Tech

Ketika Telegram dan WhatsApp Perang Cuitan di Twitter

Dwiwa

Posted on May 16th 2021

Siapa bilang perang cuitan alias twit war cuma dilakukan oleh individu. Dua platform perpesanan raksasa, WhatsApp dan Telegram tampaknya juga terlibat adu komentar di platform berlambang burung biru tersebut.

Semua bermula cari unggahan Telegram pada 14 Mei. Tidak ada caption apa pun yang ditulis oleh akun resmi Telegram pada foto yang diunggahnya. Hanya ada gambar ikon recycle bin Windows dari masa ke masa dengan ikon terakhir memiliki logo WhatsApp dengan isi tumpukan kertas dan logo Facebook.

Meski tidak menuliskan apa pun, WhatsApp rupanya merasa terpanggil dengan meme tersebut. Akun centang biru milik WhatsApp pun meninggalkan jejak. Mereka menyindir ketiadaan enskripsi end-to-end secara default pada Telegram.

“Telegram admin: ...dan apa yang orang tidak tahu adalah kami tidak memiliki enkripsi end-to-end secara default,” balas WhatsApp pada meme buatan Telegram. Enkripsi end-to-end sendiri berfungsi untuk mengamankan pesan sehingga hanya pengirim dan penerima pesan yang bisa mengaksesnya.

Balasan dari WhatsApp ini rupanya membuat Telegram tidak mau tinggal diam. Mengunggah sebuah tangkapan layar soal enkripsi end-to-end, Telegram menyindir jika fitur yang dibanggakan WhatsApp itu adalah kebohongan.

“Pengguna kami tahu cara kerjanya, dan memiliki aplikasi sumber terbuka untuk MEMBUKTIKANNYA. Kamu ... bicaralah dengan tangkapan layar. Ini menunjukkan kamu berbohong,” sahut Telegram.

Bersama cuitan tersebut, Telegram menunjukkan jika Apple, Google, dan WhatsApp bisa mengakses chat dari pengirim dan penerima. Apple bisa mendapat akses melalui cadangan di iCloud, Google lewat Gdrive, dan WhatsApp bisa mengakses karena orang bisa mengembalikan cadangan pesan di gawai baru hanya dengan nomor ponsel kita.

Dan tentu saja, situasi panas ini tidak begitu saja dilewatkan oleh warga Twitter. Mereka berbondong-bondong ikut berkomentar. Setidaknya, unggahan meme Telegram tersebut sudah mendapat balasan lebih dari seribu kali.

“Lalu bagaimana dengan Twtter?” cuit salah satu netizen memanaskan suasana. Komentar ini pun dibalas cukup bijak oleh Telegram.

“Kamu tidak boleh memiliki dua musuh besar sekaligus, itu terlalu egois,” balas Telegram.

Cuitan itu bukan satu-satunya yang dibalas oleh Telegram. Masih banyak cuitan-cuitan lain yang dibalas dengan nada bercanda maupun serius. Hal ini tentu membuat netizen jadi semakin semangat untuk ikut berkomentar.

Cuitan Telegram ini muncul seiring diberlakukannya kebijakan privasi baru WhatsApp yang kontroversial. Meski WhatsApp memastikan jika pembaruan ini tidak memengaruhi privasi pengguna terhadap pesan yang dikirim secara pribadi dan hanya berhubungan fengan fitur bisnis yang bersifat opsional, tetapi kebijakan baru ini harus disetujui jika masih ingin terus menggunakan WhatsApp.

Telegram sendiri bukan satu-satunya yang memberikan sindiran terhadap WhatsApp. Aplikasi pesaing lainnya Signal, juga ikut mengomentari keijakan kontroversial ini di Twitter. Salah satu cuitan WhatsApp di retweet dengan komentar.

“*Memeriksa kalender. Menuangkan kopi.* Hari ini adalah hari yang menyenangkan untuk beralih ke privasi,” tulis Signal membalas cuitan WhatsApp soal kebijakan baru yang mulai berlaku pada 15 Mei kemarin.(*)

Artikel Terkait
Tech
Gara-Gara WhatsApp “Berulah”, Signal dan Telegram Kebanjiran Pengguna Baru

Tech
Dirasa Ganjil, India Selidiki Perubahan Kebijakan Privasi WhatsApp

Tech
Masalah Privasi WhatsApp Mulai Mendapat Tantangan Hukum di India