Current Issues

Tips Aman Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19

Dwiwa

Posted on May 10th 2021

 (Suasana salat Idul Fitri 1440 H/2019 M di masjid Istiqlal, Jakarta. Foto: Sekretariat Presiden)

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia telah menerbitkan panduan penyelenggaraan Salat Idul Fitri Saat Pandemi pada Kamis (6/5). Dalam panduan tersebut, Kemenag memperbolehkan masyarakat untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1442 H/2021 M, tetapi hanya untuk yang tinggal di daerah zona hijau dan kuning. Syarat utamanya, wajib melaksanakan protokol kesehatan ketat.

Tetapi meski begitu, dengan ditemukannya varian virus corona baru yang lebih menular seperti B117 dan B1351 di Indonesia, sebagian dari kita tentu masih merasa ragu untuk menentukan apakah Salat Idul Fitri mendatang akan dilaksanakan di rumah atau di lapangan.

Nah, jika kamu salah satu yang memiliki keinginan untuk melaksanakan salat di masjid atau lapangan pada Idul Fitri 1442 H mendatang, melaksanakan protokol kesehatan secara ketat bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk mengurangi penularan dan menghindari klaster baru saat Lebaran.

Dilansir dari Antara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, Guru Besar Paru di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan jika semua orang tetap harus memakai masker dan menjaga jarak setidaknya satu meter di mana pun, termasuk saat salat berjamaah di masjid maupun Salat Id.

Sementara itu, Ketua Tim Pedoman dan Protokol dari Tim Mitigasi PB IDI, Eka Ginanjar secara terpisah menekankan jika panitia penyelenggara Salat Id harus benar-benar menilai risiko di tempat tersebut. Mulai dari apakah masuk zona merah atau tidak dan apakah ada pendatang dari luar daerah atau tidak.

Dia juga mengatakan penting untuk mengecek suhu tubuh jamaah yang datang untuk memastikan kesehatan mereka. Selain itu, protokol kesehatan seperti memakai wasker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak berkerumun juga wajib dilaksanakan.

Para pakar juga lebih menganjurkan untuk menggunakan masker bedah yang pas di wajah daripada masker kain. Sebab, masker bedah memiliki efektivitas yang lebih baik dan lebih mampu menghalangi partikel kecil jika dibanding masker kain. Perlindungan yang diberikan juga lebih banyak dibanding masker kain.

Pemilihan lokasi Salat Id juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Tim Mitigasi Covid-19 PB IDI, dr. Ulul Albab lebih menyarankan area terbuka seperti parkiran atau lapangan sepak bola. Alasannya, tempat tersebut memiliki sirkulasi udara lebih baik dan orang dapat lebih mudah menjaga jarak.

Tetapi jika terpaksa dilaksanakan di ruang tertutup, penyelenggara harus memastikan jika ruang tersebut memiliki ventilasi yang baik agar risiko penularan bisa dikurangi. Termasuk juga mengisi kapasitasnya maksimal 50 persen. Ulul juga meminta masyarakat yang sedang kurang fit, misal gejala batuk, pilek, demam, untuk tidak memaksakan diri mengikuti salat Id di lapangan atau masjid.

Para ahli menyarankan agar saat datang ke lapangan para jemaah sudah dalam keadaan berwudhu terlebih dahulu. Hal ini agar para jemaah tidak perlu membuka masker selama berada di tempat pelaksanaan Salat Id. Sebab, masker sangat dianjurkan untuk tidak dilepas semenjak keluar rumah sampai kembali ke rumah.

Nah, itu tadi sejumlah tips terkait pelaksanaan Salat Id di lapangan atau masjid secara aman di tengah pandemi. Tetapi jika hati masih ragu untuk pergi ke lapangan atau masjid, melaksanakan Salat Id di rumah bersama keluarga inti juga bukan hal yang salah kok, semua kembali menjadi pilihan pribadi. (*)

Related Articles
Current Issues
Lebaran 2021 Boleh Salat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan, Ini Aturannya

Current Issues
Nggak Bisa Mudik? Berikut 5 Cara Asyik Nikmati Lebaran Saat Pandemi Covid-19

Interest
Biar Nggak Bosan, 5 Film Ini Bisa Ditonton Bersama Keluarga Saat Libur Lebaran