Tech

Ilmuwan Tiongkok Berhasil Identifikasi Bakteri Pengurai Plastik

Jingga Irawan

Posted on May 3rd 2021

Credit: Medium

Solusi dari polusi sampah plastik di bumi masih terus dicari. Ilmuwan dari Tiongkok telah berhasil mengidentifikasi campuran bakteri laut yang tampaknya mampu mengurai Polietilen, salah satu jenis plastik yang paling banyak ditemukan di planet ini. Polietilen selama ini menjadi sumber sebagian besar polusi di lautan dunia.

Dilansir dari South China Morning Post, Senin (3/5), temuan ini didapat dari penelitian Institute of Oceanology, Chinese Academy of Sciences di Qingdao, Provinsi Shandong. Mereka yang pertama menetapkan hubungan langsung ke polietilen (PE).

Menurut tim Institute of Oceanology, kombinasi dari tiga jenis organisme yang ditemukan di penelitian itu bisa menyebabkan kerusakan nyata pada lapisan plastik. Seorang pakar independen mengatakan, hasil penelitian tersebut sejauh ini yang terbaik, yang pernah dilihatnya. Tetapi maish diperlukan lebih banyak penelitian lanjutan.

Dalam studi yang diterbitkan dalam Journal of Hazardous Materials, 23 April lalu, tim peneliti yang dipimpin oleh Sun Chaomin telah menemukan kombinasi bakteri yang mampu mengurai tidak hanya polietilen tereftalat (PET) tapi juga polietilen (PE). PET merupakan bahan pembuatan botol plastik. Sementara polietilen (PE) digunakan untuk membuat kantong.

Tim penelitian mengatakan bahwa mereka menambahkan bakteri ke sampel polietilen dan polietilen tereftalat. Setelah melewati pengujian berulang kali, menjadi jelas bahwa kombinasi tertentu dari tiga jenis bakteri ternyata bisa menyebabkan kerusakan nyata pada struktur plastik. Termasuk membuat banyak retakan berat dan lubang yang dalam.


Credit: SCMP

Saat ini sekitar 5 juta ton plastik dibuang ke laut setiap tahun. Dan, para ilmuwan sangat ingin menemukan cara yang ramah lingkungan untuk mengatasinya.

Polusi plastik bertanggung jawab atas kematian sekitar 1 juta burung dan 10 ribu hewan laut setiap tahun. Di antara penyumbang kematian terbesar itu adalah PE dan PET.

Saat ini, para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 430 mikroorganisme yang dapat merusak berbagai jenis plastik. Namun, penelitian yang dibuat Tiongkok itu sejauh ini paling banyak mendapatkan pujian.

Wolfgang Streit, seorang profesor mikrobiologi dan bioteknologi di Universitas Hamburg di Jerman termasuk yang memujinya. Ia menyebut penelitian yang dilakukan Tiongkok tersebut menarik. 

"Kami memiliki enzim untuk PET. Tapi untuk PE, tidak ada satu pun enzim yang diketahui bisa mendegradasinya. Jadi penelitian Tiongkok itu menarik," ujar Streit. Pujian Streit itu tentu obyektif, sebab ia sendiri tidak terlibat dalam penelitian yang dilakukan Tiongkok tersebut.

Paul Zimmerman, ketua Drink Without Waste, organisasi daur ulang plastik yang berbasis di Hong Kong punya pandangan sendiri. Ia setuju dengan penelitian itu, tapi menurutnya peneliti perlu mempertimbangkan implikasi dari proses penggunaan baketer tersebut. 

"Kalau menggunakannya perlu mengumpulkan plastik dari laut, itu mahal sekali. Tapi kalau menggunakannya dengan melepaskan bakteri ke laut untuk memakan plastik itu, sepertinya akan ada resiko tinggi untuk mengubah sifat dan konsekuensi yang tidak diinginkan,” katanya. (*)

Related Articles
Lifestyle
Blue Beauty, Gerakan Produk Kecantikan untuk Merawat Kelestarian Laut

Lifestyle
Starbucks Uji Coba Program Borrow A Cup, Pinjam dan Kembalikan Gelas Reusable

Interest
Berapa Banyak Sih Plastik yang Kita Makan? Seperti Ini Gambarannya