Current Issues

Banyak Kasus Kecelakaan, Pemilik Tesla di Tiongkok Pasang Kamera Dekat Pedal Rem

Jingga Irawan

Posted on May 3rd 2021

Credit: Insideevs

Setelah beberapa kali terjadi kecelakaan yang melibatkan Tesla, sistem keamanan mobil tersebut kini sedang hangat diperbincangkan. Apalagi, Tesla terus menepis segala tuduhan yang mengatakan bahwa produk mobilnya tersebut memiliki banyak masalah. Mereka membalikkan tuduhan kesalahan kepada para pengemudi mobil.

Menurut situs web Tiongkok Fast Technology, karena tidak ingin disalahkan atas kecelakaan di masa depan, beberapa pemilik Tesla di Tiongkok memutuskan untuk memasang kamera yang dapat merekam pedal kendaraan mereka, terutama rem.

Langkah tersebut meluas setelah Zhang Yazhou melakukan aksi protes di Shanghai Auto Show 2021 karena kerusakan rem di mobil Tesla miliknya. Kemudian, Pemerintah Tiongkok meningkatkan tekanan kepada Tesla untuk mengatasi masalah kualitas di negaranya. Perusahaan dengan segera meminta maaf dan membentuk Tim Penanganan Khusus. Yazhou meminta uangnya kembali. Namun, Tesla menolak.

Fast Technology menerbitkan dua gambar kendaraan Tesla dengan kamera mengarah ke pedal. Sayangnya, tidak diketahui siapa pemilik mobil tersebut. Hanya saja, salah satu dari mereka mengambil gambar dengan sandal jepit.

Pemilik mobil tersebut mengatakan bahwa jika mereka terlibat dalam kecelakaan dengan mobilnya, mereka akan memposting video kecelakaan yang disinkronkan dengan video mereka saat menggunakan pedal rem untuk membuktikan bahwa pengemudi tidak bisa disalahkan sepenuhnya. 

Selain itu, beredar kabar bahwa sebuah pusat perbelanjaan tampak melarang Tesla parkir. Mereka menuntut pemilik untuk memperbaiki rem sebelum parkir di sana. Ditambah, ada desas-desus bahwa Guangzhou akan menghentikan penggunaan Tesla.

Namun, pemerintah kota setempat membantah hal itu. Bantahan itu kemungkinan tidak berhasil karena rumor terus berlanjut, sebagaimana dilansir Insideevs.

Kerusakan reputasi sulit untuk diperbaiki jika menyangkut perusahaan otomotif. Hyundai misalnya, harus berhenti menjual Kona EV-nya di Korea Selatan karena kebakaran mendadak dan proses penarikan mahal harus dilakukan.

Memfilmkan pedal rem untuk menghindari tuduhan kesalahan mengemudi adalah pertanda kuat bahwa pelanggan tersebut mulai tidak mempercayai Tesla sebagai sumber informasi netral tentang tabrakan yang melibatkan mobilnya sendiri. Jika citra perusahaan rusak karena masalah kualitas dan masalah kepercayaan di pasar mobil terbesar di dunia (Tiongkok), Tesla tampaknya harus mulai mencari solusi pasar lain untuk produknya. (*) 

Related Articles
Current Issues
EV Semakin Diminati, Negara Manakah Yang Pimpin Pasar Mobil Listrik?

Current Issues
Tesla Klaim Mungkin Ada Seseorang di Kursi Pengemudi dalam Kecelakaan di Texas

Current Issues
Takut Data Bocor, Tentara-Pegawai Pemerintah Tiongkok Dibatasi Kemudikan Tesla