Tech

Sering Diserang Kekhawatiran Mendadak? Coba Teknik “Close Pop-Up Ads”

Perlakukan kekhawatiran kayak kita menutup iklan pop-up.

Kezia Kevina Harmoko

Posted on April 27th 2021

(Ilustrasi: Pop Up Smart)

Kalau kamu sering berselancar di internet, pasti sudah nggak asing lagi sama iklan pop-up yang suka tiba-tiba muncul pas kita baca-baca artikel. Mungkin sekarang sudah ada ad blocker, tapi umumnya refleks kita kalau ada iklan pop-up tentunya… cari tanda “X” dan buru-buru menutupnya. Ya kan~

Kadang pas berusaha memencet tombol “X’, kita malah gak sengaja mengeklik si iklan dan masuk deh ke web lain. Tapi, normalnya sih setelah beberapa detik atau beberapa kali percobaan, iklan itu pasti akan hilang dan kita bisa balik ke konten yang kita mau deh.

Nah, konsep menutup iklan pop-up ini yang jadi cara mengatasi kecemasan dari psikolog asal Las Vegas bernama Marina Harris. Melalui tulisannya di Psychology Today, kita bisa lho “menutup” pikiran kecemasan layaknya kita menutup pop-up ads.

Strategi ini termasuk dalam keterampilan difusi kognitif. Keterampilan ini mendorong kita agar sadar kalau pikiran kita hanyalah sebuah pikiran, bukan kenyataan. Menurut Harris, kecemasan terjadi ketika kita terlalu memercayai pikiran kita sebagai kenyataan.

Teknik “menutup iklan pop-ads” ini mendorong kita agar mengenali pikiran kecemasan itu memang hanya sebuah pikiran. Ketika pikiran tersebut datang, bayangkan itu sebagai iklan pop-up. Konten yang ditutupi adalah kegiatan yang tadinya kita lakukan.

Yang kita lakukan saat “iklan” tersebut muncul adalah menyadari kalau pikiran tersebut hadir dan memang ada di kepala kita. Jangan berusaha mengusir karena biasanya makin kita berusaha melawan, makin terjebak kita di pikiran tersebut.

Setelah mengetahui ada iklan muncul nih, cari tanda “X” buat menutupnya. Bayangkan sebuah tanda silang di pikiran kita dan visualisasikan kita mengeklik tanda tersebut.

Kita juga bisa melabeli “iklan” tersebut dengan berkata, “Wah, ini kecemasanku datang lagi,” atau “Aku tahu ‘iklan’ ini berusaha bikin aku merasa buruk terhadap diriku sendiri, tapi aku nggak harus percaya.”

Kalau kita mengetahui pikiran kita memang kadang didatangi kecemasan, kita tahu bahwa pikiran tersbeut merupakan gangguan yang bisa kita “close”. Beda cerita kalau kita malah menyelami pikiran tersebut, bisa jadi virus kecemasan malah menyebar ke hidup kita.

Namun ingat, kalau kecemasan yang kamu rasakan nggak lagi bisa diatasi dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasi ke tenaga ahli ya. Jangan dibiarkan atau mendiagnosis sendiri, harus segera ditangani ke psikolog atau psikiater. (*)

Related Articles
Lifestyle
Stres dan Gangguan Kecemasan Itu Mirip Tapi Beda, Cek Nih Penjelasannya!

Lifestyle
Sering Merasa Gelisah? Hilangkan 5 Mindset Negatif Ini Untuk Lawan Anxiety

Current Issues
Peneliti: Tingkat Kecemasan dan Depresi di Kalangan Mahasiswa Terus Melonjak