Interest

Seberapa Sering Sih Kita Harus Membersihkan Tempat Tidur? Ini Kata Ahli

Dwiwa

Posted on May 3rd 2021

Semenjak pandemi Covid-19, rumah dan kamar telah menjadi tempat yang paling sering digunakan oleh sebagian besar orang. Bahkan di Amerika, rata-rata orang menghabiskan separuh hidup di kamar tidur.

Nah, karena kamar tidur menjadi tempat yang paling banyak kita gunakan, menjaga kebersihannya tentu sangat penting. Sebab, kamar tidur yang kotor dapat membahayakan kesehatan, memicu gejala alergi dan asma serta mencegah seseorang tidur nyenyak.

Lalu, seberapa sering dan bagaimana sih cara membersihkan kamar tidur yang baik dan benar? Dilansir dari Eat This, Not That!, berikut saran para ahli agar kamar tidur kalian bisa jadi tempat perlindungan sehat yang layak.

 

1. Bersihkan tungau debu

Musuh utama di kamar tidur adalah tungau debu. Makhluk miksroskopis ini memakan serpihan kulit manusia. Tempat tinggal favorit mereka adalah di kain dan permukaan lembut dari tempat tidur.

Tungau debu (khususnya limbahnya) dapat menyebabkan reaksi alergi seperti bersin, batuk dan gatal. Untuk membersihkannya, mulailah dari kipas yang terpasang di langit-langit. Gunakan kemoceng elektrostatis untuk menghilangkan debu dari rak, teruskan ke permukaan yang lebih rendah.

 

2. Gunakan vakum dan pel setiap minggu

American Academy of Asthma, Allergies and Immunology (AAAAI) merekomendasikan untuk menyedot debu setiap minggu dengan vakum yang memiliki HEPA atau filter partikel kecil. Filter HEPA lebih baik, karena akan memerangkap debu yang dikeluarkan oleh vakum tradisional lewat knalpot.

Selain itu, ahli juga merekomendasikan untuk mengepel permukaan lantai seminggu sekali. 

 

3. Cuci seprai, sarung bantal dan selimut setiap minggu

AAAAI merekomendasikan agar orang-orang mencuci seprai, sarung bantal dan selimut setiap minggu. Seprai harus dicuci pada suhu sekitar 54 derajat C. Ini merupakan pengaturan panas standar pada kebanyakan mesin cuci. Tirai di kamar tidur juga harus dibersihkan secara rutin. 

 

4. Singkirkan kecoa

Kita tentu tidak menginginkan serangga ini ada di kamar, tetapi tidak bisa dipungkiri mereka ada di mana-mana. Selain membuat sebagian orang jijik, kotorannya juga memperburuk alergi dan asma serta menyebarkan penyakit.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kecoa masuk kamar. Mulai dari menutup celah bukaan keluar, menutup tempat sampah, tidak membiarkan makanan tergeletak di sekitar, dan membersihkan semua tumpahan dengan cepat.

Jika melihat kecoa, gunakan jebakan berumpan atau menyewa pembasmi profesional. CDC tidak menyarankan orang untuk menggunakan pengasapan atau pestisida.

 

5. Mencegah jamur

CDC menyebutkan jika kamar tidur adalah tempat yang baik untuk tumbuhnya jamur. Untuk mencegahnya, pertahanan tingkat kelembapan serendah mungkin, tidak lebih dari 50 persen.

Sedangkan untuk membersihkan jamur dari ambang jendela, AAAAI menyarankan gunakan larutan pemutih klorin (3/4 cangkir pemutih klorin untuk 1 galon air) dan pastikan memakai masker pelindung.

 

6. Ganti filter

Nah, jika rumah kalian menggunakan AC, AAAAI menyarankan untuk mengganti filter di AC sentral, AC di kamar dan sistem pemanas sebulan sekali.

 

7. Disinfeksi ponsel

Meski tidak terlihat kotor, ponsel sebenarnya bisa menjadi sumber utama kuman di kamar loh. Jadi jangan lupa untuk secara rutin mendisinfeksi ponsel menggunakan alat pembersih UV setiap hari atau menyeka permukaannya dengan tisu pembersih setiap hari.(*)

Related Articles
Lifestyle
Seberapa Sering Ponsel Harus Dibersihkan Agar Aman dari Virus dan Bakteri?

Interest
Ilmuwan Temukan Filter Sederhana dari Pohon, Solusi Krisis Air Bersih?

Interest
Pengering Tangan Menyebarkan Lebih Banyak Kuman Dibanding Tisu Kertas?