Tech

Pakar: Saingan Terbesar Tesla Bakal Datang dari Tiongkok

Jingga Irawan

Posted on May 2nd 2021

Tesla Model 3 (kiri) dan NIO ES8 (kanan). Source: The Wall Street Journal

Tesla meluncurkan kendaraan listrik model pertamanya, Roadster pada lebih satu dekade silam. Saat itu hampir tidak ada mobil listrik di pasaran. Setelah satu dekade kemudian, teknologi kendaraan listrik telah meluas. Hampir pabrikan mobil sudah punya teknologinya sendiri untuk membuat mobil listrik. Tapi, seorang ahli manufaktur kendaraan berpendapat bahwa Tesla masih belum memiliki saingan sejati.

"Tidak ada. Tidak ada pesaing Tesla. Tetapi ketika mereka datang, mereka akan datang dari Tiongkok," kata Sandy Munro dalam sesi tanya jawab di channel YouTube-nya. Munro menjawab pernyatan itu ketika ia ditanya perusahaan mana yang menjadi ancaman terbesar bagi Tesla. Munro saat ini menjalankan sebuah perusahaan teknik dan terkenal karena analisis perihal harga kendaraan.

Tesla adalah kekuatan dominan dalam industri EV (Electric Vehicle) saat ini. Dan, Tesla Model 3 seharga USD 40.000 adalah mobil listrik terlaris di dunia pada 2020. Meskipun demikian para pembuat mobil lama mulai mengarahkan pandangannya terhadap kendaraan listrik. Ditambah dengan keberadaan perusahaan startup yang memiliki inovasi baru untuk fitur EV.

Volkswagen misalnya. Mereka telah mengumumkan ambisi di sektor kendaraan listrik secara habis-habisan tahun ini. Di mana hal itu mencakup beberapa pabrik baterai Eropa dan investasi besar di stasiun pengisian daya.

Ford baru-baru ini juga mulai menjual EV pertamanya. Yang banyak diminati ialah crossover Mustang Mach-E. Mobil mewah ini juga yang mulai memakan pangsa pasar Tesla di AS.

Menurut Munro, Mach-E adalah kendaraan listrik paling dekat yang dirasa sanggup melawan Tesla. Tetapi pembuat mobil Tiongkok seperti Nio, XPeng, BJEV, dan Geely akan menjadi ancaman terbesar bagi Tesla dan OEM (Original Equipment Manufacture) tradisional. Hal itu bisa terjadi karena perusahaan-perusahaan otomotif Tiongkok bisa membawa mobil listrik ke pasar di tahun-tahun mendatang.

"Sejujurnya EV Tiongkok memiliki pembuatan yang baik lebih dari apa pun yang kami miliki di sini. Dan yang harus diingat, mereka biaya memproduksi dengan biaya yang jauh lebih rendah. Sebaiknya ikat pinggangmu benar-benar kencang ketika Tiongkok mulai memasukkan mobil mereka ke Amerika Utara,” kata Munro.

Munro mengatakan bahwa Tesla 10 tahun lebih maju dari persaingan dalam hal beberapa elemen manufakturnya. Beberapa analis Wall Street juga berpikir keunggulan Tesla di ruang EV bakal lebih panjang selama tahun-tahun ke depan. Terlepas dari semua isu keamanan kendaraan yang baru-baru ini menimpanya.

Dalam catatan bulan Maret 2021, menurut analis dari UBS, Tesla akan tetap menjadi perusahaan mobil listrik paling menguntungkan hingga setidaknya 2025, meskipun Volkswagen siap mengambil alih dalam hal penjualan EV pada tahun yang sama.(*)

Related Articles
Tech
Tesla Bakal Rilis Mobil Listrik Rp 356 Juta Tanpa Setir Pada 2023

Tech
Raksasa Teknologi Baidu dan Geely Investasikan USD 7,7 Miliar untuk Smart EV

Tech
Menyusul Tesla, Pembuat Mobil Listrik Tiongkok NIO Perluas Pasar ke Norwegia