Current Issues

Lebaran 2021 Boleh Salat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan, Ini Aturannya

Dwiwa

Posted on May 7th 2021

(Suasana salat Idul Fitri 1440 H/2019 M di masjid Istiqlal, Jakarta. Foto: Sekretariat Presiden)

Tahun ini merupakan kedua kalianya Ramadan dan Idul Fitri di tengah Pandemi Covid-19. Di tahun kedua ini, pemerintah dan para ahli kesehatan pun masih menganjurkan kepada orang-orang untuk lebih mengutamakan beribadah di rumah.

Meski begitu, Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan sedikit kelonggaran pada umat muslim yang berniat melakukan salat Idul Fitri di masjid dan lapangan. Meski begitu, tentu ada sejumlah aturan yang wajib dipatuhi dalam pelaksanaannya.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran No SE 07 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid-19. Dilansir dari situs resmi Kemenag, SE ini diterbitkan dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan salat Idul Fitri sekaligus membantu negara dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Edaran ini mengatur kegiatan malam takbiran dan salat Idul Fitri yang diselenggarakan di masjid dan lapangan terbuka,” jelas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Kamis (6/5). Dia juga meminta kepada jajaran Kemenag segera mensosialisasikan edaran ini secara masif terutama pada pengurus masjid dan Panitia Hari Besar Islam dan masyarakat luas.

Lalu apa saja aturan yang harus dipenuhi jika berniat menggelar salat Idul Fitri di masjid dan lapangan?

Hal pertama yang dibahas pada SE tersebut adalah tentang malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri. Pada prinsipnya kegiatan mengagungkan asma Allah ini bisa dilakukan di semua masjid dan musalla tetapi dengan aturan tertentu.

Aturan itu termasuk dilaksanakan maksimal 10 persen dari kapasitas masjid dan musalla dan tetap melaksanakan prtokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Meski begitu takbir keliling tetap ditiadakan guna menghindari keramaian. Kegiatan takbiran hanya boleh disiarkan secara virtual dari masjid atau musalla.

Untuk salat Idul Fitri 1 Syawal  1442 H/2021 M, daerah yang memiliki tingkat penularan Covid-19 tinggi (zona merah dan zona orange) agar dilakukan di rumah sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya.

Sedangkan di daerah yang cukup aman dari Covid-19, yakni yang dinyatakan zona hijau dan zona kuning oleh pihak berwenang diperbolehkan melakukan salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M di masjid dan lapangan.

Meski begitu, dalam pelaksanaan kegiatan salat Idul Fitri di masjid dan lapangan ini wajib untuk memperhatikan standar protokol kesehatan secara ketat, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Selain itu, jumlah jamaah maksimal 50 persen dari kapasitas tempat agar bisa dilakukan jaga jarak antarshaf dan antarjemaah. Panitia salat Idul Fitri juga dianjurkan melakukan pengecekan suhu untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah yang hadir.

Bagi lansia atau orang yang sedang kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan untuk tidak menghadiri salat Idul Fitri di masjid dan lapangan. Khutbah Iful Fitri di masjid dan lapangan diperbolehkan tetapi tidak boleh lebih dari 20 menit.

Para jemaah juga harus menghindari berjabat tangan dan sentuhan fisik usai pelaksanaan salat Idul Fitri. Orang-orang  juga dianjurkan untuk bersilaturahmi bersama keluarga dekat dan tidak menggelar Open House/Halal Bihalal di lingkungan kantor atau komunitas. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Tips Aman Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19

Current Issues
Larangan Mudik Diberlakukan, Ini Syarat Bagi yang Boleh Melakukan Perjalanan

Current Issues
Waduh, Jaga Jarak 1,8 Meter di Ruangan Tak Lagi Efektif Cegah Covid-19?