Tech

Kembangkan Baterai EV Sendiri, Ford Siapkan Dana Rp 2,6 Triliun

Jingga Irawan

Posted on April 30th 2021

Ford Motor adalah perusahaan terbaru yang membeberkan recananya pembuatan dan pengembangan baterai sendiri untuk mobil listrik. Dilansir dari EconoTimes, Jum’at (30/4), produsen mobil Amerika yang berbasis di Detroit itu berniat mengembangkan baterai lithium-ion dan solid-state digunakan pada Electric Vehicle (EV) miliknya.

Kelangkaan bahan baterai dan sulitnya proses bekerja sama dengan pembuat baterai eksternal, akhirnya mendorong banyak produsen EV untuk turut terjun ke dalam bisnis produksi baterai lithium-ion. Apalagi, Ford saat ini telah menunjukkan komitmennya untuk memproduksi BEV (Battery Electric Vehicle) lebih besar.

Sebagaimana diberitakan oleh The Wall Street Journal, Ford Motor rencananya bakal membuka pusat pengembangan baterai. Sehingga, perusahaan tersebut menyisihkan USD 185 juta (Rp 2,6 triliun) untuk fasilitas yang akan segera dibangun di Michigan, AS.

Kepala Produksi dan Operasional Ford Huai Thai-Tang mengatakan, setelah fasilitas pengembangan mulai beroperasi dan proyek berhasil, perusahaan akan memproduksi sel baterai mereka sendiri. Fasilitas pengembangan baterai tersebut diharapkan selesai tahun depan.

Sejak kedatangan Jim Farley sebagai chief executive officer barunya tahun lalu, Ford telah menyusun rencana yang lebih agresif untuk meningkatkan penjualan dan fitur kendaraannya. Ditambah dengan memproduksi baterai yang juga menjadi bagian dari agenda.

Perusahaan bakal membangun fasilitas seluas 1,8 hektar untuk memproduksi baterai. Fasilitas seluas itu akan dilengkapi dengan alat untuk merancang, menguji, membuat paket, dan sel baterai. Mereka juga bakal mulai memproduksi baterai skala kecil.

Meskipun demikian, Ford tidak akan menjadi fasilitas produksi sel baterai penuh seperti yang direncanakan Tesla dan GM. Tapi, Ford rencananya juga mengembangkan kontrol elektronik dan barang-barang lainnya di fasilitas pengembangan tersebut.

"Kami sekarang melihat bahwa pasar akan berkembang sangat cepat, dan kami akan memiliki skala yang cukup untuk membenarkan adanya tingkat integrasi yang lebih besar," kata Thai-Tang mengenai usaha Ford dalam pembuatan baterai.  

Fasilitas baru Ford itu akan dipimpin oleh Anand Sankaran. Saat ini ia menjabat sebagai direktur teknik sistem kelistrikan Ford. Menurut Sankaran, fasilitas tersebut adalah sebuah laboratorium pembelajaran untuk membuat perakitan sel skala lab dan skala pilot, termasuk untuk pembuatan baterai lithium-ion dan solid-state generasi terbaru. (*)

Related Articles
Tech
Ford Produksi Sel Baterai Kendaraan Listrik Bareng Produsen Korea Selatan

Tech
Berambisi Kuasai Pasar EV dan AV, General Motors Berinvestasi Rp 503 Triliun

Tech
Siapa yang Bakal Untung Maksimal Ketika Terjadi EV Boom?