Current Issues

Tanda-Tanda Pemerintah Tiongkok Ingin "Menarget" Tesla

Jingga Irawan

Posted on May 1st 2021

Credit: Futurism

Kritik dan ketidakpuasan terhadap produk Tesla satu persatu mulai bermunculan. Baru minggu lalu, beredar video seorang perempuan marah-marah di tengah perhelatan Shanghai Auto Show 2021.

Perempuan tersebut naik ke atas mobil Tesla Model 3 sambil berteriak bahwa rem mobil Tesla-nya pernah blong. Hampir menghilangkan nyawanya. Peristiwa itu lantas menjadi berita utama global menyusul kecelakaan di Texas yang menewaskan 2 orang penumpang Tesla pada awal April.

Dua hal tersebut hanya sebagian kecil fenomena yang menimpa Tesla. Masih banyak tuduhan lain yang mengatakan bahwa produk Tesla bermasalah. Seperti misalnya kebakaran pada baterai hingga mobil yang melakukan akselerasi tiba-tiba. Dan, sebelum ramai kasus kecelakaan di Texas, kasus akselerasi mobil listri Tesla yang sulit dikendalikan dilaporkan terjadi beberapa kali di Tiongkok.

Namun, menurut Tu Le, pendiri Sino Auto Insights, kasus-kasus ketidakpuasan terhadap Tesla masih jauh dibanding dengan pecinta Tesla yang merasa kendaraannya baik-baik saja. Sino Auto Insights merupakan buletin pasar kendaraan listrik di Tiongkok.

Tu Le mengatakan, perbandingan antara jumlah konsumen yang tidak puas dengan pencinta Tesla masih jauh. Sehingga, mustahil apabila isu-isu kecil dapat menggulingkan kepopuleran Tesla

Dalam sebuah wawancara dengan TechNode bulan ini, Le menepis kekhawatiran bahwa keluhan tentang layanan pelanggan dan keamanan perusahaan yang diperbincangkan di media sosial bakal memperlambat pertumbuhan penjualan Tesla.  

Namun, Pemerintah Tiongkok dalam beberapa minggu terakhir telah ikut menyuarakan kritik pada Tesla. Media-media yang dikendalikan oleh negara, Xinhua dan People’s Daily, telah secara rutin menerbitkan opini yang mengatakan bahwa Tesla mengabaikan hak konsumen, sebagaimana dilansir dari Business Insider.

"Beberapa komentar (terkait kritik Tesla) bahkan telah merekomendasikan untuk mengeluarkan Tesla, seperti Google. Ini bukan hanya opini penulis lokal Anda, ini seperti sebuah kampanye,” kata Anne Stevenson-Yang. Dia merupakan pendiri perusahaan investasi J Capital Research di Tiongkok. Anne mengungkapkan hal itu lewat sebuah email kepada Insider.

Le setuju dengan penilaian Anne Stevenson-Yang. Bahkan, menurutnya Tesla harus memikirkan serius masalah tersebut. Apalagi, Pemerintah Tiongkok memiliki kekuatan untuk memengaruhi banyak hal jika menyangkut protes publik.

"Memang benar ada orang yang benar-benar kesal di Tesla. Dan pemerintah memilih untuk menekankannya bahkan saat Tesla menjual 30.000 unit di negara itu sebulan. Meledakkan media sosial adalah satu hal. Tapi ketika media pemerintah terlibat adalah hal lain. Ini peringatan yang jelas bagi mereka," kata Le.

Netizen Tiongkok telah mengeluhkan tentang Tesla dalam berbagai hal. Pada 2019, konsumen marah karena perusahaan memangkas harga tak lama setelah mereka membeli kendaraan. Awal bulan ini, beberapa pihak kesal karena mereka beranggapan bahwa layanan tidak sesuai standar. Ditambah dengan serangkaian video kecelakaan dan review penggunaan kendaraan yang tidak memuaskan.

Persaingan di Tiongkok

Menurut Insider, Tesla dan Pemerintah Tiongkok saling bekerja sama dalam beberapa hal. Tapi di tempat lain, keduanya sangat bertentangan. Pemerintah Tiongkok memang menyambut baik perhatian yang dibawa Tesla ke pasar kendaraan listrik. Tetapi pada akhirnya, mereka ingin brand nasional-lah yang dapat melampaui Tesla.

Saat ini, pasar kendaraan listrik Tiongkok didominasi oleh Tesla, SAIC-GM-Wuling Automobile Co., dan BYD. Menurut China Passenger Car Association, pada Maret 2021, tiga perusahaan tersebut menguasai 55 persen pasar. Saat ini, menurut Le, pemerintah Tiongkok masih membutuhkan Tesla memperkuat pasar kendaraan listrik. Tapi, Tesla perlu berhati-hati karena belum tentu apa yang terjadi saat ini semuanya sama di masa depan.

“Jika pemain EV domestik mulai naik, maka saya pikir kalkulusnya berubah untuk pihak-pihak tertentu,” menurut Le.

Tahun lalu, Tesla memimpin pasar kendaraan listrik dalam hal penjualan. Tapi tahun ini dikalahkan oleh Hongguang Mini yang berada di posisi teratas. Hongguang Mini adalah usaha patungan SAIC-GM-Wuling Automobile. Kendaraan ini sering disebut sebagai mobil listrik termurah. Harga produknya berkisar antara USD 4.000 hingga USD 4.500.

Tesla Harus Waspada Terhadap Kritik Media

Setelah insiden di Shanghai Auto Show, Tesla mengeluarkan permintaan maaf kepada konsumen di Tiongkok. Tapi media pemerintah belum berhenti meliput perusahaan tersebut. Berita utama The Global Times misalnya. Mereka menyindir Tesla dengan mengaitkan antara kejadian protes rem dan pendapatan yang meningkat.

The Global Times menyebut Tesla masih bertaruh besar di pasar Tiongkok. Tetapi penjualannya di Tiongkok akan mengalami penurunan tajam pada kuartal kedua. Termasuk penjualan globalnya juga dapat terpengaruh. Begitu kata analis yang dikutip The Global Times.

Fenomena tersebut bisa diperburuk oleh hubungan yang tidak harmonis antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Sebagaimana diketahui, hubungan kedua negara raksasa ini mengalami kemunduran dalam beberapa tahun terakhir. Terutama ketika di masa-masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Baru-baru ini, Pemerintah Tiongkok juga telah memberi pelajaran pada perusahaan asing yang ikut menyuarakan kampanye terkait isu-isu yang terjadi di Xinjiang, Hongkong, maupun Taiwan.

"Kami memasuki era baru dalam hal resiko perusahaan di Tiongkok. Dulu adalah sesuatu di mana media pemerintah atau Liga Pemuda Komunis akan menggelar kampanye kemarahan. Baik itu boikot atau serangan media sosial. Lalu perusahaan harus mengajukan permintaan maaf. Nah, sekarang era baru terjadi di mana, pemerintah memiliki pendekatan yang sama sekali berbeda,” kata Lee Miller, pendiri surveyor China Beige Book.

Di era ini, permintaan maaf tidaklah cukup. Ketika Tiongkok sudah menargetkan sebuah perusahaan, seringkali mereka langsung menyingkirkannya. Tanpa ampun. Miller mengatakan, Pemerintah Tiongkok kini mungkin masih memanfaatkan Tesla. Namun, tekanan yang terjadi belakangan ini bisa jadi awal dari semua bencana yang akan terjadi untuk Tesla.

"Tesla bakal terus mendapat dukungan dari Pemerintah Tiongkok sampai manfaatnya tidak lagi dibutuhkan. Lalu, Tiongkok akan menghancurkan mereka," menurut Miller.

Miller berpendapat, satu-satunya cara bertahan adalah dengan membuat merek yang sangat kuat di Tiongkok. Seperti Nike atau Adidas. Merek yang kurang populer seperti H&M dari Swedia, yang baru-baru ini ditargetkan oleh Pemerintah Tiongkok, mungkin berada di ambang kepunahan di negeri Panda.

Saat Tesla dan Pemerintah Tiongkok berselisih langkah terbaik perusahaan adalah mengambil sebanyak mungkin pangsa pasar dengan maksimal. Tapi itu bukan hal mudah. Sebab pemerintah juga memiliki kepentingan untuk meredam pertumbuhan Tesla dan harus bisa mengendalikannya. Pada akhirnya, hanya Pemerintah Tiongkok yang bisa memutuskan setiap tindakan di masa depan, bukan Tesla.(*)

 
 
Related Articles
Current Issues
Akun Sosial Media Tiongkok Minta Maaf ke Tesla Atas Konten Rem Rusak Tanpa Bukti

Current Issues
Takut Data Bocor, Tentara-Pegawai Pemerintah Tiongkok Dibatasi Kemudikan Tesla

Current Issues
Tiongkok Keluarkan Aturan untuk Cegah Penyalagunaan Data Pengguna Mobil Pintar