Korea

Youth of May 10, 2021: Cinta Bersemi di Tengah Pemberontakan Gwangju

Mainmain.id

Posted on May 11th 2021

Setelah berbulan-bulan kekurangan asupan drama romantis, akhirnya Youth of May cukup mencerahkan bulan Mei fans K-drama. Dua episode pertama yang tayang di Indonesia pada Selasa dan Rabu lalu (4/5/5) sukses memenuhi ekspektasi fans.

Drama itu menyuguhkan kisah romansa yang manis, indah, tanpa harus menjadi cheesy. Dengan setting 80an yang membangkitkan semangat nostalgia. Berikut beberapa hal yang disukai dan dua hal yang dibenci fans setelah dua episode pertama mengudara.

Favorit 1: Akting Empat Lead

Tidak salah kalau penampilan Lee Do-hyun setelah 18 Again begitu dinanti-nanti. Aktor yang bersinar tahun lalu itu memang tidak hanya ganteng. Namun juga punya skill akting prima. Ia memerankan Hwang Hee-tae, mahasiswa kedokteran Universitas Nasional Seoul yang memutuskan menunda kelulusannya. Karena sebuah kecelakaan yang menimpa temannya.

Si teman ini minta Hee-tae memulangkan dia ke Gwangju, kampung halamannya. Maka Hee-tae pergi ke sebuah rumah sakit di Gwangju, untuk mengurus kepindahan sang teman. Di situlah ia bertemu Kim Myung-hee. Yang diperankan aktor berbakat lainnya, Go Min-si. Jangan langsung teringat Choi Myung-hee di Vincenzo ya. Myung-hee di sini adalah suster rumah sakit yang dituju Hee-tae.

Melihat suster yang polos itu berani melawan pasien yang kurang ajar, Hee-tae langsung jatuh hati. Myung-hee punya impian untuk sekolah kedokteran di Jerman. Namun terkendala tiket pesawat yang sangat mahal. Hee-tae dan Myung-hee akhirnya berkencan. Tanpa disengaja.

’’Hee-tae adalah cowok yang sangat kesepian. Ia adalah satu-satunya orang asing dalam drama ini,’’ ungkap Do-hyun, ketika diminta menjelaskan karakternya. ’’Drama ini mengisahkan tentang apa yang terjadi pada sekelompok orang, ketika ada orang asing yang memasuki hidup mereka,’’ lanjut bintang 26 tahun itu. 

Kisah keduanya didukung penuh oleh pasangan second lead. Yakni Geum Sae-rok, yang memerankan sahabat Myung-hee, Lee Soo-ryun. Serta Lee Sang-yi, yang membawakan karakter kakak lelaki Soo-ryon, Lee Soo-chan.

Masing-masing tokoh memiliki layer karakter yang lumayan dalam. Mereka punya konflik dan penampilan yang berkebalikan dengan kondisi sesungguhnya. Hee-tae, misalnya, selalu tampak riang, banyak bicara, dan cenderung selengekan. Namun aslinya ia menyimpan trauma dan kebencian yang mengubah jalan hidupnya. Sedangkan Soo-ryun bukan tipikal gadis kaya yang cute dan hedon. Sebaliknya, dia sangat peduli isu-isu sosial.

Semua karakter ditulis dengan baik, dan keempat aktor utama itu mengeksekusinya dengan excellent. Kolumnis Hancinema mengatakan, akting keempatnya sudah cukup bikin drama itu menarik, meski ceritanya jelek sekalipun. Untungnya, sampai sejauh ini jalan ceritanya oke.

Favorit 2: Setting Sejarah

Biasanya, kita belajar sejarah Korea dari drama-drama sageuk. Alias drama sejarah. Yang setting-nya masih zaman Dinasti Joseon. Namun, Youth of May memberi kita wawasan baru. Karena berlatar Pemberontakan Gwangju pada 1980. Selama ini, kita jarang memberi perhatian terhadap gerakan politik di Korea. Yang membentuk negeri itu menjadi seperti sekarang. 

Pemberontakan itu dipicu oleh terbunuhnya penguasa otoriter, Presiden Park Chung-hee, pada 1979. Hanya untuk kemudian digantikan oleh Choi Kyu-hah. Presiden boneka yang tunduk kepada jenderal angkatan darat Chun Doo-hwan. Yang menerapkan hukum militer ke masyarakat sipil. Dan membuyarkan harapan masyarakat atas pemerintahan yang demokratis.

Seperti halnya gerakan demokrasi di berbagai negara, Pemberontakan Gwangju juga dimotori oleh mahasiswa. Peristiwa penting itu tidak menjadi inti cerita. Tapi mengambil porsi cukup besar dalam drama ini. Lee Soo-ryun adalah aktivis. Semenatara sang kakak, seorang pengusaha muda, tampaknya tidak peduli pada isu sosial. Tapi memainkan peran besar di masa depan.

’’Aku tidak menceritakan insiden spesifik. Drama ini lebih ke arah orang-orang yang hidup di era itu,’’ ungkap sutradara Song Min-yeob, seperti dikutip Soompi. ’’Drama ini tentang emosi universal, seperti cinta, kebencian, dan kesedihan, yang dirasakan oleh mereka. Ini soal apa yang akan dilakukan dan dipilih orang-orang kebanyakan ketika dihadapkan pada situasi yang tidak terduga,’’ tuturnya.

 

Favorit 3: Persahabatan dan Romansa Seperti 

Youth of May benar-benar ’obat’ dari deretan drama bertema dark yang menghajar kita sejak Februari. Ada kisah cinta yang indah, dan ada persahabatan yang manis. Hubungan antara Hwang Hee-tae dan Kim Myung-hee sengaja dibuat seperti dongeng. Dengan adegan berlatar belakang pemandangan indah, back sound romantis, dan sinematografi yang bisa dengan mudah menjadi cheesy. Tapi enggak

Si pria muda yang ganteng dan selengean itu berhasil membuka hati sang perawat. Dengan kejujuran dan kesabarannya. Ketulusannya terasa menembus layar. Hingga membuat Myung-hee yang keras akhirnya luluh. Menarik menanti cinta mereka berkembang di episode-episode selanjutnya.

Persahabatan Kim Myung-hee dan Lee Soo-ryun juga menyenangkan ditonton. Mereka berasal dari keluarga dengan status sosial yang berbeda. Namun mereka saling mendukung satu sama lain. Fans bertanya-tanya kapan dan bagaimana pertemanan itu bermula. 

Tidak Favorit 1: Ayah Hwang Hee-tae

Ayah Hee-tae, Hwang Ki-nam (diperankan Oh Man-seok) memenuhi segara kriteria untuk menjadi villain. Ia adalah pejabat angkatan darat. Memiliki ambisi tinggi terhadap kekuasaan. Dan hanya mau merawat Hee-tae karena merasa anak lelaki bakal berguna di masa depan. Sedih sekali melihat Hee-tae diperlakukan sangat buruk oleh ayahnya sendiri. 

Tidak Favorit 2: Sekuen Pembuka

Sebelum dibawa ke Gwangju 1980, drama ini dibuka dengan Korea di masa modern. Ketika ditemukan kerangka manusia di area pembangunan sebuah gedung. Kerangka itu diperkirakan berasal dari masa Pemberontakan Gwangju. Sementara itu, seorang pria yang hendak bunuh diri tiba-tiba mengurungkan niatnya. Karena mengenali kerangka itu…

Tolong… ini bukan kerangka salah seorang tokoh utama kita kan? Drama ini dibuka dengan sangat indah dan hangat. Tentu fans berharap keempat karakter di atas mendapatkan happy ending. Ah jadi tidak sabar menanti episode berikutnya… (Retna Christa/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Related Articles
Korea
Drama To Watch Selama Mei

Korea
6 Alasan Kenapa Lee Do-hyun Layak Dikagumi

Korea
Comeback! Ku Hye-sun Menulis dan Sutradarai Film Sendiri