Tech

Pernah Pakai Fitur Text to Speech TikTok? Ternyata Suaranya Wanita Ini...

Dia Lagi Menggugat TikTok karena Penggunaan Tanpa Izin

Jingga Irawan

Posted on May 15th 2021

Bev Standing (Tangkapan Layar dari CBS)

Kalian pernah gak sih menggunakan fitur text-to-speech di TikTok, yang seringkali bikin konten viral? Nah ternyata suara itu milik Bev Standing. Wanita yang berprofesi sebagai voice actor itu kini menggugat TikTok. Sebab, TikTok dianggap menggunakan suaranya dalam fungsi text-to-speech tanpa izin.

Fitur text-to-speech sendiri dapat mengubah tulisan menjadi ucapan, yang kemudian dapat diputar melalui video ketika diunggah. Oleh sebagian pengguna TikTok fitur ini seringkali digunakan sebagai efek komedi.

Bev Standing selama ini memang kerap melakukan bisnis voice actor dengan rekaman di studio miliknya sendiri di Welland, Kanada. Suara Bev telah mendunia, muncul di berbagai iklan TV bahkan tutorial. Pada 2018, Bev Standing pernah merekam sekitar 10.000 kalimat audio bagi badan penelitian Institut Akustik Tiongkok, yang didukung negara untuk digunakan dalam terjemahan.

Bev pertama kali mengetahui suaranya dipakai oleh TikTok ketika banyak teman, keluarga, dan kolega mengenalinya dan mengirimkannya salah satu video pada Bev. Ia sendiri mengaku bukan pengguna aplikasi milik perusahaan ByteDance tersebut.

Tanpa sepengetahuan Bev, TikTok tampaknya menggunakan rekaman lama suaranya untuk mengisi fitur bagi para pengguna di Amerika Utara. Selain itu, gugatan hukum yang ia ajukan ke Pengadilan New York juga mengklaim suaranya digunakan dalam video viral yang menampilkan bahasa kotor dan menyinggung. Sehingga dapat menyebabkan reputasinya memburuk.

"Ketika saya menyadari Anda bisa membuat saya mengatakan apa pun yang Anda inginkan, saat itulah saya agak kesal," katanya. Ia berharap kegiatan tersebut tidak memengaruhi bisnisnya secara negatif. Ia juga takut bahwa kliennya -yang terdiri dari banyak perusahaan ternama- mungkin berhenti mempekerjakannya sebagai voice actor karena mengenali suara tersebut.

Dilansir dari BBC News, Bev mengaku bahwa tidak ada izin yang diberikan dari rekaman suaranya untuk digunakan dalam aplikasi atau dijual kembali. "Suara saya adalah produk saya, ini bisnis saya. Anda tidak bisa begitu saja menggunakannya dan tidak mengembalikan uang saya untuk apa yang saya lakukan. Jika Anda ingin menggunakan suara seseorang, bayarlah," katanya.

Menurut Robert Sciglimpaglia, pengacara yang mewakili Bev, mengatakan bahwa ada teknologi di mana suara siapa pun dapat direplikasi melalui kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

"Ini bukan masalah hanya tentang selebriti atau pengisi suara, yang tentu saja akan sangat terpengaruh karena mata pencaharian mereka secara harfiah diambil dari mereka, ini juga tentang orang biasa," kata Robert.

Baik TikTok maupun perusahaan induknya, ByteDance, tidak menanggapi pengajuan hukum yang dikeluarkan di New York minggu lalu itu. Institut Akustik Tiongkok yang kemungkinan berkaitan dengan masalah ini juga tidak menanggapi permintaan komentar.

"Pertunjukan aktor, termasuk pertunjukan vokal, dilindungi oleh hak cipta," kata Jowanna Conboye, ahli kekayaan intelektual dan mitra teknologi di Spencer West. Jadi suara artis juga harus memiliki klaim hak cipta jika pertunjukan mereka digunakan tanpa izin mereka

"Pertanyaan kuncinya adalah dari mana konten artis suara itu diperoleh. Dalam situasi komersial, hak cipta sering kali dialihkan ke bisnis lain. Tetapi, jika itu masalahnya, pengisi suara atau aktor biasanya memiliki hak moral, yang harus memastikan bahwa mereka diakui sebagai orang yang melakukan," pungkas Jowanna. (*)

Related Articles
Tech
Tiongkok Punya Andil di Perusahaan Induk, Senat Desak Biden Blokir TikTok

Tech
Bocor Audio Pertemuan TikTok, Ungkap Tiongkok Bisa Akses Data Pengguna AS

Tech
TikTok Batal Kerja Sama dengan Microsoft di Amerika, Lebih Pilih Oracle