Tech

IBM: Kekurangan Chip Komputer Secara Global Bisa Bertahan Dua Tahun

Jingga Irawan

Posted on May 15th 2021

Kekurangan chip yang saat ini melanda dunia dapat menyebabkan kelangkaan barang elektronik, hingga otomotif. Bahkan, dapat menyebabkan harga kedua jenis barang tersebut naik tajam. Dilansir dari BBC, Sabtu (15/5) raksasa teknologi AS, IBM, mengatakan kekurangan chip komputer bisa bertahan hingga dua tahun ke depan.

Banyak perusahaan mengalami penundaan produksi karena kurangnya chip. Hal itu dipicu oleh pandemi yang sudah berjalan lebih dari setahun ini. Kekurangan tersebut diperparah dengan melonjaknya permintaan untuk TV, ponsel, dan konsol game saat konsumen melakukan lockdown di rumah.

Presiden IBM Jim Whitehurst mengatakan, mungkin perlu beberapa tahun sebelum situasinya kembali stabil.

"Ada perbedaan besar antara saat teknologi dikembangkan dan saat (pabrik fabrikasi) memasuki konstruksi dan saat chip keluar. Jadi sejujurnya, kami sedang melihat beberapa tahun, sebelum kami mendapatkan kapasitas tambahan yang cukup secara online untuk mengurangi semua aspek kekurangan chip," kata Jim.

IBM saat ini melisensikan teknologi mikroprosesornya kepada pembuat chip terbesar di dunia seperti Intel, TSMC, dan Samsung. Jim Whitehurst juga mengatakan bahwa perusahaan akan mencari cara alternatif untuk memenuhi permintaan konsumen.

"Kami harus melihat penggunaan kembali, memperpanjang umur jenis teknologi komputasi tertentu, serta mempercepat investasi (pabrik fabrikasi) ini untuk secepat mungkin mendapatkan lebih banyak kapasitas secara online," katanya.

Kekurangan yang meningkat setelah banyak pabrik tutup karena Covid-19 diperburuk oleh melonjaknya permintaan untuk komputer rumah, konsol game dan smartphone. Apple misalnya, pembeli chip terbesar di dunia, terpaksa menunda peluncuran iPhone terbarunya karena kekurangan tersebut.

Jim Whitehurst bukan satu-satunya bos perusahaan teknologi yang mengeluhkan persoalan ini.Sebelumnya, bos raksasa jaringan Cisco, Chuck Robbins, juga mengatakan kepada BBC kelangkaan chip tersebut akan berlangsung setidaknya enam bulan lagi.

Presiden AS Joe Biden juga melihat kekurangan itu sebagai masalah jangka panjang. Ia bahkan sampai melakukan pertemuan di Gedung Putih dengan para pemimpin bisnis bulan lalu untuk mendesak mereka menjadikan AS sebagai pemimpin dunia dalam chip komputer. Di tengah perang perdagangan dan teknologi dengan Tiongkok, AS mengatakan itu agenda tersebut menjadi prioritas utama.

Menurut Asosiasi Industri Semikonduktor yang berbasis di AS, sekitar 75 persen dari kapasitas produksi global berada di Asia Timur. TSMC Taiwan dan Samsung Korea Selatan adalah pemain dominan di pasar chip. Bukan hanya Joe Biden, para politisi Eropa juga menginginkan lebih banyak chip yang dibuat secara lokal agar tidak bergantung pada produsen luar.

Sedangkan, Tiongkok telah melihat pertumbuhan yang sangat besar dalam permintaan chip domestik untuk menggerakkan teknologi baru. Namun kebutuhan Tiongkok hanya menjadi sebagian kecil dari kapasitas produksi global.(*)

Artikel Terkait
Tech
Jajal Pasar Laptop, Nokia Rilis Purebook X14

Tech
Cari Laptop Bekas untuk Belajar dari Rumah? Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membeli

Tech
IBM dan Samsung Buat Desain Chip Baru, Baterai Ponsel Bisa Tahan Seminggu