Tech

Menyusul Tesla, Pembuat Mobil Listrik Tiongkok NIO Perluas Pasar ke Norwegia

Jingga Irawan

Posted on May 8th 2021

Salah satu pembuat kendaraan listrik (EV) ternama asal Tiongkok, NIO, telah terjun ke pasar internasional untuk pertama kalinya. Dilansir dari Tech Crunch Sabtu, (8/5) NIO memilih Norwegia sebagai lokasi penjualan produknya. Nantinya, NIO akan menawarkan SUV listrik andalannya, ES8 versi Eropa mulai September tahun ini. Dan, Sedan ET7 miliknya bakal menyusul pada tahun 2022.

“Keputusan untuk menjadikan Norwegia sebagai tujuan pertama kami di luar negeri didukung oleh pemikiran jangka panjang. Norwegia adalah perusahaan yang paling ramah kendaraan listrik,” ucap pendiri NIO William Li dalam sebuah event baru-baru ini, dikutip dari Tech Crunch.

Di antara negara-negara Eropa, Norwegia adalah pengadopsi kendaraan listrik terbesar. Hubungan NIO dengan Norwegia terjalin ketika Norges Bank -bank sentral di Norwegia- memberikan dukungan kepada pembuat mobil tersebut selama initial public offering atau IPO. Pada 2018 NIO juga telah menandatangani perjanjian kemitraan strategis dengan Asosiasi EV Norwegia.

Tingkat adopsi EV yang tinggi di Norwegia juga berarti bakal membuat NIO bekerja lebih keras. Terutama dalam melakukan promosi ke basis konsumen yang sudah memiliki EV terlebih dahulu. Di Norwegia, NIO akan menghadapi persaingan dari produsen mobil Tiongkok lainnya seperti XPeng. Juga rival internasional dan terkuatnya Tesla. Dan tentu tak ketinggalan raksasa produsen mobil Eropa yang mulai memiliki kendaraan listrik seperti Volkswagen dan Audi.

Selain penjualan kendaraan, perusahaan yang dijuluki sebagai “Tesla Killer” tersebut juga merinci rencana untuk membuka pusat layanan khusus, stasiun pengisian kendaraan, dan stasiun pertukaran baterai "NIO Power Swap" di Norwegia.

Berdasarkan pemberitaan Tech Crunch, NIO berencana membangun empat stasiun pertukaran baterai di sekitar Oslo pada akhir 2021. Dan dilanjut dengan stasiun pertukaran tambahan di kota-kota Norwegia lainnya, yaitu Bergen, Trondheim, Stavanger dan Kristiansand pada 2022.

Terlepas dari itu semua, NIO sebenarnya mengalami pertumbuhan yang lambat sejak didirikan pada 2014. Tapi mereka berhasil berkembang pada pertengahan 2020, saat EV boom dimulai. NIO telah mencatatkan pengiriman 20.060 kendaraan pada awal tahun ini. Angka itu melonjak tajam dari periode yang sama seperti tahun lalu ketika Covid-19.

Peningkatan penjualan kemungkinan besar didukung dari debut ET7. Itu adalah type sedan listrik andalan NIO. Type itu juga kendaraan pertama yang dilengkapi dengan perangkat lunak yang disebut NIO Autonomous Driving.

Hebatnya, meskipun dikenal masih baru berkembang, perusahaan ini sudah mampu bergerak dalam hal pengisian daya dan mengadopsi sistem battery swap.

Di Tiongkok, NIO telah melakukan lebih dari 2,4 juta swap untuk pengguna lokal. Jumlah tersebut tumbuh sebanyak 10.000 setiap hari. Agustus lalu, perusahaan juga meluncurkan opsi pembelian battery as a service, yang memungkinkan pengemudi menyewa baterai dari perusahaan dan hanya membeli kendaraan.(*)

Related Articles
Tech
Elon Musk Segera Buka Stasiun Supercharger Tesla untuk EV Merek Lain

Tech
Tesla Buka Stasiun Pengisian Daya untuk EV Merek Lain Akhir Tahun Ini

Tech
Pakar: Saingan Terbesar Tesla Bakal Datang dari Tiongkok