Current Issues

EV Boom Bisa Kurangi Pemakaian 3,5 juta Barel Minyak Tiap Hari

Jingga Irawan

Posted on April 30th 2021

Getty Images

Sejalan dengan industri Electric Vehicle (EV) yang berkembang pesat, jumlah kendaraan listrik yang berada di jalan-jalan dunia bakal meningkat tajam. Dilansir dari The Guardian, Jum’at (30/4), jumlah EV yang saat ini berkisar 11 juta unit. Hal itu bakal tumbuh menjadi 145 juta pada akhir 2030.

Jumlahnya akan lebih tinggi lagi jika pemerintah negara di dunia ikut mendorong produksi transportasi bebas karbon untuk mencegah perubahan iklim. Jika itu terjadi, menurut sebuah laporan oleh Badan Energi Internasional (IEA), kemungkinan jumlah kendaraan listrik di seluruh dunia bisa mencapai 230 juta pada 2030.

Fenomena tersebut diharapkan dapat mengurangi permintaan BBM setiap harinya. Di bawah kebijakan iklim dunia yang ada, kendaraan listrik diperkirakan dapat mengurangi kebutuhan solar dan bensin hingga lebih dari 2 juta barel per hari pada 2030. Jumlah tersebut setara dengan menghemat 120 juta ton karbondioksida.

Jika suatu negara memiliki ambisi untuk mengganti transportasi secara keseluruhan menjadi serba listrik, langkah ini bakal membantu mengurangi sekitar 3,5 juta barel minyak per hari. Hampir dua kali lipat melakukan penghematan karbon dari jumlah sebelumnya.

Kabar gembiranya, menurut laporan global pertama IEA, pertumbuhan kendaraan listrik saat ini mencatatkan hal positif. Penjualan kendaran listrik pada tiga bulan pertama di tahun 2021 dua kali lebih tinggi daripada pada bulan-bulan yang sama tahun sebelumnya. Meskipun pada bulan itu terjadi pandemi Covid-19 yang memicu serangkaian resesi di sektor ekonomi global.

Ketika produksi industri mobil global menurun sebesar 16 persen tahun lalu, mobil listrik tetap mencatatkan penjualan sebesar 3 juta unit di seluruh dunia. Sehingga, ada total 10 juta unit mobil listrik. Dan sekitar 1 jutanya merupakan van listrik, truk, hingga bus.

EV boom juga memiliki dampak yang bernilai miliaran dolar bagi industri otomotif global. Menurut IEA, tahun lalu, penjualan EV global mencapai nilai USD 120 miliar untuk kendaraan listrik. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan gencarnya produsen EV yang menawarkan 370 model baru mobil listrik ke pasar EV.

Persaingan dalam pasar kendaraan listrik juga diperkirakan meningkat lebih ketat. Sebab, 18 dari 20 pembuat mobil terbesar yang mewakili 90 persen industri otomotif global telah mempersiapkan serangkaian model, lini produksi, fitur hingga teknologi.

“Tren penjualan kendaraan listrik saat ini sangat menggembirakan. Namun jika kita punya tujuan terkait iklim dan energi, maka kita juga membutuhkan penyerapan pasar yang lebih cepat lagi,” kata Fatih Birol, direktur eksekutif IEA, seperti dikutip dari The Guardian.

Laporan IEA juga menyoroti perihal tantangan yang berat untuk membawa dunia memenuhi target perubahan iklim. Sehingga, EV Boom harus diimbangi dengan ambisi dan tindakan yang lebih kuat dari semua negara.

“Pemerintah sekarang harus melakukan pekerjaan dasar penting untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan menggunakan paket pemulihan ekonomi untuk berinvestasi dalam pembuatan baterai dan pengembangan infrastruktur pengisian daya yang tersebar luas dan dapat diandalkan,” pungkas Fatih.(*)

Related Articles
Tech
Siapa yang Bakal Untung Maksimal Ketika Terjadi EV Boom?

Tech
Pakar: Saingan Terbesar Tesla Bakal Datang dari Tiongkok

Current Issues
Biden Berencana Tingkatkan Penjualan EV, Pengamat: Bisa Berhasil Bisa Tidak