Sport

Demi Final Pertama Solskjaer untuk Manchester United di Europa League

Mainmain.id

Posted on May 6th 2021

OLE Gunnar Solskjaer memang asli Norwegia. Ia lahir dan besar di negara tersebut. Karier sepak bolanya dimulai dari klub Norwegia, yakni Clausenengen. Kemudian, Solskjaer pindah ke Molde pada 1994 yang membuatnya kian terkenal di Eropa.

Bakatnya tercium Sir Alex Ferguson. Manajer asal Skotlandia itulah yang membawa Solskjaer pada 1996 dan menjadikannya legenda di klub tersebut.

Solskjaer bukan penyerang yang meledak-ledak macam Erick Cantona dan Wayne Rooney. Ia juga tak termasuk penyerang flamboyan seperti Ruud van Nistelrooy atau Cristiano Ronaldo. Solskjaer besar berkat ketekunan dan kesabarannya sebagai pemain cadangan. Ia berjuluk subersub karena sering mencetak gol meski baru merumput di separuh babak atau di penghujung pertandingan.

Hal itulah yang membuat kariernya di Old Trafford bertahan hingga sebelas tahun. Solskjaer berjasa membawa tim berjuluk Setan Merah tersebut meraih 6 gelar Liga Inggris, 2 Piala FA, dan 1 trofi Liga Champions. Setelah gantung sepatu pada musim panas 2007, Solskjaer dipercaya sebagai pelatih di akademi Manchester United.

DNA juara yang dimiliki pria berjuluk The Baby-Faced Assassin itu turut mengantarkan tim muda Setan Merah jadi juara Premier Reserve League musim 2009/2010. Kala itu Solskjaer membesut pemain muda macam Ben Foster, Rafael da Silva, Will Keane, Mame Biram Diouf, Federico Macheda, hingga Paul Pogba.

Delapan tahun setelah membawa tim muda Manchester United (MU) menjadi juara, Solskjaer kembali ke Old Trafford dan menjadi manajer di tim senior Setan Merah. Ia datang menggantikan Jose Mourinho yang ditendang pada pertengahan musim 2018/2019. Sebelum kembali ke Manchester merah, Solskjaer pernah membesut Molde dan Cardiff City.

MU menunjukkan peningkatan bersama sang legenda hidup. Sayang, mereka belum pernah juara selama hampir tiga musim ditangani Solskjaer. Langkah Setan Merah acap kali terhenti di babak empat besar. Contohnya pada musim 2019/2020. Solskjaer membawa United lolos semifinal Piala FA, Piala Liga, dan Europa League. Tapi, semuanya gagal berbuah piala karena gagal menembus final. 

Pun demikian dengan musim ini. Solskjaer gagal membawa Setan Merah ke final Piala Liga setelah dikandaskan Manchester City di semifinal. Setelah empat kegagalan beruntun itu, Solskjaer berpeluang untuk mengakhirinya di kompetisi Europa League. MU lolos ke semifinal dan berhadapan dengan AS Roma. Pada leg pertama di Old Trafford tengah pekan lalu, mereka menang telak 6-2.

Kemenangan itu menjadi modal bagi Paul Pogba dan kawan-kawan untuk menghadapi leg kedua di markas Roma di Stadio Olimpico, Jumat (7/5) dini hari, kickoff pukul 02.00 WIB (live SCTV). Kemenangan di leg pertama membuat langkah Setan Merah lebih mudah. Namun, mereka tidak boleh lengah. Solskjaer menegaskan, haram bagi timnya kalah oleh klub ibu kota Italia itu.

Semangat untuk mencuri poin dari markas Roma juga didengungkan bek Setan Merah asal Pantai Gading Eric Bailly. ”Kami menang 6-2 di leg pertama. Tapi, kami tidak pergi ke Italia hanya untuk menunggu hasil imbang. Kami pergi untuk menang lagi. Itulah mentalitas kami dan apa yang kami butuhkan untuk bisa mencapai final,” tegas Bailly dalam laman resmi klub. (Muhammad Syafaruddin/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Artikel Terkait
Sport
Liga Europa 2020/2021: Nyanyian Sunyi Ole Gunnar Solskjaer

Sport
Menelisik Rekor Tangan Dingin Ole Gunnar Solskjaer Caretaker Manchester United

Sport
Kalah dari Watford, #OleOut Trending di Twitter