Sport

The Blues Menantang Takdir!

Mainmain.id

Posted on May 5th 2021

Tuan rumah Chelsea hampir pasti menggunakan formasi yang sama tatkala mereka bermain imbang 1-1 melawan Real Madrid di leg satu semifinal Liga Champions di Estadio Alfredo di Stefano pekan lalu. Kala itu, The Blues arahan Thomas Tuchel bermain dengan formasi 3-4-3. Formasi itu tampaknya paling ideal untuk Chelsea saat meladeni King of Champions League Real Madrid di Stamford Bridge. Laga kedua semifinal di London itu, menurut rencana, ditayangkan langsung SCTV pukul 02.00 Kamis (5/5) dini hari nanti WIB.

Chelsea memasuki laga semifinal kedua dengan kondisi rekor yang cenderung anomali bahkan kontradiktif. Secara pribadi, manajer Thomas Tuchel punya rekor lumayan moncer atas Zidane. Dari lima kali bertemu, Tuchel sekali menang dan empat kali seri. Sayang, rekor pribadi Tuchel tak sejalan dengan realitas rekor klub.

Real Madrid memiliki rekor bagus melawan Chelsea. Madrid  memenangkan dua dari tiga pertandingan yang dimainkan antara kedua tim. Chelsea belum pernah mengalahkan Real Madrid dalam pertandingan resmi.

Menariknya, media massa Negeri Ratu Elizabeth II memilih memegang klub dari negaranya yang tampil sebagai pemenang dan melaju ke final. The Daily Telegraph, The Sun, Sportsmail, The Times dan sejumlah media lainnya menjagokan Chelsea menang 2-1 atas Madrid.

Bagaimana dengan media Spanyol. Marca menulis bahwa Madrid adalah tim pilih tanding. Madrid adalah raja untuk pertandingan-pertandingan besar. Rekor itu juga sejalan dengan kilas positif perjalanan Madrid di bawah rezim Zinedine Zidane. Madrid selalu lolos dari berbagai situasi sulit seperti yang terjadi sekarang.

Chelsea hampir pasti turun dengan skuad ideal. Satu-satunya pesakitan adalah Mateo Covacic. Selebihnya, skuad Chelsea redy to use. Antonio Rudiger sudah siap merumput. Chelsea sangat boleh jadi menggunakan false nine. Timo Werner akan menjadi cameo. Ia mungkin baru masuk di babak kedua.

Zidane tampaknya tidak akan mengambil risiko menurunkan Sergio Ramos di jantung pertahanan. Ramos kehilangan sentuhan sepanjang 2021 karena cedera. Untung, di saat bersamaan Eder Militao menjadi sosok yang sepadan. Pemain Brasil ini menemukan bintang terang di kala Madrid membutuhkan jasanya.

Madrid hampir pasti tetap menurunkan lineup yang agresif. Sebab, Madrid membutuhkan gol. Chelsea bahkan cenderung akan bermain konservatif sambil menunggu kesempatan meskipun counter attack bukanlah gaya favorit Tuchel.

Tuchel punya banyak pilihan untuk mengisi lineupnya. Karena itu, duel ini superseru. Di Madrid pekan lalu, Chelsea menjadi pemilik babak pertama, tapi kemudian kendor di babak kedua. Apakah di London, gaya serupa kembali diterapkan?

Eden Hazard memang sudah cukup fit. Beranikah Zizou, panggilan karib Zidane, menurunkan Hazard dalam starting lineupnya?

Melihat latihan terakhir Senin lalu, Zidane boleh jadi langsung menurunkan Hazard dengan Vinicius Junior kembali ke bangku cadangan. Vini sebetulnya sudah lumayan oke, namun nalurinya di depan gawang tetap belum berubah. Vini masih masuk kategorisasi striker sayap yang 0-10. Artinya, dari 10 peluang yang tercipta belum tentu ia bisa memasukkan satu. Lini depan masih menjadi problem Madrid. Mereka masih mencari figur yang 5-5 seperti Cristriano Ronaldo yang kini merumput di Juventus. Kendala inilah yang sangat boleh jadi memberikan jalan bagi Chelsea untuk terbang ker Istanbul pada 29 Mei nanti untuk menghadiri partai final di negeri setengah Asia dan setengah Eropa, Turki. (Max Wangge/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Related Articles
Sport
Duo London, Chelsea dan West Ham United Berebut Slot Liga Champions

Sport
Final Liga Champions: Kesempatan Thomas Tuchel Gasak, Geser, dan Gusur Mentor

Sport
Bos Spotify Siap Beli Arsenal