Interest

Protes Pelecehan Online, FIFA dan UEFA Ikut Boikot Media Sosial 4 Hari

Dwiwa

Posted on April 30th 2021

 

Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) dan Badan Sepakbola Eropa (UEFA) sepakat untuk bergabung dengan komunitas sepak bola Inggris memboikot media sosial selama empat hari. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari protes terhadap pelecehan online yang sering terjadi di media sosial.

Dilansir dari AP, pemboikotan ini juga akan diikuti klub kriket dan rugby Inggris serta British Lawn Tennis Association. Mereka menyoroti kekhawatiran terhadap Twitter dan Facebook, yang juga memiliki Instagram, mungkin tidak cukup bertindak untuk memerangi pelecehan rasis di platform mereka.

“FIFA mendukung inisiatif dari komunitas sepak bola Inggris untuk menyuarakan diskriminasi dan pelecehan ofensif lainnya di sosial media. Ini tidak memiliki tempat di sepakbola atau masyarakat secara umum dan kami sangat mengutuknya,” jelas FIFA.

Mereka menambahkan jika pihak berwenang dan perusahaan media sosial harus mengambil langkah nyata dandan efektif untuk mengakhiri praktik menjijikkan tersebut. Hal ini dikarenakan semakin hari praktik pelecehan itu semakin buruk dan sesuatu harus segera dilakukan untuk mengakhirinya.

Sebagian besar pelecehan rasis dikirim ke pemain dari akun anonim. Saat dimintai keterangan, Twitter dan Facebook hanya berkomentar melalui juru bicara yang tidak disebutkan namanya.

Pemboikotan sosial media ini akan dimulai pada Jumat sore hingga Senin malam waktu setempat. Ini berarti UEFA tidak akan mengunggah semifinal Liga Champions Wanita pada Minggu.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin pada pidato minggu lalu mendesak orang-orang di sepakbola Eropa untuk membuat keluhan resmi terhadap tweet atau pesan yang tidak dapat ditermia.

“Kami sudah muak dengan para pengecut yang bersembunyi dibalik anonimitas mereka untuk mengeluarkan ideologi berbahaya mereka,” ujar Ceferin pekan lalu di Montreux, Swiss.

UEFA juga telah bertindak dalam kasus pelecehan online ketika para pemain mengkritik ofisial pertandingan. Neymar dan Serge Aurier sama-sama absen di pertandingan Liga Champions dalam beberapa musim terakhir karena komentar ofensif tentang wasit di media sosial.

Inggris telah memulai kampanye akhir pekan lalu dengan klub Rangers, Birmingham dan Swansea menutup media sosial mereka selama beberapa hari.  Mantan pemain depan Prancis dan Arsenal Therry Henry juga menutup akun media sosialnya untuk memprotes rasisme dan intimidasi.

Pejabat sepakbola Inggris juga telah mendesak pemerintah setempat untuk memberlakukan undang-undang yang membuat perusahaan media sosial lebih bertanggung jawab atas apa yang muncul di platform mereka. (*)

Related Articles
Interest
Twitter: 1.622 Tweet Rasis Terjadi Selama EURO 2020

Sport
Mayoritas Pendirinya Hengkang, Liga Super Eropa Bubar?

Sport
UEFA: Klub yang Terlibat Liga Super Eropa Bakal Didepak Dari Semua Kompetisi