Current Issues

Jadi, Inilah Serangga yang Bisa Membawa dan Menyebarkan Covid-19

Dwiwa

Posted on May 3rd 2021

Serangga menjadi salah satu jenis hewan yang sering dianggap mengganggu oleh manusia. Entah karena suaranya atau bentuknya yang terlihat menakutkan. Tetapi dibanding semua itu, yang harus jadi fokus di masa pandemi Covid-19 adalah bagaimana hewan-hewan kecil ini mampu menjadi vektor bagi berbagai kuman. 

Bahkan menurut Bestlife, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Parasites & Vectors mengungkap jika ada satu jenis serangga yang kemungkinan mampu membawa dan menularkan Covid-19.

Studi yang dilakukan oleh Kansas State University (KSU) dan Layanan Penelitian Pertanian ini memperlihatkan jika lalat rumah bisa membawa dan menularkan Covid. Kesimpulan tersebut didapat setelah dengan sengaja membuat lalat rumah tertular Covid-19 di laboratorium dan menguji infektivitasnya (kemampuan menginvasi dan menyebabkan infeksi pada tubuh).

Sampel lingkungan juga diuji untuk infektivitas setelah terjadi kontak dengan lalat. Sampel tersebut dikumpulkan dalam waktu yang berbeda-beda usai terpapar. Hasilnya, peneliti menemukan jika lalat rumah dapat terkena dan menyimpan SARS-Cov-2 yang menular hingga 24 jam setelah terpapar.

Selain itu, lalat rumah mampu menularkan Covid ke lingkungan sekitar hingga 24 jam setelah terpapar virus. Sampel lingkungan yang disentuh oleh lalat yang terpapar, terkontaminasi RNA virus meskipun sampel tersebut tidak mengandung virus yang menular.

Jadi misalnya lalat rumah hinggap di kotoran penderita Covid-19, maka dia bisa membawa virus tersebut dan berpotensi menularkannya ke orang lain. Hih, ngeri!

Meski begitu, karena penelitian dilakukan di laboratorium, penulis mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah penularan lalat rumah terjadi secara alami dan apa implikasi kesehatan masyarakat potensial dari peristiwa tersebut.

Juergen Richt, PhD, direktur Center on Emerging and Zoonotic Infectious Diseases (CEZID) KSU dan co-author studi tersebut, mengatakan kepada Verywell Health bahwa ia dan rekan-rekan penelitinya memutuskan untuk menguji penularan lalat rumah karena ada banyak kasus Covid- 19 di mana kita tidak tahu bagaimana seseorang tertular virus.

Richt menjelaskan bahwa lalat rumah diketahui tertarik pada cairan biologis yang dapat terkontaminasi virus. Meski begitu ia mengatakan kemungkinan tertular Covid dari lalat rumah jarang terjadi. 

Lalat rumah sendiri sudah dikenal dengan kemampuannya bisa menularkan penyakit. Menurut National Environmental Health Association (NEHA), lalat rumah dapat menularkan penyakit dan bakteri ke manusia. “Lalat rumah biasa dapat menularkan patogen yang menyebabkan shigellosis, demam tifoid, E. coli, dan kolera,” jelas NEHA.

Agen penyebab penyakit dapat ditularkan melalui rambut tubuh atau oleh tarsi yang ditularkan ke makanan atau permukaan saat lalat mendarat. Selain itu, patogen dapat ditularkan saat lalat memuntahkan makanan untuk mencairkan bahan untuk pencernaan.

Kabar baiknya adalah, serangga umum lainnya tampaknya tidak dapat menularkan virus corona baru kepada manusia. Pada 4 Maret, sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Medical Entomology menyatakan bahwa nyamuk dan biting midges tidak dapat menularkan Covid.

"Kami pikir spesies ini tidak dapat menjadi vektor biologis SARS-CoV-2," kata Richt, yang juga terlibat dalam penelitian itu, dalam sebuah pernyataan. "Kemungkinan penularan SARS-CoV-2 oleh serangga ini sangat rendah."

Sementara penularan langsung dari serangga ini ke manusia mungkin tidak perlu dikhawatirkan. "Mungkin nyamuk dan midges bisa menjadi vektor mekanis seperti lalat," kata Richt. "Tapi kami percaya bahwa, dalam beberapa kasus ini,  kalian tidak dapat menemukan penularan langsung virus dari interaksi antara orang-orang positif dengan fomites (obyek pembawa infeksi)." (*)

Related Articles
Current Issues
CDC: Mengosongkan Kursi Tengah Pesawat Kurangi Risiko Covid-19 Sampai 57 Persen

Current Issues
Kreatif! Hindari Penularan Covid-19, Restoran Ini Berikan Layanan Car-In

Current Issues
Perbarui Pedoman, CDC Akui Virus Corona Baru Bisa Menular Lewat Airborne