Current Issues

Perbarui Pedoman, CDC Akui Virus Corona Baru Bisa Menular Lewat Airborne

Dwiwa

Posted on May 9th 2021

 

Penularan virus SARS-Cov-2 -penyebab Covid-19- lewat airborne telah menjadi perdebatan oleh para ahli sejak tahun lalu. Beberapa penelitian yang sudah dipublikasikan di jurnal internasional pun telah memberikan bukti adanya penularan dengan cara ini.

Dan dilansir dari Business Insider, pedoman baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) untuk pertama kalinya mengakui bahwa virus corona baru ini bisa menyebar ketika seseorang menghirup partikel yang mengandung virus tersebut.

Laporan tersebut pertama kali dipublikasikan oleh New York Times. Dalam laporan itu disebutkan jika sebelum Jumat (7/5), CDC tidak merinci jika virus corona baru ini menyebar melalui udara. Tetapi dalam pedoman barunya, mereka mengakui jika seseorang bisa terinfeksi melalui airborne.

"Covid-19 menyebar ketika orang yang terinfeksi menghembuskan droplet dan partikel yang sangat kecil yang mengandung virus. Droplet dan partikel ini dapat dihirup oleh orang lain atau mendarat di mata, hidung, atau mulut mereka,” bunyi pedoman yang diperbarui tersebut.

Pedoman tersebut juga mengungkap jika jaga jarak enam kaki atau 1,8 meter yang selama ini dilakukan tidak cukup untuk mencegah penyebaran virus corona. Tetapi, orang yang menjaga jarak 1,8 meter memiliki risiko tertular virus lebih kecil daripada yang berdekatan.

Pada September, CDC sempat membuat pernyataan serupa dan menyebut jika virus corona bisa menempuh jarak lebih dari enam kaki atau 1,8 meter. Tetapi beberapa hari kemudian panduan itu dicabut.

Sebulan kemudian, CDC mengatakan menemukan bukti bahwa dalam kondisi tertentu, orang dengan Covid-19 tampaknya telah menginfeksi orang lain yang jaraknya lebih dari 6 kaki.

"CDC sekarang telah mengikuti bukti ilmiah terbaru, dan mereka telah memikirkan bagaimana penularan terjadi,” kata ahli aerosol Virginia Tech Linsey Marr kepada New York Times.

Para ahli penyakit menular sebenarnya sudah mulai memperingatkan badan kesehatan seperti CDC dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa ada bukti kuat jika virus ini menyebar melalui udara. WHO sendiri mengakuinya tahun lalu, tetapi tidak membuat pernyataan kesimpulan.

Wah, kalau sudah ada pernyataan seperti ini, harus lebih hati-hati nih. Jangan kendor menaati protokol kesehatan. Tetap gunakan masker saat bepergian, menjaga jarak minimal 2 meter, rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menghindari kerumunan.

Artikel Terkait
Current Issues
Apakah Vaksin Covid-19 Menghentikan Penularan Varian Delta?

Current Issues
Data AS Tunjukkan Peningkatan Infeksi di Antara Orang yang Divaksinasi Penuh

Current Issues
Beda Dengan Flu, Covid-19 5 Kali Lebih Mematikan Bagi Pasien yang Dirawat di RS