang sudah divaksin Covid-19 di Indonesia masih harus memakai masker sementara di Amerika boleh dilepas?

Eits, tidak seperti itu cara kerjanya. CDC berani mengeluarkan panduan seperti itu berdasarkan sejumlah studi yang menunjukkan jika vaksin Pfizer dan Moderna yang digunakan di negara tersebut di dunia nyata terbukti memberi perlindungan.

Nah, sementara di Indonesia, data-data seperti ini, tentang kemampuan vaksin dalam mencegah infeksi, masih belum ada. Dokter Adam Prabata, salah satu edukator Covid-19 yang merupakan kandidat PhD di Universitas Kobe Jepang, memberikan penjelasan lengkap di akun media sosialnya.

Selain ketiadaan data dan hasil penelitian terkait perlindungan dari vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia, perbedaan cakupan vaksinasi juga menjadi faktor penentu lain. Data yang dikumpulkan Adam dari CDC dan Kementerian Kesehatan memperlihatkan ketimpangan yang sangat jauh.

Menurut data CDC, sekitar 36 persen dari total populasi Amerika Serikat sudah mendapat dua dosis vaksinasi Covid-19. Sementara di Indonesia baru sekitar 3 persen dari total populasi. Jenis vaksin yang digunakan di Indonesia dan Amerika Serikat juga berbeda.

Perbedaan pada vaksin yang digunakan, data efektivitas vaksin yang tersedia dalam mencegah Covid-19, dan cakupan vaksinasi saat ini membuat kebijakan pelonggaran masker yang dilakukan di Amerika Serikat belum tentu sesuai dan efektif jika diterapkan di Indonesia.

Hal senada juga diungkap oleh Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof Zubairi Djoerban. Di akun media sosial pribadinya, Guru Besar Universitas Indonesia ini juga meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan aturan pelonggaran masker di Amerika Serikat.

"Lupakan pedoman CDC untuk melepaskan masker bagi yang sudah divaksin. Saya tidak setuju. Itu belum bisa berlaku di sini. Konsekuensi melepas masker terlalu dini itu besar," tulis Zubairi melalui akun @ProfesorZubairi.

Selain itu, Zubairi menegaskan jika kita tidak bisa mengetahui dengan tepat apakah seseorang sudah divaksin atau belum lewat masker. Baginya, situasi normal itu bukan sekadar melepas masker. Bahkan di beberapa negara, banyak orang tetap memakai makser meski negaranya baik-baik saja.

"Karena apa? Masker itu bagus untuk menghentikan penyebaran virus. Bukan cuma corona," lanjutnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dengan pelonggaran masker yang diberlakukan CDC di Amerika Serikat. Jangan sampai, hal itu justru membuat negeri kita mengalami situasi seperti yang terjadi di India atau Malaysia.

Nah, sudah jelas kan sekarang? Jadi buat kalian yang sudah divaksinasi Covid-19 dan tinggal di Indonesia, tetap gunakan masker saat keluar rumah ya. Selain itu, protokol kesehatan lain seperti menjaga jarak, rutin mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas juga tetap harus diterapkan dengan ketat.(*)

Related Articles
Current Issues
Antibodi Usai Vaksinasi Mungkin Tidak Terbentuk pada Pasien Autoimun

Current Issues
Kabar Baik! Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 dari Moderna Aman untuk Remaja

Current Issues
WHO Setujui Vaksin Sinovac Biotech untuk Penggunaan Darurat Lawan Covid-19