Lifestyle

Kenapa sih Kita Bisa Jadi Rasis? Ternyata Otak Kita Punya Peran Besar

Otak kita secara natural merasa takut akan hal yang tidak familiar

Kezia Kevina Harmoko

Posted on May 3rd 2021


(Ilustrasi: Joey Dean/Dribbble)

Rasisme menjadi perbincangan hangat setelah gerakan Black Lives Matter dan Stop Asian Hate digaungkan. Rasisme memang telah menjadi momok yang menakutkan bagi ras minoritas dibuktikan dengan terus bertambahnya nyawa yang melayang akibat hal tersebut.

Namun, kenapa sih kita bisa jadi orang yang rasis? Seorang ahli saraf bernama Gary Wenk mengungkapkan pandangannya melalui Psychology Today. Menurutnya, dasar dari segala tindakan rasisme datang dari otak kita sendiri—yaitu bagian amgydala dan hippocampus.

Hippocampus dan Amygdala

Kedua bagian otak tersebut memang ukurannya kecil, tapi punya pengaruh besar terhadap pandangan kita ke orang lain. Amgydala mengatur respons emosi dan hippocampus berperan dalam penyimpanan memori.

Ketika kita melihat orang atau berada di tempat yang asing, hippocampus bakal berusaha mencari-cari memori yang berkaitan dengan apa yang kita lihat. Masalahnya, kalau tempat atau orang asing tentunya belum kita alami dan belum ada memorinya dong. Karena stok memori kosong, amgydala memutuskan untuk mengeluarkan rasa takut.

Alasan kita takut

Pada dasarnya, kita takut akan ketidakpastian, ketidaktahuan, atau sesuatu yang di luar dugaan. Mangkanya kita jadi takut kalau melihat orang yang tidak memiliki penampilan yang sama dengan kita.

Rasa takut ini sebenarnya hal natural yang diatur otak biar kita tetap survive. Kalau kita takut, kita jadi berusaha menangkal kemungkinan buruk yang terjadi. Takutlah dulu pokoknya. Masalah yang ditakuti itu memang ancaman atau bukan itu biar nanti. Kira-kira gitu sistem otak kita.

Stereotip memperburuk sistem otak kita

Nah, awal dari rasisme memang takut. Tapi, ada yang memperburuk rasa takut itu. Dilansir dari Mother Jones, kita hidup di mana banyak banget stereotip negatif dan menyeleweng yang melekat pada kelompok ras tertentu.

Akibatnya, hippocampus tentunya punya memori yang salah perihal ras tertentu. Kalau dibiarkan dan tidak dikonfirmasi, otak kita bisa jadi bias ke ekspresi tertentu yang sebenarnya nggak kita maksudkan.

Biar otak kita nggak otomatis menimbulkan rasa takut ketika melihat orang yang rasnya berbeda, didik diri kita sendiri dengan pengetahuan yang nggak bias tentang ras. Buktikan sama otak kita sendiri kalau kita gak perlu takut. Dengan begitu, kita punya stok memori baik di hippocampus sehingga amgydala tidak lagi mengeluarkan rasa takut.(*)

Related Articles
Current Issues
Tuai Kontroversi, Starbucks Kini Izinkan Staff Pakai Atribut Black Lives Matter

Current Issues
Lewis Capaldi Hingga Niall Horan Suarakan #NoSilenceInMusic Demi Keadilan

Tech
Instagram Blokir Pengguna yang Melecehkan di DM, Cegah Hate Speech dan Rasisme