Tech

Petinggi Tesla Akui Elon Musk Berlebihan Soal Label 'Full-Self Driving'

Jingga Irawan

Posted on May 9th 2021

Perdebatan mengenai kemampuan autopilot Tesla rupanya juga terjadi di dalam perusahaan. Dilansir dari The Verge, Minggu (9/5), CJ Moore, direktur perangkat lunak autopilot Tesla berkata kepada Departemen Kendaraan Bermotor (DMV) California bahwa CEO Tesla Elon Musk telah melebih-lebihkan kemampuan sistem bantuan pengemudi canggih perusahaan.

Pernyataan tersebut berasal dari memo yang dirilis oleh transparansi hukum PlainSite. Mereka memperoleh dokumen dari permintaan catatan publik. Hal ini menandakan ketidaksesuaian antara apa yang dikatakan Musk kepada publik tentang autopilot dengan kemampuan sebenarnya. Apalagi setelah kecelakaan di Texas yang menewaskan dua orang penumpang.

Tweet Elon Musk Tidak Sesuai dengan Realitas

Tweet Elon tidak sesuai dengan realitas teknik per CJ. Tesla berada di Level 2 saat ini,” menurut memo yang merangkum percakapan antara regulator dengan DMV California dan empat karyawan Tesla, termasuk CJ Moore.

Padahal dalam sebuah pertemuan Januari lalu, Musk mengatakan kepada investor bahwa ia sangat yakin mobil produksinya dapat mengemudi sendiri dengan keandalan yang melebihi manusia pada tahun ini.

Menurut The Verge, DMV bertemu Tesla karena ingin meminta tanggapan atas pertanyaan di bulan Januari tersebut. Sayangnya, permintaan ini disalahpahami Moore yang justru merujuk pada tweet Elon Musk.

Memo yang ditulis oleh Miguel Acosta dari DMV California, menyatakan bahwa Moore menggambarkan autopilot dan fitur baru yang sedang diuji Tesla masih berada pada sistem Level 2. Teknologi level 2 mengacu pada sistem penggerak semi-otomatis, yang tetap membutuhkan pengawasan oleh pengemudi manusia. Itu artinya, Tesla masih jauh dari tingkat Full Self-Driving (FSD) sesungguhnya.

Ada lima level sistem otomatis kendaraan dalam standar yang dibuat oleh SAE International. Level 2 adalah sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut, yang banyak tersedia di kendaraan baru. Termasuk yang diproduksi oleh Tesla, GM, Volvo, dan Mercedes. Sedangkan Musk menggambarkan Autopilot Tesla dan FSD-nya tersebut sebagai sistem paling canggih yang sudah tersedia bagi konsumen.

Sejauh ini belum ada perusahaan yang mencapai teknologi Level 5. Sementara, Level 4 merupakan teknologi di mana kemampuan kendaraan dapat menangani semua aspek berkendara dalam kondisi tertentu, tanpa campur tangan manusia. Dan itulah yang sedang dikembangkan oleh perusahaan seperti Argo AI, Aurora, Cruise, Motional, Waymo, dan Zoox.

Oktober lalu, Tesla memperkenalkan produk baru yang disebut beta FSD untuk pemilik kendaraan dalam Early Access Program. Pembaruan tersebut memungkinkan pengemudi bisa mengakses sistem bantuan pengemudi otomatis untuk sebagian Autopilot di jalan-jalan kota dan lokal.

Musk mengatakan Tesla telah melakukan pembaruan perangkat lunak "dengan sangat hati-hati". Pengemudi masih diharapkan untuk tetap memegang kemudi dan harus siap untuk mengambil kendali Tesla mereka setiap saat.

Musk juga sebelumnya memberikan prediksi tentang kemampuan Tesla untuk mencapai kemampuan otonom penuh, yang faktanya bertentangan dengan yang dikatakan oleh pekerjanya sendiri kepada regulator. "Tesla tidak mungkin mencapai otonomi Level 5 (L5), di mana mobilnya dapat mengemudi sendiri di mana saja, dalam kondisi apa pun, tanpa pengawasan manusia pada akhir 2021,” menurut perwakilan Tesla dikutip dari The Verge.

Kritik dan Kecelakaan

Tesla dan Musk telah lama dikritik karena melebih-lebihkan kemampuan sistem autopilot-nya. Penggunaan nama merek seperti Autopilot dan FSD juga dapat menempatkan Tesla pada lingkungan di mana pelanggan disesatkan sehingga percaya bahwa kendaraan mereka benar-benar dapat mengemudi sendiri.

Ada sejumlah kecelakaan fatal yang melibatkan kendaraan Tesla dengan autopilot diaktifkan. Yang terbaru terjadi di Spring, Texas, di mana dua pria tewas setelah Tesla mereka menabrak pohon. Penegak hukum setempat mengatakan tidak ada seorang pun di kursi pengemudi pada saat kecelakaan terjadi, yang mengarah ke spekulasi bahwa orang-orang tersebut menyalahgunakan Autopilot.

Namun belakangan ini, Tesla mengklaim bahwa autopilot tidak digunakan pada saat kecelakaan terjadi dan seseorang mungkin ada di kursi pengemudi juga.(*)

Foto: AFP

Related Articles
Tech
Gawat! Sistem Autopilot Tesla Ternyata Mudah Dikelabuhi

Current Issues
Mobil Autopilot Tesla 'Robotaxi' Siap Meluncur Tahun Ini

Tech
Elon Musk Ungkap Tesla Sedang Mengerjakan Robot Humanoid