Sport

The Reds, Raibnya Mentalitas Monster

DBL Indonesia

Posted on May 2nd 2021

MANAJER Liverpool Juergen Klopp ikhlas. Ia menerima kenyataan pahit timnya kalah bersaing dari Manchester City dan Manchester United. Tidak hanya sukses di pentas domestik, duo Manchester itu juga sudah menyibak peluang lebar-lebar melaju ke partai puncak kompetisi antarklub Eropa. City menebas Paris Saint-Germain 2-1 di leg pertama Liga Champions. United menghempaskan AS Roma 6-2 di semifinal Liga Europa.

''Kami datang ke Old Trafford tanpa beban. Kami hanya ingin bermain lepas. Tahun ini episenter Liga Premier sudah diambil alih duo Manchester. Kami bahkan harus ikhlas bermain di Liga Europa musim depan,'' sebut Klopp saat menggelar konferensi pers di Liverpool jelang menghadapi Manchester United di Stadion Old Trafford, pukul 22.30 WIB, Minggu (2/5.

Meski gelar juara bertahan sudah beralih ke tangan lawan dan kans lolos ke Liga Champions sangat tipis, Liverpool ikrar tampil heroik untuk kebanggan klub dan eksistensi pribadi.

Daily Mail sempat membuat kronik soal Liverpool menghadapi pertandingan itu. Menurut Daily Mail, Liverpool sudah berhenti kalah. Setidaknya, The Reds sudah tidak terkalahkan dalam lima pertandingan liga, yaitu tiga menang dan dua seri. Itulah adalah penampilan terbaik The Reds sepanjang tahun  ini.

Namun, dengan selisih empat poin dari Chelsea menjelang akhir pekan ini, Klopp tahu bahwa kemenangan jadi harga mati. Yang jadi soal, kata Daily Mail, musim ini Liverpool kehilangan mentalitas monster. Liverpool bukannya membunuh, melainkan terbunuh. Itulah akar permasalahan yang membuat sang juara bertahan seperti tim sekarat. Masih beruntung mereka tetap berada di papan atas. Tidak perlu cari-cari alasan kehilangan dua figur sentral di jantung pertahanan sepanjang musim.

Tiga dari lima laga terakhir Liverpool musim ini digelar di Anfield. Hasilnya lumayan oke. Itu membuat Klopp tidak kehilangan optmisme berebut tempat di empat besar.

Manchester United (MU) adalah tim papan atas terakhir yang harus dihadapi Liverpool dengan Southampton, Burnley, West Bromwich Albion, dan Crystal Palace jadi calon akhir musim ini.

Manajer MU Ole Gunnar Solksjaer sepertinya melakukan beberapa perubahan. Kemenangan meyakinkan timnya pada leg pertama Liga Europa membuat pekerjaannya sedikit lebih mudah dan pertandingan Kamis depan sekadar formalitas.

Ada kepingan sejarah yang akan diukir kapten  Harry Maguire. Bek tengah MU itu bisa memecahkan rekor klub dengan menyelesaikan 90 menit dalam 72 pertandingan Liga Premier berturut-turut. Ia melampaui rekor Gary Pallister pada 1980–1990-an.

Mohamed Salah berpotensi merusak ''keharuman'' Maguire . Dua golnya di Old Trafford di Piala FA awal musim ini menunjukkan bahwa Salah adalah pemain Liverpool kedua –dan yang pertama dalam 100 tahun– yang mencetak gol tandang ke MU dalam dua pertandingan berbeda dalam satu musim.

Namun, dua gol Salah di Piala FA itu pada akhirnya sia-sia. Rekan Salah yang lain tidak menikmati banyak keberuntungan melawan MU di masa lalu. Roberto Firmino hanya mencetak satu gol dalam 14 pertandingan melawan MU. Sadio Mane hanya mencetak satu gol dalam 11 pertandingan. Diogo Jota yang menjadi cadangan monster terhalang cedera yang membuat penampilannya belakangan kembali melorot.

The Reds tidak memiliki masalah cedera baru, tetapi masih tanpa Jordan Henderson, Virgil van Dijk, Joe Gomez, Joel Matip, dan Divock Origi. MU hanya kehilangan Anthony Martial dan Phil Jones. Namun, nama terakhir tidak begitu penting. (Max Wangge/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Artikel Terkait
Sport
Ketika Harry Kane Galau Menanti Trofi dan Tawaran Manchester United

Sport
Kontrak Baru Menanti Edi

Sport
Gerrard dan Beckham Lengkapi Daftar Legenda di Premier League Hall of Fame 2021