Current Issues

Tiongkok Keluarkan Aturan untuk Cegah Penyalagunaan Data Pengguna Mobil Pintar

Jingga Irawan

Posted on May 15th 2021

ilustrasi foto: Crystal Tai/Wall Street Journal

Cyberspace Administration of China (CAC), regulator keamanan siber milik Tiongkok, merilis serangkaian rancangan aturan tentang regulasi data mobil di situs webnya, Rabu (12/5). Menurut South China Morning Post, aturan tersebut mencakup ketentuan untuk memperkuat perlindungan data pribadi dan melindungi keamanan nasional.

Pembuat mobil harus menginformasikan dan meminta persetujuan para pengguna mobil sebelum mengumpulkan data seperti lokasi geografis, fitur biometrik, kebiasaan mengemudi, rekaman audio dan video perjalanan mereka, sesuai dengan peraturan yang diusulkan. Sementara itu, CAC saat ini sedang menyelidiki opini publik tentang peraturan tersebut. Salah satu yang dibidik adalah dugaan pengumpulan data diam-diam yang dilakukan Tesla.

Menurut aturan tersebut, informasi yang dikumpulkan harus disimpan secara legal di dalam wilayah Tiongkok. Pembuat mobil juga harus mendapatkan izin dari regulator Tiongkok dan lulus penilaian keamanan yang relevan untuk memberikan data penting dan pribadi kepada entitas asing.

Dua minggu sebelumnya, National Information Security Standardization Technical Committee (NISSTC), sebuah badan pengaturan standar yang berafiliasi dengan pemerintah Tiongkok, merilis aturannya sendiri bagi mobil berjaringan. Termasuk ketentuan yang mewajibkan perusahaan mobil yang mengirim data terenkripsi ke luar negeri, untuk memberi otoritas Tiongkok data pengguna yang didekripsi.

Dilansir dari South China Morning Post, kedua rangkaian aturan yang diusulkan tersebut merupakan bagian dari dorongan berkelanjutan Pemerintah Tiongkok, agar lebih melindungi sejumlah besar data yang dikumpulkan dari kendaraan pintar warganya di negara itu.

Entah khawatir atau ada alasan lain, Tesla sendiri menyatakan dukungannya kepada Pemerintah Tiongkok terkait rancangan aturan tersebut. Sekedar diketahui, sebelumnya memang sempat terjadi kontroversi setelah muncul tuduhan bahwa Tesla menjadi alat mata-mata dengan mengumpulkan data dari pengguna mobil listriknya.

"Kami akan mendukung industri untuk bergerak lebih jauh menuju standardisasi dan bersama-sama mempromosikan inovasi teknologi,” kata Tesla dalam sebuah postingan di platform media sosial Weibo. Dalam postingan itu mereka mencantumkan pula tautan ke pernyataan CAC. "Kami menyambut semua orang untuk memberikan saran guna mendorong perkembangan industri otomotif yang sehat dan tertib."

Pemerintah Tiongkok sendiri sempat mengeluarkan imbauan pada tentara dan pegawai negeri di Tiongkok untuk berhati-hati menggunakan Tesla. Terutama jika berpergian ke tempat-tempat yang berstatus rahasia negara. Mereka khawatir data perjalanan itu disalahgunakan.

Sejak beberapa bulan belakangan, Tesla memang terus mendapatkan masalah di Tiongkok. Bulan lalu, di Shanghai Auto Show, seorang wanita mengaku Tesla Model 3-nya mengalami kecelakaan saat dikendarai oleh ayahnya. 

Menurut data Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok, perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk itu mengalami penurunan penjualan pada April hingga hampir 10.000 unit dari bulan sebelumnya. Namun, South China Morning Post tidak mengungkapkan apakah penurunan ini disebabkan adanya protes dan reaksi keras di Tiongkok atau faktor lainnya.(*)

Related Articles
Current Issues
Akun Sosial Media Tiongkok Minta Maaf ke Tesla Atas Konten Rem Rusak Tanpa Bukti

Current Issues
Protes Berlanjut, Zhang Yazhou Gugat Tesla Karena Pencemaran Nama Baik

Current Issues
Elon Musk Tiba-Tiba Puji Produsen EV Tiongkok, Ada Apa Nih?