Tech

Apakah Filter Cahaya Biru Benar-Benar Membantu Tidur Lebih Baik?

Dwiwa

Posted on April 28th 2021

Cahaya biru atau blue light dari ponsel telah lama dikaitkan dengan gangguan pola tidur. Para pembuat smartphone pun mulai memperkenalkan apa yang dikenal sebagai filter blue light pada berbagai perangkat mereka. Teknologi ini kemudian kerap disebut sebagai dark mode atau night shift.

Pada dasarnya, filter ini membantu mengurangi jumlah cahaya biru yang dipancarkan dari perangkat seluler yang dikaitkan dengan gangguan pola tidur. Hal ini terutama ketika kita menggunakan ponsel tepat sebelum tidur. Tetapi sebuah studi baru mengungkap jika hal itu mungkin tidak terlalu berpengaruh.

Dilansir dari Ubergizmo, studi yang dilakukan peneliti di Brigham Young University dan Cincinnati Children’s Hospital Center menemukan jika ini tampaknya tidak begitu berdampak. Studi yang melibatkan 167 subyek muda, menemukan bahwa cahaya biru yang dipancarkan dari perangkat seluler tidak memiliki peran kunci dalam mengganggu pola tidur.

Penelitian tersebut dilakukan dengan membandingkan hasil tidur individu pada tiga kelompok. Yakni menggunakan ponsel di malam hari dengan fungsi night shift aktif, tanpa night shift, dan yang tidak menggunakan ponsel sama sekali sebelum tidur.

Menurut laporan TN, hasil penelitian tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan dari ketiga kelompok tersebut. Kemudian peneliti mencoba membaginya menjadi dua kelompok, satu dengan rata-rata tidur sekitar tujuh jam dan kelompok lain kurang dari enam jam.

Hasil dari penelitian tersebut, kelompok yang tidur selama tujuh jam menunjukkan sedikit perbedaan dalam kualitas tidur berdasarkan penggunaan ponsel. Sementara yang tidak menggunakan ponsel sebelum tidur memiliki kualitas tidur superior dibandingkan mereka yang menggunakan ponsel baik mode normal atau menggunakan night shift. Sementara pada kelompok yang tidur enam jam, tidak menunjukkan perbedaan hasil tidur baik yang menggunakan shift night atau tidak.

“Ini menunjukkan bahwa ketika kalian sangat lelah, kalian akan tertidur tidak peduli apapun yang dilakukan sebelum tidur. Tekanan untuk tidur sangat tinggi sehingga tidak ada efek apapun terkait apa yang terjadi sebelum tidur,” ujar Chad Jensen, salah satu peneliti dalam studi tersebut.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa bukan cahaya biru saja yang menyebabkan kesulitan untuk tertidur atau tertidur. Keterlibatan psikologis yang dialami saat mengirim SMS, menggulir, dan memposting juga merupakan faktor penting yang memengaruhi hasil tidur.

“Meskipun ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa cahaya biru meningkatkan kewaspadaan dan membuat lebih sulit untuk tidur, penting untuk memikirkan bagian mana dari rangsangan itu rangsangan cahaya versus rangsangan kognitif dan psikologis lainnya,” jelas Jensen.(*)

Artikel Terkait
Lifestyle
Benarkah Dark Mode Bermanfaat untuk Kesehatan Mata?

Lifestyle
Lakukan Hal ini Untuk Kurangi Dampak Buruk Paparan Cahaya Saat Tidur

Lifestyle
Tahu Nggak Sih, Ternyata Gelap Itu Baik untuk Tubuh Loh