Current Issues

Berbagai Reaksi Remaja di AS Ketika Akhirnya Bisa Vaksinasi Covid-19

Dwiwa

Posted on May 16th 2021

(Foto: Chelsea Katz/ The Eagle)

Amerika Serikat telah memberikan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 Pfizer untuk diberikan kepada remaja berusia 12-15 tahun pada Senin (10/5). Izin ini diberikan setelah vaksin Covid-19 mRNA Pfizer-BioNTech terbukti aman dan efektif untuk kelompok usia tersebut.

Efek samping yang muncul pun hanya ringan seperti nyeri di bagian yang disuntik, kelelahan, pusing, nyeri otot, demam dan nyeri sendi. Semuanya itu dilaporkan hillang dengan sendirinya 1-3 hari setelah disuntik.

Vaksin ini sendiri sudah mulai digunakan di Amerika sejak akhir tahun lalu. Tetapi saat itu, hanya mereka yang berusia 16 tahun ke atas yang mendapat vaksinasi, sementara yang lebih muda baru mulai disuntik dosis pertama pada minggu ini.

Para orang tua pun berbondong-bondong mendorong anak mereka untuk bisa segera mendapat vaksin. Sementara para remaja Amerika juga antusias dengan kehadiran vaksin Covid-19 untuk usia mereka.

"Aku memiliki keluarga besar yang tidak bisa kujumpai selama setahun. Aku rindu teman-teman, menghabiskan waktu bersama keluarga, pergi sekolah dan banyak lagi. Vaksinasi tidak hanya untukku, tetapi juga keluargaku – komunitasku," ujar remaja 15 tahun Malyna Trujillo seperti dilansir dari The Verge.

Remaja lain, Evan Yaney yang berusia 13 tahun mengatakan kepada WILX alasannya mau divaksin. Ia menyebut sangat ingin bertemu dengan teman-temannya yang sudah terpisah cukup lama. Selama ini Yaney hanya bisa terhubung dengan mereka melalui sambungan telepon.

Diberikannya vaksin Covid-19 untuk remaja berusia 12-15 tahun juga memberikan mereka harapan baru untuk bisa segera kembali ke kehidupan sebelum pandemi. Bisa bertemu dengan teman dan menikmati masa remaja seperti seharusnya.

Megan Sims, bahkan berteriak kegirangan saat pemerintah Amerika Serikat memberikan lampu hijau penggunaan vaksin Pfizer kepada remaja seusianya. Megan yang kini berusia 13 tahun ini pun menjadi salah satu dari kelompok pertama yang mendapat vaksin di Metro Detroit.

"Aku sangat senang bisa berada di sini," ujarnya kepada The Detroit News usai mendapat suntikan dosis pertama pada 13 Mei lalu. "Aku bisa bertemu lagi dengan temanku, aku bisa menemui keluarga yang sudah divaksin dan tetap aman."

Megan sendiri mengungkap jika alasan lain mengapa dia mau divaksin. Ia mengaku ingin menjadi warga yang bertanggung jawab dengan membantu melindungi komunitasnya dari Covid-19, sekaligus bisa kembali ke kehidupan yang mendekati normal.

Tiga anggota keluarga Linscoot yang berusia remaja juga sangat antusias dengan program vaksinasi ini. Mereka sama sekali tidak merasa takut atau khawatir saat akan disuntik. Mereka bahkan mengatakan jika prosesnya hanya singkat dan sama sekali tidak menyeramkan.

"Aku merasa sangat baik," ujar Emma Linscott, 15 tahun, seperti dilansir dari WABE. "Aku sangat antusias karena temanku memiliki aturan ketat tentang pandemi, jadi aku senang bisa kembali bermain bersama mereka setelah divaksin."

Dua saudara Emma, John dan Tristan Linscott, juga sangat senang akhirnya bisa mendapat suntikan. Sebab, banyak dari teman mereka sudah mendapat vaksinasi setelah pemerintah mengizinkan vaksin untuk orang berusia 16 tahun ke atas. Mereka juga senang bisa lebih tidak berisiko untuk nenek mereka yang tinggal bersama di Atlanta.

Diego Vasquez, remaja 13 tahun yang tinggal di Texas mengatakan sangat penting baginya untuk mendapatkan vaksinasi penuh. Selain untuk melindungi dirinya, ini juga akan membantu melindungi orang di sekitarnya, termasuk orang yang disayangi.

"Lakukanlah jika kalian merasa nyaman dengannya (vaksinasi)- itu benar-benar bagus, dan ini akan membantu dalam jangka panjang karena kalian tidak ingin terinfeksi virus," ujarnya kepada The Eagle.

Margaret Cunningham bahkan sudah berencana untuk mendapatkan vaksin Pfizer pada bulan depan saat usianya genap 16 tahun. Tetapi dengan diizinkannya vaksin untuk kelompok usia lebih muda, dia bisa mendapat dosis pertamanya, Kamis (13/5).

Meskipun suntikan membuatnya gugup, tetapi Cunningham mengatakan jika vaksin sepadan untuk melindungi diri dan orang di sekitarnya – dan untuk merasa lebih aman bergerak maju.

"Aku pikir ini sangat penting untuk mendapat vaksin dan melindungi komunitas kalian dan diri sendiri dari penyebaran Covid, dan aku pikir itu sama pentingnya dengan memberikan suara. Itu hanya tugasmu sebagai orang Amerika," ujar Cunningham.

Peluncuran vaksin ini diharapkan para ahli bisa membantu memerangi kesepian. Grace Lee, Profesor Pediatri di Universitas Stanford dalam pertemuan panel penasihat CDC minggu ini mengatakan jika dampak jangka panjang pandemi pada kelompok usia lebih muda mesih belum diketahui.

"Menurutku, terkadang kita kehilangan arti penting anak dan remaja di tengah pandemi. Fokus umumnya hanya diberikan pada orang dewasa yang lebih tua, aku pikir jika pengalaman masa kecil yang dialami anak-anak akan memiliki konsekuensi jangka panjang yang dapat meluas lintas generasi," ujar Lee seperti dikutip dari The Verge.

Ini merupakan tahun yang sangat sulit bagi anak-anak, banyak dari mereka dipisahkan dari keluarga dan teman, mengalami kemunduran pendidikan, atau menyaksikan trauma. Bagi mereka, kesempatan untuk mendapatkan vaksin memberi harapan untuk diri mereka sendiri dan juga masa depan.

"Aku sangat berhati-hati selama ini," ujar Pia Andrade yang berusia 13 tahun kepada KPRC Houston saat divaksinasi minggu ini. "Kepala sekolah saya meninggal karena Covid. Sebelumnya dia baik-baik saja dan mendapatkannya dan dirawat di rumah sakit dan meninggal. Aku telah melihat efeknya secara langsung, dan semakin banyak dari kita yang divaksin, dunia akan menjadi lebih baik," ungkapnya.

Related Articles
Current Issues
Studi: Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer Aman Dikombinasikan

Current Issues
Warga AS yang Sudah Divaksin Boleh Lepas Masker, Bagaimana dengan Indonesia?

Current Issues
FDA: Kasus Peradangan Jantung Anak Muda Setelah Vaksin Hanya Kecil dan Ringan