Current Issues

Biar Nggak Dicurangi, Yuk Kenali Ciri Alat Rapid Test Antigen Baru dan Bekas

Dwiwa

Posted on May 2nd 2021

Ditemukannya kasus kecurangan penggunaan alat rapid test antigen daur ulang di Bandara Kualanamu Medan tentu membuat kita resah. Apalagi, penggunaan alat tes bekas ini dilakukan oleh oknum petugas dari lembaga terpercaya seperti Kimia Farma.

Tidak bisa dipungkiri, hal itu tentu membuat kita jadi lebih was-was saat akan melakukan pemeriksaan Covid-19. Lalu, bagaimana caranya kita memastikan apakah peralatan yang digunakan untuk melakukan rapid test antigen ini memang masih baru ?

Menurut para ahli, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah peralatan yang digunakan merupakan bekas pakai atau memang masih baru. Salah satunya adalah dengan memastikan peralatan yang akan digunakan untuk melakukan rapid test antigen masih berada dalam kemasan bersegel.

Ahli Patologi Klinik Laboratorium Primaya Hospital Karawang dokter Hadian Widyatmojo Sp.PK mengatakan jika masyarakat bisa meminta kepada petugas swab untuk menunjukkan alat masih dalam kemasan tersegel dan membukanya di depan pasien.

Kalian patut curiga jika petugas tiba-tiba sudah memperlihatkan alat swab yang sudah terbuka tanpa melihatnya dibuka dari kemasan bersegel. Sebab menurut dr Dwi Fajaryani, SpPK, dari Klinik Primaya Hospital Bekasi Barat, selain untuk membuktikan jika peralatan masih baru, membuka alat dari bungkusnya hanya pada saat akan digunakan juga berguna untuk menjaganya tetap steril dan tidak terkontaminasi.

Sementara itu, dokter spesialis patologi Klinik Primaya Hospital Makassar dr Selvi Josten Sp.PK menyebutkan jika seluruh peralatan untuk swab tes hanya boleh digunakan sekali. Artinya, setelah digunakan harus dibuang dan tidak boleh dipakai kembali.

Selvi menjelaskan jika peralatan ini sampai digunakan kembali, sangat berisiko bagi kesehatan dan penularan Covid-19 pada pasien lain. “Pastikan alat swab tersebut masih baru dan perhatikan perlekatan kemasannya harus dalam keadaan sempurna seperti dari pabrik (bukan memakai lem atau double tape),” ujarnya.

Beberapa tanda lain yang bisa diperhatikan oleh masyarakat untuk memastikan apakah peralatan baru atau daur ulang adalah dari permukaan stik yang harusnya berwarna putih bersih. Selain itu, permukaan stik baru juga masih mulus tanpa ada gerigi dan tidak memiliki aroma.

Pastikan juga peralatan yang digunakan sudah memiliki izin edar. Kalian boleh kok menanyakan sertifikat Nomor Izin Edar (NIE) dari vendor alat kepada petugas untuk memastikan keasliannya.

Oh ya, hasil pemeriksaan swab sendiri sebenarnya bisa dipertanggungjawabkan loh. Asalkan pengambilan sampel dilakukan dengan benar dan aman menggunakan peralatan baru yang steril oleh petugas yang terlatih dan bersertifikat.

Nah, jadi mulai sekarang, lebih waspada ya kalau melakukan rapid test antigen atau pun tes lainnya. Jangan sampai kita jadi korban dari oknum-oknum nakal yang meraup keuntungan di tengah krisis yang tengah melanda dunia.(*)

Related Articles
Current Issues
WHO Izinkan Rapid Tes Antigen Mandiri, Bagaimana dengan di Indonesia?

Current Issues
Hanya 3 Menit, Tes Antigen Covid-19 Ini Diklaim Dapat Berikan Hasil Akurat

Current Issues
Pemerintah Tetapkan Harga Tes Swab Covid-19 Hanya Rp 900.000